Warga Cidarangdan dan Pemerintah Desa Neglasari Sepakat Wujudkan Leweng Hejo: Gerakan Besar Penghijauan Hutan Gundul di Garut

- Penulis

Selasa, 9 Desember 2025 - 14:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Garut –
Komitmen menjaga kelestarian lingkungan kembali mendapat energi baru di Kecamatan Pakenjeng. Paguyuban Warga Cidarangdan bersama Pemerintah Desa Neglasari sepakat menjalin kerja sama strategis untuk menghijaukan kembali kawasan hutan yang mengalami kerusakan, khususnya akibat pembalakan liar dan alih fungsi lahan. Langkah ini disambut baik oleh Kepala Desa Neglasari, Agus Sudrajat.Selasa (9/12/2025)

Dalam keterangannya, Agus Sudrajat menegaskan bahwa masyarakat dan pemerintah desa harus berjalan beriringan untuk memulihkan kondisi hutan yang kian mengkhawatirkan. Ia mengusung filosofi lokal “Leweng hejo, masarakat ngejo. Caina kudu curcor, tatangkalan kudu subur jeng hararejo”, yang berarti: hutan harus kembali hijau, masyarakat harus sejahtera, air harus melimpah, pohon harus tumbuh subur dan membawa kebaikan bagi semua.

Agus juga meluruskan pemahaman bahwa istilah yang tepat dalam upaya pemulihan hutan adalah reboisasi dan penghijauan, bukan “provos”. Upaya teknis ini sangat mendesak dilakukan untuk mengatasi dampak buruk deforestasi seperti banjir, tanah longsor, hingga hilangnya keanekaragaman hayati.

Rangkaian Upaya dan Solusi Mengatasi Kerusakan Hutan

1. Reboisasi dan Penghijauan Kembali
Langkah utama adalah penanaman kembali pohon di kawasan hutan yang telah tandus.
Reboisasi dilakukan di area hutan yang dulunya memang kawasan vegetasi.
Penghijauan diterapkan di luar kawasan hutan seperti lahan kritis, bantaran sungai, hingga pemukiman.

Tujuan besar dari program ini adalah memulihkan fungsi ekologis hutan: sebagai penyerap air, penjaga kualitas udara, pelindung ekosistem satwa, hingga penyimpan karbon.

Desa Neglasari, yang mencakup wilayah Cihideng, Tegal Gede, hingga Cisompet, telah menyiapkan empat lokasi prioritas reboisasi sebagai tahap awal.

2. Penegakan Hukum untuk Cegah Illegal Logging
Pemerintah desa bekerja sama dengan aparat terkait, termasuk Polhut dan pemerintah kabupaten, untuk memperkuat pengawasan kawasan hutan di Pakenjeng dan wilayah sekitarnya.
Upaya ini meliputi:
Patroli lapangan rutinPenertiban aktivitas penebangan liar,Penerapan sanksi tegas kepada para pelaku
Pemanfaatan teknologi geospasial untuk memantau perubahan tutupan hutan

Agus menegaskan bahwa tanpa penegakan hukum yang kuat, upaya reboisasi tak akan berjalan efektif.

3. Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
Untuk memastikan kelestarian jangka panjang, desa menerapkan konsep pengelolaan hutan berkelanjutan meliputi:
sistem tebang pilih,sistem tebang-tanam,serta pemulihan vegetasi secara alami maupun melalui pendampingan program tanam massal.

Konsep ini dirancang agar hutan tetap memiliki kemampuan regenerasi.

4. Edukasi dan Keterlibatan Masyarakat
Pemerintah desa menekankan pentingnya peran masyarakat sebagai penjaga hutan.
Melalui Paguyuban Warga Cidarangdan, warga didorong untuk:
mengikuti edukasi lingkungan,
terlibat dalam penanaman pohon,
melakukan patroli partisipatif,
serta meningkatkan kesadaran tentang bahaya pembalakan liar.

Agus juga menegaskan bahwa tanpa partisipasi masyarakat, konservasi tidak akan berhasil.

