SUARARAKYAT||SUKABUMI KOTA — Proyek perluasan jaringan air minum yang dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) dari APBN dengan nilai kontrak mencapai Rp1.472.833.558,00 di Kampung Cibeureureum RT 02 RW 06, Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, menuai sorotan tajam publik. Hingga awal tahun 2026, proyek yang dimulai sejak 9 Agustus 2025 dengan masa pelaksanaan 160 hari kerja tersebut belum juga tuntas, meskipun waktu pelaksanaan kontraktual telah lama berjalan.
Kondisi di lapangan menunjukkan berbagai persoalan serius, mulai dari keterlambatan penyelesaian, kualitas pekerjaan yang dipertanyakan, hingga manfaat proyek yang belum dirasakan penuh oleh warga. Situasi ini menimbulkan dugaan lemahnya pengawasan serta potensi pemborosan penggunaan dana negara.
Salah satu keluhan utama warga adalah belum selesainya rabat beton pasca pemasangan jaringan pipa. Akibatnya, jalan lingkungan yang sebelumnya digali kini dibiarkan dalam kondisi tidak layak, mengganggu aktivitas sehari-hari warga, baik pejalan kaki maupun kendaraan roda dua.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sudah berbulan-bulan galian ditutup seadanya, rabat beton belum dibereskan. Kalau hujan becek, kalau kering berdebu,” keluh salah seorang warga setempat.kepada wartawan senin (19/1/2026)
Kualitas Teknis Diduga Tak Sesuai Spesifikasi
Tak hanya soal keterlambatan, kualitas teknis pekerjaan juga menjadi sorotan. Warga menduga kedalaman galian pipa tidak sesuai spesifikasi, yang seharusnya berada pada kisaran ±60 sentimeter. Kedalaman yang tidak memenuhi standar dikhawatirkan dapat mengurangi keamanan dan ketahanan jaringan pipa air minum dalam jangka panjang.
Lebih jauh, warga juga menduga tidak dilakukan pemadatan tanah (plur) sebelum penutupan galian. Praktik ini dinilai krusial dalam proyek utilitas bawah tanah guna mencegah amblesan tanah dan kerusakan pipa di kemudian hari.
“Iya itu diduga lewat batas, karena dikerjakan mulai bulan Agustus 2025 sampai sekarang seperti itu belum ada penyelesaian,” Sambungnya
Ironisnya, proyek bernilai lebih dari Rp1,4 miliar tersebut belum memberikan manfaat optimal. Hingga kini, setidaknya tiga rumah warga dilaporkan belum tersambung ke Sambungan Rumah (SR) atau meter air, meskipun jaringan pipa telah dipasang di lingkungan mereka.
“Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai perencanaan dan pelaksanaan proyek, mengingat tujuan utama pembangunan jaringan air minum adalah memastikan akses air bersih yang merata bagi masyarakat.” katanya
Pelaksanaan Dinilai Asal-asalan
Akumulasi persoalan tersebut membuat pelaksanaan proyek dinilai kurang profesional dan terkesan asal-asalan. Warga mempertanyakan komitmen penyedia jasa maupun pihak-pihak terkait dalam memastikan proyek berjalan sesuai spesifikasi teknis, jadwal, dan standar mutu yang telah ditetapkan dalam kontrak.
Pengawasan Dipertanyakan, Transparansi Minim
“Yang tak kalah disorot adalah minimnya transparansi dan kejelasan pengawasan proyek. Padahal, proyek ini sempat dikabarkan telah ditinjau oleh Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi. Namun hingga kini, tidak ada informasi terbuka kepada publik mengenai hasil peninjauan tersebut maupun tindak lanjut atas temuan di lapangan.” Jelasnya warga
Ketiadaan penjelasan resmi ini semakin memperkuat dugaan lemahnya fungsi pengawasan, baik dari instansi teknis, pengelola anggaran, maupun aparat penegak hukum.Sebagai proyek yang bersumber dari DAK APBN, setiap tahapan pekerjaan semestinya mengedepankan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan manfaat maksimal bagi masyarakat.Keterlambatan, dugaan pelanggaran spesifikasi, serta manfaat yang belum dirasakan warga berpotensi mencederai kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana negara.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan secara serius, melakukan evaluasi menyeluruh, serta memastikan proyek diselesaikan sesuai kontrak dan standar teknis.
Jika dibiarkan berlarut-larut, proyek ini bukan hanya menjadi persoalan infrastruktur, melainkan juga cermin buruk tata kelola anggaran publik, yang pada akhirnya merugikan masyarakat sebagai penerima manfaat utama.
Penulis : Tim
Editor : Red
Sumber Berita: Suararakyat.info














