DKP2B-Satpol PP Papua Barat Daya Gelar Penyusunan Indeks Ketahanan Daerah dan Finalisasi RPB 2025: Wujud Komitmen Menuju Provinsi Tangguh Bencana

- Penulis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 05:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Sorong Papua Barat Daya — Dinas Kebakaran dan Penyelamatan, Penanggulangan Bencana, serta Satuan Polisi Pamong Praja (DKP2B-Satpol PP) Provinsi Papua Barat Daya menggelar Kegiatan Konsultasi Publik Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) serta Penyusunan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) untuk seluruh kabupaten/kota se-Papua Barat Daya.

Kegiatan strategis ini berlangsung di salah satu hotel di Kota Sorong, Kamis (23/10/2025), dan dihadiri berbagai pemangku kepentingan lintas sektor.

Ketua Panitia Joshua R. Homer dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat ketangguhan daerah terhadap bencana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan bahwa forum ini melibatkan perwakilan OPD provinsi, BPBD kabupaten/kota, TNI/Polri, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, tokoh adat dan agama, kaum disabilitas, dunia usaha, serta media.

“Melalui kegiatan ini diharapkan lahir dokumen final RPB 2025 yang lebih komprehensif, akomodatif, dan inklusif, serta dapat meminimalkan kesenjangan antara Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) dan Indeks Ketahanan Daerah (IKD),” ujar Joshua.

Joshua menambahkan, output dari kegiatan ini mencakup finalisasi draft RPB 2025, pengumpulan masukan substantif dari peserta, serta penyusunan notulensi dan laporan hasil konsultasi publik.

Adapun RPB 2025 memuat empat pilar utama penanggulangan bencana, yakni pencegahan dan mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, serta rehabilitasi dan rekonstruksi. Setiap pilar dijabarkan ke dalam program dan kegiatan prioritas untuk tahun 2025 sebagai dasar penguatan sistem penanggulangan bencana di Papua Barat Daya.

Sementara itu, Koordinator Tim Ahli Penyusun Dokumen RPB dari Yayasan Inanta Makassar, Johny Sumbung, menjelaskan bahwa penyusunan dokumen ini telah melalui serangkaian uji publik dan asistensi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Dokumen RPB Papua Barat Daya memiliki nilai strategis yang tinggi karena provinsi ini merupakan daerah otonom baru yang membutuhkan arah kebijakan penanggulangan bencana yang kuat dan berkelanjutan,” ungkap Johny.

READ  DPRD Bangka Saat Giat Reses, Hasil Pantauan Pasar Kite Sungailiat Sudah Layak di Revitalisasi

Kepala Dinas DKP2B dan Satpol PP Provinsi Papua Barat Daya, Vicente Campana Baay, dalam sambutannya menegaskan bahwa Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) adalah dokumen induk yang menjadi dasar dalam setiap langkah strategis penanggulangan bencana di daerah.

“RPB adalah ‘Alkitab’ dalam upaya penanggulangan bencana. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007, setiap provinsi dan kabupaten/kota wajib memiliki RPB sebagai panduan menuju visi Indonesia Tangguh Bencana 2045,” ujar Vicente.

Ia menambahkan, penyusunan dokumen ini menjadi langkah penting untuk mengidentifikasi risiko, mengukur potensi dampak, dan menyelaraskan strategi penanggulangan bencana dengan arah pembangunan daerah dan nasional.

Vicente menjelaskan, saat ini dokumen RPB Provinsi Papua Barat Daya telah memasuki tahap akhir dan berbasis pada analisis risiko di masing-masing kabupaten/kota. Dokumen tersebut mencakup program pencegahan bencana hingga rincian anggaran, agar implementasinya lebih terencana dan terarah.

“Kami berharap dokumen ini benar-benar menjadi pedoman utama dalam melaksanakan strategi penanggulangan bencana di seluruh wilayah Papua Barat Daya. Ini adalah bentuk komitmen pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat dan memperkuat ketahanan wilayah terhadap berbagai ancaman bencana,” tutup Vicente Baay.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, DKP2B dan Satpol PP Provinsi Papua Barat Daya menegaskan komitmennya untuk mewujudkan Papua Barat Daya yang tangguh, adaptif, dan siap menghadapi berbagai tantangan bencana di masa depan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belasan Siswa MA Sabilal Muhtadin Ujian di Teras Tanpa Alas, Pengakuan Siswi dan Keterangan Guru Berbeda, Hak Anak Jadi Sorotan Publik
Pemcam Sukalarang Hijaukan Wilayah Lewat Aksi Bersih-Bersih dan Penanaman Pohon Serentak
Ketidaksesuaian Foto dan Narasi Berita, Pemkab Meranti Klarifikasi Temuan Belanja Suku Cadang
DPRD Kota Sukabumi Soroti Sekolah Maung, Minta Pemprov Jabar Jangan Korbankan Akses Siswa Lokal
Perkuat Integritas ASN, Kemenkum Papua Barat Ambil Sumpah PNS dan Angkat 10 Pejabat Fungsional
RSUD Sele Be Solu Kota Sorong Matangkan Persiapan Akreditasi, Kesiapan Capai 80 Persen
Gubernur Papua Barat Daya Resmi Buka Turnamen U-15, Dorong Generasi Muda Lewat Sepak Bola
Keluarga Besar Osok Kabanolo Palang TPA Sorong, Tuntut Pengukuran Ulang Dan Kesepakatan Tertulis
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:51 WIB

Belasan Siswa MA Sabilal Muhtadin Ujian di Teras Tanpa Alas, Pengakuan Siswi dan Keterangan Guru Berbeda, Hak Anak Jadi Sorotan Publik

Jumat, 12 Juni 2026 - 05:09 WIB

Pemcam Sukalarang Hijaukan Wilayah Lewat Aksi Bersih-Bersih dan Penanaman Pohon Serentak

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:22 WIB

Ketidaksesuaian Foto dan Narasi Berita, Pemkab Meranti Klarifikasi Temuan Belanja Suku Cadang

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:09 WIB

DPRD Kota Sukabumi Soroti Sekolah Maung, Minta Pemprov Jabar Jangan Korbankan Akses Siswa Lokal

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:47 WIB

Perkuat Integritas ASN, Kemenkum Papua Barat Ambil Sumpah PNS dan Angkat 10 Pejabat Fungsional

Berita Terbaru