Diduga Salah Tangkap dan Kriminalisasi, Supriyanto Penderita Stroke Alami Kekerasan hingga Ditahan di Dinsos

- Penulis

Sabtu, 27 Desember 2025 - 01:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Jakarta Barat —Kondisi memprihatinkan dialami oleh Supriyanto (45), seorang pria penderita stroke separuh badan, yang diduga menjadi korban penganiayaan, pengeroyokan, kriminalisasi, serta penahanan tanpa prosedur hukum yang jelas di wilayah Tanjung Duren, Jakarta Barat.

Kasus ini mendapat perhatian serius dari Keluarga Besar GAKORPAN Ekklesia Cirendeu Indah IV, Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur, serta jajaran Dewan Pimpinan Pusat GAKORPAN.
Peristiwa memilukan tersebut bermula pada Sabtu, (27/12/ 2025), saat Supriyanto bersama seorang rekan kerja melakukan perjalanan menuju kawasan Tanjung Duren dengan mengendarai sepeda motor Honda Revo hitam.

Dalam kondisi kesehatan yang terbatas akibat stroke yang dideritanya, Supriyanto merasa lapar dan memutuskan singgah di sebuah warung makan di pinggir Jalan Tanjung Duren.
Rekan kerjanya kemudian berpamitan pulang lebih dahulu, meninggalkan Supriyanto seorang diri di warung tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat hendak meminta tambahan minum berupa air teh hangat, Supriyanto diketahui menyentuh sebuah kotak amal yang tergeletak di warung itu. Kotak amal tersebut dalam kondisi tidak bergembok dan kosong, sebagaimana disaksikan langsung di lokasi.

Namun, tanpa klarifikasi dan dialog yang manusiawi, pihak warung diduga langsung menuduh Supriyanto sebagai pencuri kotak amal. Meski Supriyanto telah bersumpah dan menjelaskan bahwa ia sama sekali tidak memiliki niat mengambil apapun bahkan kotak amal itu tidak berisi dan tidak terkunci tuduhan tetap dilontarkan.

Situasi pun memanas. Supriyanto diduga menjadi korban penganiayaan brutal. Ia dipukuli hingga babak belur dan bonyok, sementara massa di sekitar lokasi turut melakukan pengeroyokan. Ironisnya, kondisi Supriyanto yang tengah menderita stroke dan mengalami kelumpuhan separuh badan sama sekali tidak menjadi pertimbangan. Untuk berjalan saja ia kesulitan, namun justru menjadi sasaran kekerasan tanpa ampun.

Alih-alih mendapat perlindungan hukum dan pertolongan medis, Supriyanto justru mengalami perlakuan yang semakin memprihatinkan. Ia sempat diamankan oleh pihak Polsek Tanjung Duren dan ditahan selama tiga hari, sebelum akhirnya dititipkan ke Panti Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Pemprov DKI Jakarta di Kedoya, Jakarta Barat, selama satu bulan penuh.
Yang lebih menyedihkan, selama berada di Dinas Sosial Kedoya, Supriyanto disebut bercampur dengan para penghuni yang dikategorikan sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), tanpa pendampingan medis yang layak, padahal ia adalah pasien stroke yang membutuhkan perawatan khusus.

READ  Dugaan Dana Hibah Menguap dan Upaya Minta Takedown Berita, Komdigi Sukabumi Disorot,LBH Pers Presisi: KPK RI Segera Turun Tangan 

Tak hanya itu, sepeda motor Honda Revo hitam yang dikendarainya beserta STNK hingga kini masih ditahan tanpa surat resmi oleh oknum di Polsek Tanjung Duren. Padahal, kendaraan tersebut merupakan alat operasional kerja Supriyanto dalam aktivitas jurnalistik dan sosial bersama awak media dan Lembaga Swadaya Masyarakat DPP GAKORPAN, LBH Pers Prima Presisi Polri, Suara Rakyat untuk Keadilan, serta Rumah Besar Relawan Prabowo–Gibran 08.

