Kecelakaan Diduga Libatkan Dua Truk Bermuatan Kayu Ilegal di Jalur Teluk Meranti, Pelalawan: Juragan Kayu Dituding Pemilik Kedua Kendaraan

- Penulis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 06:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Pelalawan, Riau — Sebuah peristiwa kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Desa Petodaan, kawasan Jalan Lintas Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan,Rabu malam (23/10/2025), menimbulkan tanda tanya besar. Pasalnya, kedua kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut diduga sama-sama membawa muatan kayu olahan hasil praktik ilegal, dan disebut-sebut milik satu orang yang dikenal sebagai juragan kayu bernama Ipat alias Jepri.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lapangan, kejadian tersebut melibatkan sebuah mobil Mitsubishi Colt Diesel Canter roda enam yang menabrak bagian belakang mobil Isuzu roda enam warna putih. Keduanya tengah melaju dari arah yang sama, dengan dugaan kuat sedang mengangkut kayu olahan yang akan dikirim menuju Pekanbaru.

Menurut keterangan warga sekitar, suara benturan keras terdengar sekitar tengah malam. Setelah ditelusuri, ternyata kedua kendaraan tersebut sarat muatan kayu yang belum diketahui asal-usul legalitasnya.
“Yang jelas dua-duanya bawa kayu olahan, dan kata orang, mobil itu milik si Ipat juragan kayu yang sering lalu-lalang di jalur sini,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nama Ipat alias Jepri memang bukan sosok baru di kawasan Teluk Meranti. Ia disebut-sebut sebagai salah satu pemain lama dalam bisnis perdagangan kayu ilegal, yang kerap memanfaatkan jalur darat menuju Pekanbaru untuk mendistribusikan hasil olahan dari wilayah hutan sekitar Pelalawan dan sekitarnya. Warga menduga aktivitas tersebut telah berlangsung cukup lama tanpa adanya tindakan tegas dari aparat.

READ  Usai Tarawih, Warga Cibadak Diduga Temukan Mayat Pria Telungkup di Toilet BUMDes

Seorang tokoh masyarakat setempat, menilai peristiwa kecelakaan ini seperti menjadi “peringatan alam” terhadap lemahnya pengawasan terhadap praktik penebangan liar di kawasan itu.
“Mungkin ini yang ditunggu oleh pihak berwenang harus terjadi sesuatu baru bertindak, itupun kalau tidak ada skenario dan pola lain di baliknya,” sambungnya dengan nada geram.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi kecelakaan dan status muatan kayu tersebut. Namun sumber di lapangan menyebut bahwa penyidik tengah memeriksa dokumen angkutan dan asal-usul kayu untuk memastikan apakah keduanya terlibat dalam praktik illegal logging.

Peristiwa ini menambah daftar panjang persoalan penebangan liar dan perdagangan kayu ilegal di Kabupaten Pelalawan, wilayah yang dikenal memiliki bentang hutan produksi dan konservasi luas namun rentan terhadap aktivitas ilegal.
Warga berharap, insiden ini dapat menjadi momentum bagi aparat penegak hukum untuk menindak tegas para pelaku dan jaringan bisnis kayu ilegal, bukan hanya sekadar menangani akibat kecelakaan di jalan raya.

Catatan Redaksi:
Sebagai media yang menjunjung tinggi prinsip independensi dan keberimbangan, redaksi membuka ruang hak jawab bagi semua pihak yang berkepentingan terhadap pemberitaan ini sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

(Athia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BREAKING NEWS: Polres Raja Ampat Bersama Tim Gabungan Evakuasi Jenazah Laki-laki Tanpa Identitas di Perairan Waipun
Hujan Deras dan Drainase Buruk Picu Longsor di Perum Griya Bojongkokosan Asri, Warga Cemas Ancaman Susulan
Desakan FORWACIB Menguat, Dugaan Kejanggalan Kredit Rp2 Miliar Seret Nama Legislator Kota Sukabumi
Kepala Dinas atau Juru Lempar Jawaban?  MIO Sukabumi Raya Soroti Dugaan Mandulnya Pengawasan di Dinas PU Kabupaten Sukabumi
Air Bersih Tak Pernah Mengalir, Warga Sukasirna Desak KPK Turun Periksa Program Hibah MBR dan SL Mandiri PDAM Sukabumi
Kapolsek Kalibunder Pastikan Penanganan Kasus Pria Ditemukan Meninggal di Alfamart Dilakukan Sesuai Prosedur
SIMPUL Sukabumi Gelar Aksi Damai, Soroti Mangkraknya Pembangunan RSB Bebeza dan Transparansi Dana Umat di BAZNAS Kabupaten Sukabumi
Jalan Kabupaten Terabaikan, Warga Jampang Tengah Tandu Pasien 10 Km Demi Akses Layanan Kesehatan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:56 WIB

BREAKING NEWS: Polres Raja Ampat Bersama Tim Gabungan Evakuasi Jenazah Laki-laki Tanpa Identitas di Perairan Waipun

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:45 WIB

Hujan Deras dan Drainase Buruk Picu Longsor di Perum Griya Bojongkokosan Asri, Warga Cemas Ancaman Susulan

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:54 WIB

Desakan FORWACIB Menguat, Dugaan Kejanggalan Kredit Rp2 Miliar Seret Nama Legislator Kota Sukabumi

Senin, 11 Mei 2026 - 14:31 WIB

Kepala Dinas atau Juru Lempar Jawaban?  MIO Sukabumi Raya Soroti Dugaan Mandulnya Pengawasan di Dinas PU Kabupaten Sukabumi

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:16 WIB

Air Bersih Tak Pernah Mengalir, Warga Sukasirna Desak KPK Turun Periksa Program Hibah MBR dan SL Mandiri PDAM Sukabumi

Berita Terbaru