5. Kebijakan Pemerintah yang Mendukung
Desa Neglasari turut mendorong pemerintah kabupaten dan provinsi untuk memperkuat regulasi kehutanan, termasuk:moratorium pembukaan lahan di kawasan rawan,pengawasan terhadap izin pemanfaatan lahan,sanksi tegas bagi perusak lingkungan.

Kepala desa menyampaikan bahwa seluruh regulasi harus berpihak pada masa depan ekologi Garut dan kesejahteraan masyarakat.

Melalui kerja sama ini, Desa Neglasari dan Paguyuban Warga Cidarangdan ingin menjadikan program “Leweng Hejo” sebagai model pengelolaan hutan berbasis masyarakat. Reboisasi di empat titik Cihideng, Neglasari, Tegal Gede, dan Cisompet diharapkan menjadi langkah awal dalam memulihkan kawasan hutan yang selama ini mengalami degradasi.

Agus Sudrajat menutup pernyataannya dengan harapan besar:
“Kalau hutan kembali hijau, air tidak akan kekurangan. Kalau pohon subur, masyarakat pasti sejahtera. Leweng hejo lain ukur visi, tapi komitmen bersama.”

Gerakan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat adalah kunci dalam menjaga kelestarian hutan Garut sekaligus melindungi generasi yang akan datang.

READ  Permasya Madina dan MTP Tualang Satukan Langkah Kemanusiaan, Galang Dana untuk Korban Bencana di Tanah Air

Penulis : Yogi Setiawan

Editor : Red-SR

Sumber Berita: Suararakyat. info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Awali Tahun 2026,Pengusaha Bela Bangsa Berbagi Kasih dengan Anak Yatim Piatu
Jaringan Nasional Pemuda Hijau Adakan Gerakan Masyarakat Peduli Lapas, Lapas Warungkiara Tanam Bibit Pohon untuk Lingkungan Berkelanjutan
Raja Negeri Tuhaha Apresiasi Gerakan Penanaman Pohon di Kebun Jemaat GPM PNIEL Tuhaha
HUT Ke-1 PJC Bertepatan Malam Tahun Baru 2026, Paguyuban Journalist Cicago Santuni Anak Yatim
Penuh Semangat, Forum Cidahu Bersatu Bergerak Perbaiki Jalan Rusak di Tanjakan Buritan Bojong Pari
Solidaritas KBRC dan Keluarga Bang Chaniago nSiak Mengalir ke Ranah Minang, Donasi Rp63 Juta Diberangkatkan untuk Empat Daerah Terdampak Bencana
Kolaborasi Kemanusiaan di Wisata Cemara Cipanglay, BUMDes Cidamar Dukung Penggalangan Donasi Korban Banjir Bandang Sumatra
BRI Hadirkan Kebaikan, Warga Panglima Polim Terima Sembako
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 06:08 WIB

Awali Tahun 2026,Pengusaha Bela Bangsa Berbagi Kasih dengan Anak Yatim Piatu

Senin, 12 Januari 2026 - 00:50 WIB

Jaringan Nasional Pemuda Hijau Adakan Gerakan Masyarakat Peduli Lapas, Lapas Warungkiara Tanam Bibit Pohon untuk Lingkungan Berkelanjutan

Sabtu, 3 Januari 2026 - 01:23 WIB

Raja Negeri Tuhaha Apresiasi Gerakan Penanaman Pohon di Kebun Jemaat GPM PNIEL Tuhaha

Rabu, 31 Desember 2025 - 12:59 WIB

HUT Ke-1 PJC Bertepatan Malam Tahun Baru 2026, Paguyuban Journalist Cicago Santuni Anak Yatim

Minggu, 28 Desember 2025 - 01:19 WIB

Penuh Semangat, Forum Cidahu Bersatu Bergerak Perbaiki Jalan Rusak di Tanjakan Buritan Bojong Pari

Berita Terbaru

TNI

Pangdam III/Slw Hadiri Pelantikan DPW PPSI Jawa Barat

Sabtu, 17 Jan 2026 - 09:38 WIB