Developer Green Permata Residence Diduga Sulit Dicari,Ketua FSKS Bojonggenteng Layangkan Surat Teguran Terkait Banjir

- Penulis

Kamis, 25 Desember 2025 - 13:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| SUKABUMI- Krisis lingkungan yang menimpa warga Kampung Pakuwon dan Kampung Lembur Sawah akibat luapan air dari Perumahan Green Permata Residence memasuki babak baru. Selain ancaman banjir yang kian nyata di musim penghujan, kini terungkap bahwa pihak pengembang perumahan tersebut terkesan sulit dihubungi untuk dimintai pertanggungjawaban.

Hal ini terungkap saat personel Bhabinkamtibmas Polsek Bojonggenteng melakukan pemantauan debit air di titik-titik rawan, termasuk di area pondok Ketua MUI Kecamatan Bojonggenteng dan fasilitas Sekolah Dasar (SD) yang mulai tergenang air kiriman, Kamis (25/12/2025).

Ketua Forum Silaturahmi Kecamatan Sehat (FSKS) Bojonggenteng, Yulius Abdillah, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan keresahan warga terkait dampak pembangunan perumahan tersebut. Namun, upaya mencari solusi terkendala oleh sulitnya menjangkau pihak manajemen perumahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami membenarkan adanya aduan tersebut. Warga sudah lama mengeluh karena sejak ada perumahan, air langsung terjun ke pemukiman mereka. Namun, jujur kami saat ini kebingungan mencari siapa penanggung jawab perumahan tersebut yang bisa mengambil keputusan,” tegas Yulius Abdillah saat dikonfirmasi.

Yulius menambahkan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam melihat penderitaan warga.

“Kami akan segera mengirimkan surat resmi mengenai hal ini. Ini menyangkut keselamatan dan kesehatan lingkungan. Kami harap dengan surat tersebut, ada perhatian dan penanganan serius dari pihak perumahan agar tidak ada lagi warga yang dirugikan setiap kali hujan turun,” lanjutnya.

READ  Dua Eks Pejabat PT Semen Baturaja di Tahan Kejati Sumsel, Terkait Dugaan Korupsi Distribusi Semen, Kerugian Perusahaan Capai Rp74,3 Miliar

Sementara itu, di lapangan, Bhabinkamtibmas bersama warga terpaksa melakukan tindakan darurat dengan membongkar sumbatan sampah dan kayu di Solokan Dua Cabang Balandongan. Langkah manual ini diambil demi menyelamatkan gedung sekolah dan rumah warga dari terjangan air kiriman perumahan yang membawa material sampah.

Kondisi geografis sekolah yang berada di dataran rendah menjadi ancaman serius jika intensitas hujan tetap tinggi, sementara sistem drainase dari arah perumahan tetap buruk.

Warga kini menaruh harapan besar pada langkah tegas yang akan diambil oleh FSKS dan pihak Kepolisian. Masyarakat mendesak agar pengembang Green Permata Residence segera menunjukkan iktikad baik dan memperbaiki sistem pembuangan air mereka sebelum terjadi bencana banjir yang lebih luas.

“Jangan hanya mengejar profit pembangunan, tapi mengabaikan keselamatan warga di sekitar. Kami butuh solusi permanen, bukan sekadar pembersihan saluran sesaat,” cetus salah seorang warga dengan nada kecewa

Penulis : Yls/Tim

Editor : Red-01

Sumber Berita: SUARARAKYAT.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BREAKING NEWS: Polres Raja Ampat Bersama Tim Gabungan Evakuasi Jenazah Laki-laki Tanpa Identitas di Perairan Waipun
Hujan Deras dan Drainase Buruk Picu Longsor di Perum Griya Bojongkokosan Asri, Warga Cemas Ancaman Susulan
Desakan FORWACIB Menguat, Dugaan Kejanggalan Kredit Rp2 Miliar Seret Nama Legislator Kota Sukabumi
Kepala Dinas atau Juru Lempar Jawaban?  MIO Sukabumi Raya Soroti Dugaan Mandulnya Pengawasan di Dinas PU Kabupaten Sukabumi
Air Bersih Tak Pernah Mengalir, Warga Sukasirna Desak KPK Turun Periksa Program Hibah MBR dan SL Mandiri PDAM Sukabumi
Kapolsek Kalibunder Pastikan Penanganan Kasus Pria Ditemukan Meninggal di Alfamart Dilakukan Sesuai Prosedur
SIMPUL Sukabumi Gelar Aksi Damai, Soroti Mangkraknya Pembangunan RSB Bebeza dan Transparansi Dana Umat di BAZNAS Kabupaten Sukabumi
Jalan Kabupaten Terabaikan, Warga Jampang Tengah Tandu Pasien 10 Km Demi Akses Layanan Kesehatan
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:56 WIB

BREAKING NEWS: Polres Raja Ampat Bersama Tim Gabungan Evakuasi Jenazah Laki-laki Tanpa Identitas di Perairan Waipun

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:45 WIB

Hujan Deras dan Drainase Buruk Picu Longsor di Perum Griya Bojongkokosan Asri, Warga Cemas Ancaman Susulan

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:54 WIB

Desakan FORWACIB Menguat, Dugaan Kejanggalan Kredit Rp2 Miliar Seret Nama Legislator Kota Sukabumi

Senin, 11 Mei 2026 - 14:31 WIB

Kepala Dinas atau Juru Lempar Jawaban?  MIO Sukabumi Raya Soroti Dugaan Mandulnya Pengawasan di Dinas PU Kabupaten Sukabumi

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:16 WIB

Air Bersih Tak Pernah Mengalir, Warga Sukasirna Desak KPK Turun Periksa Program Hibah MBR dan SL Mandiri PDAM Sukabumi

Berita Terbaru