Diduga Pungli di Pelabuhan Sekupang, Bantuan Lampu Lampion untuk Meranti Ditahan Oknum Bea Cukai

- Penulis

Rabu, 17 Desember 2025 - 07:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BATAM — Dugaan praktik pungutan liar (pungli) kembali mencoreng wajah pelayanan publik di Pelabuhan Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau. Kali ini, bantuan sosial berupa 20 set lampu lampion jenis meteor yang diperuntukkan sebagai penerangan jalan di Kabupaten Kepulauan Meranti dilaporkan tertahan, diduga akibat permintaan uang oleh oknum petugas Bea dan Cukai.

Peristiwa tersebut terjadi saat barang bantuan tiba di Pelabuhan Sekupang untuk diberangkatkan menuju Kepulauan Meranti menggunakan kapal angkutan penumpang. Bantuan itu dikirim dalam rangka mendukung perayaan Hari Ulang Tahun ke-17 Kabupaten Kepulauan Meranti pada 19 Desember, sekaligus menyambut berbagai hari besar keagamaan dan nasional, termasuk Natal, Tahun Baru, Imlek, Idulfitri, dan Iduladha 1447 Hijriah pada 2026 mendatang.

Bantuan sosial tersebut berasal dari Ketua MPC Pemuda Pancasila, Sugianto atau Akrab disapa Mas Tato, sebagai bentuk kepedulian terhadap daerah yang masih kekurangan penerangan jalan. Lampu-lampu itu dibeli secara daring dan tidak diperuntukkan untuk kepentingan komersial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, niat sosial itu justru diduga dihadang praktik kotor birokrasi. Dua orang yang disebut sebagai oknum petugas Bea dan Cukai, masing-masing berinisial RK dan seorang rekannya, diduga menahan barang kiriman dan meminta uang sebesar Rp300 ribu agar lampu lampion dapat dikeluarkan dari pelabuhan. Permintaan tersebut diduga dilakukan di luar prosedur dan mekanisme resmi yang berlaku.

Menurut keterangan narasumber berinisial AK, pihak pengirim menolak permintaan tersebut dan hanya menyatakan sanggup memberikan Rp200 ribu. Penolakan itu, kata AK, justru berujung pada tekanan. Oknum yang bersangkutan disebut mengancam akan mengenakan penghitungan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) terhadap barang bantuan tersebut.

Ketua MPC Pemuda Pancasila, Sugianto Atau Akrab di Panggil Mas Tato , saat dikonfirmasi, menyayangkan keras dugaan tindakan oknum tersebut. Ia menegaskan bahwa dalam institusi perpajakan dan kepabeanan tidak dibenarkan adanya pungutan liar untuk memperkaya diri sendiri.

READ  Pondasi Bak Penampungan Air Bersih Mulai Dilaksanakan oleh Satgas TMMD ke-128 Kodim 1801/Manokwari

“Ini bantuan sosial, bukan barang dagangan. Kalau memang ada kewajiban pajak, silakan tunjukkan dasar hukumnya secara resmi, bukan dengan ancaman,” ujar AK, mewakili pihak pengirim, dengan nada tegas dan kecewa.

Ia menilai, jika dugaan tersebut benar, maka tindakan itu patut dikualifikasikan sebagai pungutan liar dan penyalahgunaan wewenang. Menurutnya, praktik semacam ini tidak hanya merugikan masyarakat penerima bantuan, tetapi juga merusak kepercayaan publik dan mencoreng nama baik institusi Bea dan Cukai secara keseluruhan.

“Aparatur negara digaji oleh negara untuk melayani, bukan memeras. Jangan jadikan seragam dan kewenangan sebagai alat mencari keuntungan pribadi,” tegasnya.

Secara hukum, pungutan liar merupakan perbuatan yang dilarang dan dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), serta Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Jika terbukti, pelaku terancam pidana penjara dan sanksi hukum lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Bea dan Cukai Batam belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keterlibatan oknum petugas yang disebutkan. Media ini masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait guna memperoleh penjelasan yang utuh dan berimbang.

Pihak pengirim mendesak agar pimpinan Bea dan Cukai serta aparat penegak hukum segera turun tangan, melakukan penelusuran secara transparan, dan menjatuhkan sanksi tegas apabila dugaan tersebut terbukti. Langkah tegas dinilai mutlak diperlukan agar praktik serupa tidak terus berulang dan tidak menjadi kanker dalam tubuh pelayanan publik.

CATATAN REDAKSI:
Media ini berpegang pada asas independensi, keberimbangan, dan praduga tak bersalah. Hak jawab dan hak klarifikasi terbuka bagi seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintah Pastikan Pergantian Pimpinan BGN Tak Ganggu Pelaksanaan Program MBG
Perkuat Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Bengkalis Duduk Bersama Petani Bahas Persiapan Tanam Jagung Pipil di Lahan Desa Kelebuk
BGN Terapkan Efisiensi Distribusi MBG, Sistem Bundling Dihentikan
DUGAAN ADOPSI ILEGAL DI BENGKALIS MENGEMUKA, PENGANGKATAN ANAK TANPA PUTUSAN PENGADILAN TERANCAM PIDANA
KM Dorolonda Raih Pujian Penumpang Soal Kebersihan Kabin dan Toilet: “Kapalnya Bersih, Rasanya Nyaman Sampai Tujuan”
Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Warnai Penanganan Kredit BRI di Meranti, Desakan Audit Internal Menguat
Dugaan Pelanggaran IPAL Dapur MBG Cibadak Sukabumi Mencuat, Limbah Cair Diduga Alir Langsung ke Sungai
Oknum Pegawai BRI Diduga Kirim Pesan Bernada Intimidatif dan Ancam Wartawan Terkait Pemberitaan Nasabah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:02 WIB

Pemerintah Pastikan Pergantian Pimpinan BGN Tak Ganggu Pelaksanaan Program MBG

Sabtu, 30 Mei 2026 - 03:39 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Bengkalis Duduk Bersama Petani Bahas Persiapan Tanam Jagung Pipil di Lahan Desa Kelebuk

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:22 WIB

BGN Terapkan Efisiensi Distribusi MBG, Sistem Bundling Dihentikan

Senin, 25 Mei 2026 - 01:54 WIB

DUGAAN ADOPSI ILEGAL DI BENGKALIS MENGEMUKA, PENGANGKATAN ANAK TANPA PUTUSAN PENGADILAN TERANCAM PIDANA

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:57 WIB

KM Dorolonda Raih Pujian Penumpang Soal Kebersihan Kabin dan Toilet: “Kapalnya Bersih, Rasanya Nyaman Sampai Tujuan”

Berita Terbaru