Diresmikan Bupati, Pendopo PKMJ Bengkalis Jadi Rumah Kebudayaan Jawa di Negeri Junjungan

- Penulis

Jumat, 12 Desember 2025 - 04:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info BENGKALIS – Pendopo Paguyuban Keluarga Masyarakat Jawa (PKMJ) Kabupaten Bengkalis resmi berdiri sebagai pusat pelestarian budaya Jawa di Negeri Junjungan. Peresmian ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Bengkalis Kasmarni yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang SDM Johansyah Syafri, Jumat, 12 Desember 2025, di Jalan Antara Gg. Pendopo, Desa Wonosari.

Pendopo yang diberi nama Niti Trisno—bermakna “meniti perjalanan dengan cinta kasih”—menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Jawa di Bengkalis. Ketua PKMJ Kabupaten Bengkalis Masuri mengungkapkan rasa syukur atas terwujudnya pendopo yang telah diperjuangkan selama satu dekade. Ia menegaskan pendopo ini bukan hanya milik masyarakat Jawa, tetapi terbuka untuk semua warga sebagai ruang kebersamaan dan kerukunan.

“Gedung ini bukan hanya untuk orang Jawa. Semua boleh menggunakan. Sesuai filosofi paguyuban, kita bergerak bersama tanpa membedakan satu sama lain,” ujar Masuri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masuri juga berharap pendopo tersebut menjadi pusat aktivitas budaya seperti gamelan, reog Ponorogo, campursari, dan berbagai kesenian Jawa lainnya yang akan dikembangkan di Bengkalis. Pendopo, kata dia, harus menjadi ruang produktif yang memberi manfaat besar bagi masyarakat.

Dalam sambutan Bupati Bengkalis yang dibacakan Johansyah Syafri, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas kerja bersama seluruh pihak hingga pendopo ini dapat diwujudkan. Menurutnya, keberagaman etnis di Bengkalis merupakan kekuatan strategis pembangunan, sehingga paguyuban lintas suku seperti PKMJ menjadi mitra penting dalam memperkuat harmoni sosial.

READ  Mafia BBM Jadi Beking PETI di Sanggau, Aparat Diduga Tutup Mata dan Telinga 

Peresmian Pendopo Niti Trisno ini, lanjutnya, selaras dengan visi daerah untuk mewujudkan Bengkalis yang bermartabat, maju, dan sejahtera. Ia berharap pendopo tidak hanya menjadi tempat berkumpul warga Jawa, namun juga ruang yang terbuka bagi semua masyarakat sebagai wujud pembauran positif antarkebudayaan.

“Kami berharap PKMJ terus mengembangkan kiprah tidak hanya dalam pelestarian budaya Jawa, tetapi juga dalam penguatan ekonomi dan sosial masyarakat. Semoga pendopo ini dapat melestarikan tradisi, bahasa, dan kesenian Jawa seperti gamelan, wayang, maupun tarian, serta nilai-nilai luhur yang mulai tergerus perkembangan zaman,” ungkapnya.

Pendopo Niti Trisno juga diharapkan menjadi wadah pemberdayaan ekonomi melalui promosi UMKM, kerajinan tangan, kuliner khas, hingga potensi wisata budaya yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Bengkalis membuka ruang kolaborasi agar pendopo ini dapat mendukung program pembangunan lainnya, termasuk pendidikan, kesehatan, dan ketertiban lingkungan.

Peresmian tersebut turut dirangkaikan dengan penandatanganan prasasti, pemotongan tumpeng, serta penanaman pohon. Hadir dalam acara itu Forkopimda, kepala perangkat daerah, Ketua Umum MKA LAMR Bengkalis Datuk Seri Ilham Noer, Ketua DPH LAMR Bengkalis Sri Syaukani Al Karim, Ketua MUI Bengkalis Amrizal, para ketua paguyuban, serta masyarakat Jawa dari berbagai wilayah di Kabupaten Bengkalis.(Tengku)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LBH Arjuna Bakti Negara Soroti Penegakan Hukum yang Dinilai Menjauh dari Keadilan
PKKBM Papua Barat Daya Dorong Etos Kerja dan Keterampilan Pemuda Maluku Di Kota Sorong
Forkopimcam Saparua Gelar Pertemuan Adat dan Pemerintahan Pasca Aksi Pengeroyokan, Tiga Negeri Sepakat Jaga Perdamaian
Praktisi Hukum Zuli Zulkipli, S.H.: LBH Arjuna Bakti Negara Siap Bantu Masyarakat
Sidang Praperadilan Harianto Digelar, Kuasa Hukum Nilai Penyidikan Polresta Sorong Kota Cacat Formil
CSR Sawit Dinilai Tak Berkeadilan, Kades Damarraja Kecewa: Jalan Rusak Parah, Dana Hanya Rp15 Juta
MOU Pemkab Meranti–PA Selatpanjang, Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak Pasca Perceraian
Lindungi Kaum Rentan, Publik Apresiasi Ketegasan Kapolda Sumbar dalam Kasus Penganiayaan Nenek
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 02:12 WIB

LBH Arjuna Bakti Negara Soroti Penegakan Hukum yang Dinilai Menjauh dari Keadilan

Sabtu, 10 Januari 2026 - 12:36 WIB

PKKBM Papua Barat Daya Dorong Etos Kerja dan Keterampilan Pemuda Maluku Di Kota Sorong

Jumat, 9 Januari 2026 - 08:51 WIB

Forkopimcam Saparua Gelar Pertemuan Adat dan Pemerintahan Pasca Aksi Pengeroyokan, Tiga Negeri Sepakat Jaga Perdamaian

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:14 WIB

Praktisi Hukum Zuli Zulkipli, S.H.: LBH Arjuna Bakti Negara Siap Bantu Masyarakat

Kamis, 8 Januari 2026 - 11:58 WIB

Sidang Praperadilan Harianto Digelar, Kuasa Hukum Nilai Penyidikan Polresta Sorong Kota Cacat Formil

Berita Terbaru