SUARARAKYAT.info||JAKARTA – Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) mempercepat langkah strategis dalam upaya mengatasi persoalan gizi kronis di wilayah-wilayah paling sulit dijangkau. Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengidentifikasi dan merencanakan pembangunan 8.200 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah terpencil di Indonesia.
Pengumuman ini disampaikan Dadan pada Kamis (4/12/2025) saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat. Ia menjelaskan bahwa pendataan titik pembangunan sudah rampung, dan tahapan berikutnya adalah eksekusi pembangunan di lapangan.
“Sekarang itu sudah teridentifikasi ada 8.200 SPPG di daerah terpencil yang sudah akan dibangun,” ujar Dadan. Menurutnya, fasilitas ini nantinya berfungsi sebagai dapur komunitas dan pusat layanan intervensi gizi, terutama untuk keluarga dengan balita dan ibu hamil yang berisiko mengalami kekurangan gizi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Program SPPG dirancang tidak hanya sebagai tempat distribusi makanan bergizi, tetapi juga pusat edukasi gizi, lokasi pemantauan tumbuh kembang anak, hingga sentra layanan cepat untuk kasus-kasus malnutrisi akut. Setiap SPPG akan melibatkan tenaga gizi, kader lokal, dan perangkat desa agar pelayanan bisa berkelanjutan.
Dadan menambahkan bahwa keberadaan dapur-dapur gizi ini juga diharapkan mampu mengatasi hambatan geografis yang selama ini membuat masyarakat di pelosok kesulitan mengakses layanan kesehatan dasar serta pangan bergizi yang memadai.
Pembangunan SPPG menjadi bagian dari strategi nasional dalam mempercepat penurunan angka stunting dan malnutrisi, terutama di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Pemerintah menekankan intervensi yang bersifat langsung, cepat, dan berbasis kebutuhan lokal.
“Ini bukan hanya soal membangun dapur, tapi memastikan akses terhadap makanan bergizi tersedia dekat dengan masyarakat yang paling membutuhkan,” tegas Dadan.
Program ini akan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk pemerintah daerah. Selain menyediakan fasilitas fisik, BGN juga menyiapkan dukungan logistik, pelatihan relawan, serta integrasi dengan program pangan lainnya, seperti bantuan pangan bergizi dan penguatan ketahanan pangan keluarga.
Dengan pembangunan 8.200 SPPG tersebut, pemerintah berharap kesenjangan layanan kesehatan dan gizi antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil dapat diperkecil secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang.
Editor : Red-SR
Sumber Berita: Suararakyat. info














