Indra: Kepala Daerah Jangan Jadi Pejabat Publik Anti-Kritik? Lebih Baik Jadi ‘Kepala Rumah Tangga’ Saja!

- Penulis

Selasa, 25 November 2025 - 10:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUQRARAKYAT.info|| Tembilahan – Di era keterbukaan informasi, pejabat publik dituntut untuk memiliki mental baja. Pasalnya, setiap kebijakan dan tindakan mereka akan menjadi sorotan publik.Senin(25/11/2025)

Dalam hal ini. Indra,menegaskan bahwa pejabat yang anti-kritik sebaiknya tidak usah bermimpi menduduki jabatan strategis.
“Kalau tidak ingin dikritik, jangan jadi pejabat publik. Lebih baik tinggal di rumah saja men jadi ‘kepala rumah tangga’,” ujar Indra dengan nada tegas.

Menurut Indra, kritik adalah bagian tak terpisahkan dari pelayanan publik. Pejabat publik digaji oleh rakyat, sehingga sudah seharusnya mereka siap menerima masukan, bahkan kritikan pedas sekalipun.

“Kritik itu bentuk pertanggungjawaban publik. Kalau ada pejabat yang anti-kritik, patut dipertanyakan komitmennya dalam melayani masyarakat,” lanjutnya.

Indra juga menyoroti bahaya dari mentalitas “Asal Bapak Senang” (ABS) yang kerap menghinggapi pejabat publik. Menurutnya, Kepala Daerah ataupun pejabat yang anti-kritik cenderung hanya ingin menyenangkan dirinya sendiri tanpa peduli dengan kepentingan rakyat.
“Kepala Daerah ataupun Pejabat seperti ini hanya akan membuat kebijakan yang tidak efektif dan merugikan masyarakat,” tegasnya lagi.

Lebih lanjut, Indra mengingatkan bahwa pejabat yang tidak siap dikritik akan kesulitan menjalankan tugasnya dengan baik. Mereka akan cenderung defensif dan menutup diri dari masukan konstruktif.
“Ini bisa merusak iklim demokrasi yang sehat. Pejabat seharusnya terbuka terhadap kritik dan menjadikan kritik sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja,” pungkasnya.

Pernyataan Indra ini menjadi tamparan keras bagi para pejabat publik yang alergi terhadap kritik. Pesan yang ingin disampaikannya jelas: jika tidak siap dikritik, jangan jadi Kepala Daerah ataupun pejabat publik!.

(Tim)

READ  Di Balik Nasi Bungkus Ada Kebersamaan :  TMMD Ke-128 di Kampung Tanah Rubuh, Tanpa Sekat Tanpa Batas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Distribusi BBM Nelayan Inhil Dalam Sorotan, Kabid Perikanan Tegaskan Tak Ada Extra dan Barcode untuk Kapal 5 GT ke Atas
Yuliantini Minta Data Kemiskinan Diperkuat, Program Harus Tepat Sasaran hingga Tingkat RT
DPP ASWIN Resmi Sahkan Kepengurusan DPC Kabupaten Kepulauan Meranti Periode 2026–2031
Tingkatkan Sinergitas, Kodaeral XIV Sorong Menerima Kunjungan Kerja SKK Migas Perwakilan Pamalu dan KKKS Petronas Bobara
Aksi Ormas Berujung Laporan: Wali Kota Sukabumi Disorot dari Data hingga Dugaan Penistaan
Ketidaksesuaian Foto dan Narasi Berita, Pemkab Meranti Klarifikasi Temuan Belanja Suku Cadang
POLISI CINTA PETANI: PERSONIL POLSEK BENGKALIS TURUN KE PERKEBUNAN MERAWAT HINGGA PANEN TANAMAN JAGUNG PIPIL BUMDES DARA SEMBILAN*
Dukung Swasembada Pangan, Polsek Bengkalis Gelar Aksi Penanaman Jagung Pipil Serentak di Desa Kuala Alam*
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 07:52 WIB

Distribusi BBM Nelayan Inhil Dalam Sorotan, Kabid Perikanan Tegaskan Tak Ada Extra dan Barcode untuk Kapal 5 GT ke Atas

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:07 WIB

Yuliantini Minta Data Kemiskinan Diperkuat, Program Harus Tepat Sasaran hingga Tingkat RT

Minggu, 14 Juni 2026 - 02:14 WIB

DPP ASWIN Resmi Sahkan Kepengurusan DPC Kabupaten Kepulauan Meranti Periode 2026–2031

Sabtu, 13 Juni 2026 - 00:48 WIB

Tingkatkan Sinergitas, Kodaeral XIV Sorong Menerima Kunjungan Kerja SKK Migas Perwakilan Pamalu dan KKKS Petronas Bobara

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:19 WIB

Aksi Ormas Berujung Laporan: Wali Kota Sukabumi Disorot dari Data hingga Dugaan Penistaan

Berita Terbaru