Setelah satu bulan lebih menjalani penahanan sosial tanpa kejelasan hukum, Supriyanto akhirnya dilepaskan dan hanya menerima kembali KTP miliknya. Namun hingga berita ini diturunkan, sepeda motor dan STNK masih disandera tanpa dasar hukum yang transparan.
Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Dinas Sosial Kedoya Jakarta Barat maupun Polsek Tanjung Duren.

Kondisi ini dinilai mencederai prinsip pemberitaan berimbang serta bertentangan dengan semangat UU Pers No. 40 Tahun 1999, UU Keterbukaan Informasi Publik No. 14 Tahun 2008, serta prinsip Presisi Polri yang mengedepankan profesionalitas, proporsionalitas, dan pendekatan humanis.

Ketua DPP GAKORPAN, Dr. Bernard, menilai kasus ini sebagai bentuk nyata dugaan abuse of power dan kriminalisasi terhadap masyarakat kecil. Ia menegaskan bahwa hukum seharusnya menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, keadilan sosial, serta perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM).

Dr. Bernard juga secara resmi menghimbau kepada Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si, serta Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Drs. Asep Edi Suherly, S.I.K., M.Si, agar segera menindaklanjuti Surat Dumas “Mohon Keadilan” dari DPP GAKORPAN dan LBH Pers Prima Presisi Polri.

“Kasus ini harus dibuka seterang-terangnya. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Ini menjadi pembelajaran nasional agar penyalahgunaan wewenang dihentikan,” tegasnya.

GAKORPAN menyerukan agar kasus ini diusut tuntas, para oknum yang diduga menyelewengkan jabatan dan kekuasaan diproses hukum, serta institusi penegak hukum kembali pada marwah Tribrata dan Catur Prasetya Polri.

Dengan semangat Presisi Polri dan Asta Cita, GAKORPAN berharap penegakan hukum di Indonesia semakin berkeadilan, transparan, dan humanis, demi menyongsong Indonesia Emas 2045 di bawah kepemimpinan Presiden H. Prabowo Subianto.

“The Abuse of Power, Why?”
Kasus Supriyanto menjadi alarm keras bagi bangsa ini.

Penulis : Dr. Bernard

Editor : Red-01

Sumber Berita: SUARARAKYAT.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Petugas Keamanan Tewas, Polisi Kejar Pelaku Penikaman
Polres Metro Bekasi Amankan Pengedar Sabu dan Ganja 3 Kg di Tambun Utara
Kios di Ongkrak Diduga Jual Telur Infertil, Warga Keluhkan Bau Menyengat dan Soroti Aturan Pemerintah
Santri 13 Tahun Meninggal Dunia Usai Terjatuh dari Lantai Dua Pesantren, Diduga Panik Saat Ketahuan Merokok
Banjir Bandang Terjang Ciapus Banjaran, Diduga Satu Korban Meninggal Dunia dan Satu Masih Dalam Pencarian
Saat Jamaah Salat Magrib, Motor Hilang Digondol Maling di Parungkuda
Dua Pemotor Tewas diduga Terlindas Damkar Usai Hindari Truk Parkir di Rawa Palangan Cikarang Barat
Kepala Dapur SPPG Sukakersa Minta Maaf, Klarifikasi Menu Sambal untuk Balita dalam Program MBG
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 18:35 WIB

Polres Metro Bekasi Amankan Pengedar Sabu dan Ganja 3 Kg di Tambun Utara

Selasa, 21 April 2026 - 02:50 WIB

Kios di Ongkrak Diduga Jual Telur Infertil, Warga Keluhkan Bau Menyengat dan Soroti Aturan Pemerintah

Minggu, 19 April 2026 - 15:59 WIB

Santri 13 Tahun Meninggal Dunia Usai Terjatuh dari Lantai Dua Pesantren, Diduga Panik Saat Ketahuan Merokok

Rabu, 15 April 2026 - 13:36 WIB

Banjir Bandang Terjang Ciapus Banjaran, Diduga Satu Korban Meninggal Dunia dan Satu Masih Dalam Pencarian

Rabu, 15 April 2026 - 09:31 WIB

Saat Jamaah Salat Magrib, Motor Hilang Digondol Maling di Parungkuda

Berita Terbaru