SUARARAKYAT.info|| Sukabumi — Sosok Kepala Desa Babakan Jaya, Kecamatan ___, Kabupaten Sukabumi, Ence Benno, kembali menjadi sorotan publik. Namun kali ini bukan karena program pembangunan desa atau kebijakan pemerintahan, melainkan karena sisi personalnya yang selama ini jarang diketahui masyarakat luas. Di balik perannya sebagai kepala desa, E Benno ternyata merupakan seorang qori yang memiliki kemampuan mumpuni dalam melantunkan ayat suci Al-Qur’an.
Fakta tersebut terungkap dalam acara Syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) Satuan Pengamanan (Satpam) ke-45 yang digelar di lingkungan Polres Sukabumi, bertempat di BK3D Cibadak, pada Sabtu, 10 Januari 2026. Dalam kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan itu, Ence Benno dipercaya untuk membuka rangkaian acara dengan membacakan ayat suci Al-Qur’an.
Lantunan ayat-ayat Al-Qur’an yang dibawakan E Benno terdengar merdu, tenang, dan penuh penghayatan. Suasana acara pun seketika menjadi lebih religius dan sakral. Para tamu undangan yang terdiri dari jajaran kepolisian, anggota Satpam, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya tampak menyimak dengan penuh khidmat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penampilan E Benno sebagai qori mendapat apresiasi luas dari para peserta acara. Banyak pihak yang mengaku terkesan dengan kemampuan kepala desa tersebut, yang dinilai mampu menampilkan keteladanan tidak hanya dalam aspek kepemimpinan administratif, tetapi juga dalam kehidupan spiritual dan keagamaan.
“Ini menjadi kebanggaan tersendiri. Seorang kepala desa mampu tampil sebagai pemimpin sekaligus teladan dalam kehidupan beragama. Sosok seperti ini sangat dibutuhkan di tengah masyarakat,” ujar salah seorang peserta syukuran.
Kehadiran E Benno sebagai qori dalam acara resmi institusi kepolisian tersebut dinilai mencerminkan sinergi antara kepemimpinan, nilai religius, dan keteladanan moral. Nilai-nilai tersebut dianggap penting, terutama dalam membangun harmoni sosial serta memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat.
Peran ganda E Benno sebagai kepala desa dan qori sekaligus menegaskan bahwa pemimpin di tingkat desa tidak hanya dituntut cakap dalam urusan pemerintahan dan pembangunan fisik, tetapi juga diharapkan mampu menghadirkan nilai-nilai spiritual dan akhlak mulia di tengah kehidupan bermasyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, E Benno menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk tampil sebagai qori dalam momentum peringatan HUT Satpam ke-45.
“Saya merasa terhormat dan bersyukur bisa diberi amanah untuk melantunkan ayat suci Al-Qur’an dalam rangka syukuran HUT Satpam ke-45 ini. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan serta memperkuat nilai keimanan, kebersamaan, dan semangat pengabdian kita semua kepada masyarakat,” ujar E Benno.
Ia juga menegaskan bahwa nilai-nilai keagamaan harus senantiasa menjadi landasan utama dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, baik sebagai kepala desa maupun dalam peran sosial lainnya.
“Sebagai kepala desa, saya meyakini bahwa membangun masyarakat tidak hanya soal infrastruktur dan pelayanan publik, tetapi juga membangun akhlak dan spiritual warganya. Dengan landasan iman yang kuat, insya Allah pengabdian kepada bangsa dan negara akan menjadi lebih bermakna dan membawa kebaikan bersama,” tambahnya.
Momentum tersebut pun menjadi gambaran bahwa kepemimpinan di tingkat desa dapat hadir secara utuh menggabungkan kemampuan manajerial, keteladanan moral, serta kekuatan spiritual—sebagai fondasi dalam membangun masyarakat yang harmonis, beriman, dan berdaya
Penulis : Riz
Editor : Red
Sumber Berita: Suararakyat.info














