Pertemuan Dua Tokoh Nasional di RS UKI Bahas Krisis Kepercayaan Publik dan Masa Depan Demokrasi Indonesia

- Penulis

Jumat, 28 November 2025 - 03:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Jakarta — Suasana hangat penuh keakraban mewarnai pertemuan dua sahabat lama pada Kamis, (27/11/2025), di Fakultas Kedokteran RS UKI Jakarta. Ketua DPP GAKORPAN, Dr. Bernard BBBBI Siagian, SH., M.Akp, bertatap muka kembali dengan Prof. Dr. dr. P. Ruyandi Hutasoit, Sp.BU, tokoh nasional sekaligus Ketua Umum Partai Setara Indonesia partai baru yang direinkarnasi dari Partai Damai Sejahtera.

Dalam perbincangan panjang tersebut, keduanya membahas dinamika global dan turbulensi dunia politik nasional yang kian memanas dalam beberapa bulan terakhir. Mereka menilai polemik politik belakangan ini dipicu oleh sikap arogansi sebagian anggota legislatif yang dinilai abai terhadap mandat rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi Republik Indonesia.

Situasi politik sempat mencapai titik genting setelah rangkaian demonstrasi dan kerusuhan yang meluas di berbagai daerah pada 25–28 Agustus 2025. Dr. Bernard dan Prof. Ruyandi menyamakan tensi tersebut dengan situasi menjelang keruntuhan rezim Orde Baru pada 1998, ketika mahasiswa dan rakyat bersatu akibat rasa muak terhadap tirani kekuasaan.

Menurut Prof. Ruyandi, gelombang kemarahan publik tidak muncul tanpa sebab. Rakyat semakin tertekan oleh persoalan sosial-ekonomi yang memburuk, sementara kekayaan alam negeri yang melimpah justru lebih banyak dieksploitasi oleh kepentingan asing dan kelompok oligarki.

“Korupsi sudah menjalar dari hulu hingga hilir, dari kementerian hingga proyek-proyek daerah. Mafia tanah, permainan anggaran, hingga mark-up proyek menjadi pemandangan sehari-hari. Negeri ini seperti Konoha yang sakit kronis: tikus berdasi berkeliaran di tiga pilar kekuasaan eksekutif, yudikatif, dan legislatif,” ujar Prof. Ruyandi dalam diskusi tersebut.

Menjawab berbagai kegelisahan publik, Prof. Ruyandi menegaskan bahwa Partai Setara Indonesia (PSI) hadir sebagai gerakan moral yang membawa misi kesetaraan manusia tanpa memandang suku, agama, ras, kasta, atau latar ekonomi.

READ  Dugaan Razia Liar Dishub dan Aparat Gabungan di Jakarta, Tim Investigasi GAKORPAN Soroti Praktik Pungli yang Makin Terstruktur


Setara Indonesia, menurutnya, membawa prinsip,Pancasila & UUD 1945 sebagai dasar keadilan sosial,Integritas, transparansi, akuntabilitas,
Profesionalisme dan etika politik,Penguatan ekonomi rakyat berbasis koperasi & ekonomi kreatif,Rasa gotong royong dan solidaritas lintas kelompok.“Partai ini harus menjadi asam, garam, dan lilin. Sekecil apa pun perannya, ia harus menerangi dan menguatkan bangsa,” tegasnya.

PSI juga ingin menutup kesenjangan antara partai besar dan kecil, antara yang kaya dan miskin, serta merangkul seluruh elemen masyarakat untuk membangun Indonesia yang setara.

Dalam percakapan itu, kedua tokoh memberi pesan tegas kepada para anggota DPR dan pejabat publik yang dinilai telah jauh dari amanah, Tidak lupa diri terhadap rakyat yang memilihnya,Tidak tunduk terhadap uang sogokan atau kepentingan oligarki,

Berani menolak kebijakan yang menyengsarakan rakyat,Mencegah penggusuran sewenang-wenang dan perampasan tanah atas nama pembangunan.“Ganyang para koruptor yang menyengsarakan rakyat kecil! Ganyang mafia tanah dan oligarki sesat!” tegas Dr. Bernard.

Keduanya mengingatkan bahwa menurunnya kepercayaan publik adalah bom waktu yang dapat memicu kerusuhan baru jika tidak segera disikapi dengan tindakan nyata.

Pertemuan tersebut juga membahas persiapan menuju deklarasi resmi dan peresmian kepengurusan Partai Setara Indonesia di seluruh tingkatan mulai dari DPP, DPD, DPC hingga DPAC sebagai langkah awal menyongsong dinamika politik 2026.

PSI diharapkan mampu menjadi wadah perjuangan rakyat kecil, memperjuangkan kemakmuran bangsa,“Jayalah Partai Setara Indonesia. Kita dorong kemakmuran dan kesejahteraan bangsa. Merdeka!” ujar Prof. Ruyandi menutup pertemuan.

(Dr.Bernard)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pakar Hukum Kristianto Manullang: Menanti Keppres Prabowo, Polemik Status Ibu Kota Negara Kembali Menghangat Pasca Putusan MK
Kepala tukang: Pondasi Bak Penampungan Air Bersih Harus Presisi
Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1801/Manokwari, Berikan Pertolongan Pertama Kepada Warga Yang Terkena Parang Saat Kerja
17 Tahun LBH BALINKRAS: Dari Pendampingan Rakyat Kecil hingga Menjaga Marwah Keadilan di Tengah Tantangan Zaman
252 Siswa SDN Ciherang Sukabumi Tak Terima MBG Lebih Lima Bulan, Disebutkan Alasan Over Kuota
321 WNA Digulung di Hayam Wuruk, Polri Bongkar Dugaan Sindikat Judi Online dan Penipuan Daring Internasional Bernilai Miliaran Rupiah
TMMD Ke-128 Kodim 1801/Manokwari, Jadi Bukti Nyata Soliditas TNI-Polri dan Rakyat Kompak Bangun Kampung Tanah Rubuh
Kodaeral XIV Sorong Gelar Persami Korps Kadet Republik Indonesia Gelombang V
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:01 WIB

Pakar Hukum Kristianto Manullang: Menanti Keppres Prabowo, Polemik Status Ibu Kota Negara Kembali Menghangat Pasca Putusan MK

Selasa, 12 Mei 2026 - 05:11 WIB

Kepala tukang: Pondasi Bak Penampungan Air Bersih Harus Presisi

Selasa, 12 Mei 2026 - 05:07 WIB

Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1801/Manokwari, Berikan Pertolongan Pertama Kepada Warga Yang Terkena Parang Saat Kerja

Senin, 11 Mei 2026 - 14:16 WIB

17 Tahun LBH BALINKRAS: Dari Pendampingan Rakyat Kecil hingga Menjaga Marwah Keadilan di Tengah Tantangan Zaman

Senin, 11 Mei 2026 - 11:01 WIB

252 Siswa SDN Ciherang Sukabumi Tak Terima MBG Lebih Lima Bulan, Disebutkan Alasan Over Kuota

Berita Terbaru