SUARARAKYAT.info|| Jakarta-Ws. Liem Liliany Lontoh, Instruktur Nasional Moderasi Beragama juga Dosen Sekolah Tinggi Khonghucu Indonesia (STIKIN) dan Ketua Hubungan Antar Lembaga dan Lintas Agama Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia baru-baru ini menjadi pembicara pada Acara Bedah Buku dan Dialog Lintas Agama oleh Pusat Moderasi Beragama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, tanggal 29 Oktober 2025.
Menurut pandangannya, moderasi beragama menjadi kunci untuk memelihara keharmonisan Indonesia yang multikultural dengan menekankan pentingnya toleransi dan penghargaan terhadap keanekaragaman. Kerukunan antar umat beragama dianggap sebagai cerminan dari hakikat manusia yang sejati. Diketahui bahwa hidup berdampingan secara harmonis dengan sesama manusia merupakan prasyarat utama bagi kehidupan yang tenteram dan damai.
Terdapat beberapa poin penting tentang moderasi beragama yang disampaikan, yaitu:

1. Tujuan Moderasi Beragama: Mencapai kerukunan dan kedamaian dalam masyarakat multikultural.
2. Prinsip Moderasi Beragama: Menghormati perbedaan, tidak memaksakan kehendak, dan mengedepankan toleransi.
3. Penerapan Moderasi Beragama: Melalui pendidikan, dialog, dan kerja sama antarumat beragama.
4. Manfaat Moderasi Beragama: Meningkatkan kerukunan, kedamaian, dan kesejahteraan masyarakat.
Liem Liliany Lontoh menekankan pentingnya moderasi beragama dalam menjaga kerukunan umat beragama di Indonesia karena moderasi erat kaitannya dengan toleransi dan keanekaragaman. Beliau juga mengingatkan bahwa tanpa toleransi yang tinggi, konflik dapat timbul.
“Moderasi adalah proses, dan kerukunan adalah hasil. Seringkali kita hanya terpaku pada keinginan menggapai hasil, yakni kerukunan, tanpa memperdulikan dan seringkali abai dengan proses membentuk cara pandang, membangun kesadaran dan perilaku, yakni moderasi. Moderasi Beragama menjadi sarana mewujudkan kemaslahatan kehidupan beragama dan berbangsa yang harmonis, damai dan toleran sehingga Indonesia maju,” urainya kepada suararakyat. info, di Jakarta, Selasa (04/11/2025).
Liliany menekankan bahwa moderasi beragama bukan berarti mengurangi kualitas beragama, melainkan justru meningkatkan kualitas beragama dengan cara menginternalisasi inti ajaran agama secara menyeluruh sambil menghargai keragaman keyakinan dan tafsir keagamaan.
Moderasi beragama bertujuan untuk:
1. Menginternalisasi nilai agama sebagai landasan spiritual, moral, dan etika dalam kehidupan individu dan bermasyarakat.
2. Menghargai keragaman beragama untuk mendorong kehidupan keagamaan yang moderat dan memperkuat komitmen kebangsaan.
Dengan demikian, moderasi beragama dapat membuat umat lebih dekat dengan Tuhan dan lebih erat dengan sesama, sehingga menciptakan kehidupan yang harmonis dan damai.
Zhong Yong Bab XIl:3 Satya dan Tepasarira itu tidak jauh dari Jalan Suci. Apa yang tidak diharapkan mengena diri sendiri, janganlah diberikan kepada orang lain.’’
Lunyu ; JilidXV:40 Nabi bersabda, “ Kalau berlainan Jalan Suci, tidak usah saling berdebat.
Liliany telah menjadi nara sumber Moderasi Beragama pada beberapa kegiatan seperti :
– Pembinaan Moderasi Beragama bagi Guru dan Penyuluh Khonghucu di Kota Jambi tanggal 07 sampai 09 Juli 2023.
– Pembinaan Moderasi Beragama pada Sekolah / Perguruan Tinggi Agama Khonghucu di Wisma Haji Ciloto, Cipanas – Cianjur tanggal 14 sampai 16 Juli 2023.
– Penguatan Moderasi Beragama di Pusdiklat Kemenag Jakarta bagi peserta TOT PMB Angkatan ke II pada tanggal 22 Juli 2023.
– Seminar Moderasi Beragama Lintas Agama di Makin Jakarta Barat tanggal 18 Januari 2024.
– Seminar Moderasi Beragama Lintas Agama, menebar Kebajikan bagi sesama, Penyelenggara Kemenag RI bertempat di Kelenteng Kongmiao Taman Mini Indonesia Indah , tanggal 30 Januari 2024*
– Pembinaan Moderasi Beragama dan Wawasan Kebangsaan bagi Ustadz Pondok Pesantren yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam tanggal 4 – 6 Maret 2024 di Jakarta.
– Penguatan Moderasi Beragama bagi Masyarakat yang diselenggarakan oleh Majalah Risalah LTN PBNU dan Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI di Hotel Bintang Wisata Mandiri, Jakarta Pusat pada 10 Desember 2024.
– Jumpa Agama, Melalui Khonghucu menuju Keseimbangan diselenggarakan oleh Universitas Ciputra pada 15 Mei 2025.
– Acara Bedah Buku dan Dialog Lintas Agama oleh Pusat Moderasi Beragama LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, tanggal 29 Oktober 2025.
Narasumber Dialog Antar Agama
1. KH. Moh. Al Faiz, Lc, M.Ag. (Tokoh Agama Islam)
2. Lumba Naibaho, S.Th., M.Th. (Tokoh Agama Kristen)
3. Romo Yoseph Utus (Tokoh Agama Katolik)
4. Prof. Dr. I Ketut Mahardika, M.Si. (Tokoh Agama Hindu)
5. Sutarno, S.Ag. (Tokoh Agama Budha)
6. Ws. Liem Liliany Lontoh, S.Pd., SE., M.Ag.
(Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia, Jakarta)
Narasumber bedah buku
7. Mashur Imam, ME.
8. Yusuf Deswanto, S.S., M.Div.
Liliany menyerukan agar “Moderasi Beragama senantiasa terus digaungkan, dengan menempuh Jalan Tengah melalui perkataan dan tindakan yang bijak, sebagai kebutuhan mendasar bagi seluruh umat manusia di dunia.
(S handoko)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT














