SUARARAKYAT.info||Sukabumi – Di balik keberhasilan SPPG Caringin 02 mencapai standar 3.000 DPM sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN), terdapat perhatian besar yang terus diberikan kepada para relawan yang menjadi motor penggerak dapur tersebut.
Berlokasi di Kampung Tegalsereh, Desa Caringin, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, dapur ini menempatkan kesejahteraan relawan sebagai prioritas utama dalam mendukung kelancaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala SPPG Caringin 02, Diki Ramdani, S.Pd.I., menegaskan bahwa keberhasilan dapur tidak hanya diukur dari kelengkapan persyaratan administrasi, tetapi juga dari terpenuhinya hak-hak relawan yang bekerja setiap hari memastikan layanan berjalan optimal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kesehatan relawan menjadi prioritas, sehingga kami mendafarkan mereka dalam program BPJS. Upah dan jam kerja juga kami sesuaikan dengan regulasi yang berlaku,” jelas Diki, Senin (1/12/2025).
Menurutnya, para relawan bukan sekadar tenaga pendukung, tetapi bagian dari keluarga besar dapur. Karena itu, kebutuhan relawan di luar dapur pun menjadi perhatian, sebagai bentuk penghargaan terhadap dedikasi mereka dalam melayani peserta program MBG.
“Bahkan kebutuhan relawan di luar dapur pun kami perhatikan, karena kami menganggap relawan sebagai keluarga,” tambah Diki.
Meski fokus pada kesejahteraan relawan, SPPG Caringin 02 tetap memastikan setiap persyaratan dapur terpenuhi sesuai regulasi BGN. Mulai dari sertifikat chef, kelayakan air, SLHS, hingga sertifikat halal yang kini dalam proses penyelesaian.
“Kelengkapan ini menjadi bukti keseriusan dapur dalam menyediakan layanan makanan yang aman dan berkualitas, sekaligus menghindari risiko seperti kejadian luar biasa (KLB),”ujarnya.
Dengan terpenuhinya semua persyaratan tersebut, Dapur Caringin 02 akhirnya menerima alokasi penuh 3.000 DPM pada 4 November 2025, setelah sebelumnya sempat tidak menerima CPM selama hampir satu bulan.
“SPPG Caringin 02 juga menegaskan komitmen mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi lokal, dan penguatan gizi anak bangsa melalui program MBG,”lanjut Diki.
Diki berharap dapur yang ia pimpin dapat menjadi teladan bagi dapur lain di Kecamatan Gegerbitung.
Ia juga mendorong adanya penelitian mengenai dampak MBG terhadap pertumbuhan dan kecerdasan peserta didik di wilayah tersebut, sebagai langkah menuju terwujudnya Generasi Emas 2045.
“Ini visi misi kami dan selaras dengan visi misi Bapak Presiden,” pungkasnya.
Penulis : Prima RK
Editor : Red-SR
Sumber Berita: Suararakyat. info














