SUARARAKYAT.info || SUKABUMI – Menjelang datangnya Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, suasana penuh haru dan kehangatan terasa di sejumlah pondok pesantren di Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. Puluhan anak yatim yang tengah menimba ilmu agama tampak larut dalam kebahagiaan sederhana, saat menerima santunan dari Dapur SPPG 2 Parungkuda, bagian dari program makan bergizi gratis.
Di balik senyum yang merekah, tersimpan kisah-kisah kehidupan yang tak mudah. Anak-anak itu, yang sehari-hari hidup dalam keterbatasan dan jauh dari pelukan orang tua, sejenak merasakan hadirnya perhatian dan kasih sayang dari tangan-tangan yang peduli.
Santunan yang diberikan bukan sekadar bantuan materi, melainkan juga menjadi penguat batin bagi para santri dan santriwati. Di momen yang identik dengan kebersamaan keluarga seperti Idul Fitri, perhatian seperti ini menjadi sangat berartimengisi ruang-ruang kosong yang tak selalu mampu mereka ungkapkan dengan kata-kata.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemilik Dapur SPPG 2 Parungkuda, Lela Sumirat, menyampaikan bahwa kegiatan santunan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap anak-anak yatim yang sedang berjuang menuntut ilmu di pesantren.
“Kami hanya ingin berbagi kebahagiaan di bulan yang penuh berkah ini. Semoga apa yang kami berikan bisa sedikit meringankan dan membawa kebahagiaan bagi adik-adik semua, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri,” ujar Lela Sumirah, Kamis (18/3/2026).
Menurutnya, program makan bergizi gratis yang dijalankan tidak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga berupaya menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Sementara itu, salah satu perwakilan penerima santunan ponpes miftahul hijab rt 02 rw 02 desa bojongkokosan kecamatan Parungkuda mengungkapkan rasa syukur dan haru yang mendalam. Dengan suara lirih dan mata yang berkaca-kaca, ia menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas santunan ini. Semoga kebaikan dari Dapur SPPG 2 Parungkuda dibalas dengan keberkahan dan kesuksesan,” ucapnya.
Momen tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah hiruk-pikuk persiapan Lebaran, masih banyak anak-anak yang merayakan hari kemenangan dengan kesederhanaan bahkan dalam keterbatasan. Namun, sentuhan kepedulian seperti ini mampu menghadirkan cahaya harapan, meski hanya dalam bentuk sederhana.
Di akhir kegiatan, doa bersama dipanjatkan. Harapan-harapan kecil terangkai dalam diam: tentang masa depan yang lebih baik, tentang kehidupan yang lebih layak, dan tentang hadirnya lebih banyak tangan-tangan dermawan yang tak lelah berbagi.
Idul Fitri bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga tentang bagaimana manusia saling menguatkan terutama bagi mereka yang berjalan dalam sunyi, tanpa kehadiran orang tua di sisi.
Penulis : Hs
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Suararakyat.info














