Pemdaprov Jabar Siapkan Moratorium Penebangan Hutan untuk Kurangi Risiko Bencana

- Penulis

Kamis, 4 Desember 2025 - 00:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| BANDUNG – Pemda Provinsi Jawa Barat akan memberlakukan moratorium atau penghentian sementara penebangan hutan di kawasan yang berisiko menimbulkan bencana. Kebijakan ini sedang disiapkan dan akan diumumkan dalam waktu dekat.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa langkah ini diambil karena kondisi hutan di Jawa Barat semakin memprihatinkan.

“Pemda Provinsi Jawa Barat akan segera membuat moratorium larangan penebangan areal hutan yang memiliki potensi terjadinya musibah. Moratorium akan disiapkan dan secepatnya diluncurkan,” kata KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, (03/12/2025).

Ia menuturkan, menanam pohon itu penting, tapi melindungi pohon jauh lebih penting. Menanam 1.000 pohon belum tentu tumbuh menjadi 100 pohon, tetapi menebang 1.000 pohon sudah pasti menghilangkan banyak manfaat bagi lingkungan.

KDM juga menegaskan bahwa menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama.
“Kita tinggal di bumi, jadi bumi ini harus kita rawat dan jaga, bukan kita rusak,” ucapnya.

Sebelumnya, ia juga menyebut bahwa saat ini hanya sekitar 20 persen hutan di Jabar yang masih benar-benar utuh, sementara 80 persen sisanya sudah rusak. Kondisi ini membuat kebijakan perlindungan hutan menjadi sangat mendesak.

Menanam dan merawat pohon

Selain moratorium, KDM juga berencana menggerakkan warga mengelola 1–2 hektare hutan dengan cara menanam dan merawat pohon hingga tumbuh kuat. Warga yang terlibat akan mendapatkan upah harian standar Rp50.000.

Ia menjelaskan bahwa program ini dirancang agar masyarakat bisa ikut menjaga lingkungan sekaligus memperoleh manfaat ekonomi.

Jenis pohon yang ditanam merupakan kombinasi antara pohon hutan yang tidak bisa ditebang, seperti jamuju dan tanjung, kemudian pohon produktif, seperti petai, jengkol, dan nangka, agar warga bisa menikmati hasilnya di masa mendatang.

Pemda Provinsi Jabar juga akan berdiskusi dengan Perhutani untuk memastikan luas lahan kosong yang bisa dikelola dalam program ini.
(Humas Jabar)

READ  Pelatihan MIS dan Monev Program TEKAD 2025: Meningkatkan Kapasitas Fasilitator untuk Desa yang Maju dan Mandiri

Editor : Red-SR

Sumber Berita: Suararakyat. info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ratusan Pegawai Ikuti Donor Darah Kemendes PDT, Mendes Yandri: Desa Harus Jadi Sumber Kemanusiaan
Pemkot Sorong Gelar Workshop Tata Kelola BOS, Perkuat Komitmen Program Sekolah Gratis
Gubernur Papua Barat Daya Serahkan Dua Unit Minibus untuk SLB Raja Ampat
2026, Tiket Kapal Ekspres Sorong – Waisai Naik : Ini Penjelasannya
Walikota Sorong Tanam 250 Pohon, Wujudkan Kota Hijau dan Tangguh Iklim
Pemkot Sorong Serahkan DPA, Wali Kota Tekankan Percepatan Program Prioritas
Wali Kota Sorong Ingatkan OPD Kelola Keuangan Secara Hati-Hati
Gubernur Papua Barat Daya Siapkan Dokumen Lengkap Hadapi Sengketa Tiga Pulau
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:50 WIB

Ratusan Pegawai Ikuti Donor Darah Kemendes PDT, Mendes Yandri: Desa Harus Jadi Sumber Kemanusiaan

Selasa, 13 Januari 2026 - 06:41 WIB

Pemkot Sorong Gelar Workshop Tata Kelola BOS, Perkuat Komitmen Program Sekolah Gratis

Senin, 12 Januari 2026 - 14:56 WIB

Gubernur Papua Barat Daya Serahkan Dua Unit Minibus untuk SLB Raja Ampat

Senin, 12 Januari 2026 - 08:26 WIB

2026, Tiket Kapal Ekspres Sorong – Waisai Naik : Ini Penjelasannya

Sabtu, 10 Januari 2026 - 01:39 WIB

Walikota Sorong Tanam 250 Pohon, Wujudkan Kota Hijau dan Tangguh Iklim

Berita Terbaru