JMSI Kuansing Nilai Aparat Gagal : Kapolri Didesak Copot Kapolres dan Evaluasi Kapolda Riau atas Dugaan Pembiaran Praktik Ilegal di Kuantan Singingi

- Penulis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 08:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||KUANTAN SINGINGI — Suara keras datang dari Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Kuantan Singingi, Rowandri. Ia mendesak Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk segera mengevaluasi Kapolda Riau Irjen Pol Hery Heriawan serta mencopot Kapolres Kuansing, AKBP R. Ricky Pratidiningrat, yang dinilai gagal total dalam menjalankan fungsi penegakan hukum di wilayah tersebut.

Desakan ini bukan tanpa alasan. Menurut Rowandri, kondisi penegakan hukum di Kuansing saat ini berada pada titik nadir. Sejumlah kasus krusial belum tertangani dengan serius, mulai dari kasus pembunuhan di Pucuk Rantau yang hingga kini tak kunjung tuntas, hingga kasus perusakan mobil dinas kepolisian dan penganiayaan terhadap seorang wartawan saat penertiban aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kecamatan Cerenti yang tak menunjukkan perkembangan berarti.

“Ini sudah di luar batas kewajaran. Masyarakat butuh keadilan dan rasa aman, bukan ketidakpastian hukum seperti sekarang. Kami menilai Kapolda Riau dan Kapolres Kuansing gagal menjalankan amanah institusi Polri,” tegas Rowandri, Selasa (21/10/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih jauh, Rowandri menyebut bahwa peristiwa penganiayaan terhadap jurnalis dan perusakan mobil dinas bukan perkara kecil. Kejadian tersebut terjadi di depan publik dan bahkan terekam video, namun hingga kini para pelaku masih bebas berkeliaran. Hal ini, kata dia, menjadi bukti lemahnya keberanian aparat dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

Poto: Terduga pelaku pembunuban

“Jika aparat tak mampu melindungi jurnalis dan aset negara, lalu siapa lagi yang bisa rakyat harapkan? Ini menunjukkan krisis kepercayaan yang parah terhadap aparat penegak hukum di Kuansing,” ujarnya dengan nada tajam.

Tak berhenti di situ, JMSI Kuansing juga menyoroti dugaan pembiaran terhadap sejumlah praktik ilegal yang marak di wilayah Kabupaten Kuansing. Aktivitas PETI, illegal logging, dan pembukaan kebun sawit di kawasan hutan lindung disebut terus terjadi secara terang-terangan, namun tak ada tindakan tegas dari pihak kepolisian.

READ  Kecamatan Bojonggede Digelar Reses Davil VI Masa Persidangan Ke II Tahun 2024-2025

“Publik menduga kuat ada pembiaran sistematis. Aktivitas PETI makin meluas, kayu-kayu dari hutan lindung terus keluar tanpa hambatan, dan lahan sawit baru bermunculan di kawasan yang jelas-jelas dilarang. Di mana peran Kapolres dan Kapolda?” sindir Rowandri.

Ia menilai, diamnya aparat atas praktik-praktik ilegal itu berpotensi menciptakan krisis moral dan keadilan di tengah masyarakat, serta menimbulkan kecurigaan adanya oknum-oknum yang bermain di balik pembiaran tersebut.

“Kita butuh Polri yang berani dan bersih. Bukan aparat yang hanya sibuk pencitraan, tapi membiarkan hukum dijadikan bahan tawar-menawar,” tegasnya lagi.

JMSI Kuansing berencana mengirimkan surat resmi kepada Kapolri sebagai bentuk desakan agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kapolres Kuansing dan Kapolda Riau. Menurut Rowandri, pergantian pimpinan adalah langkah strategis untuk memulihkan wibawa kepolisian dan mengembalikan kepercayaan publik.

“Kapolri jangan tutup mata. Kuansing butuh penegak hukum yang berani, profesional, dan punya nurani. Jangan biarkan masyarakat terus hidup dalam ketakutan dan ketidakpastian hukum,” pungkas Rowandri.

Desakan keras dari organisasi pers ini mendapat perhatian luas di kalangan masyarakat Kuansing. Publik kini menunggu langkah konkret dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam menanggapi kekecewaan dan keresahan warga atas penegakan hukum yang dinilai mandek, sarat pembiaran, dan kehilangan wibawa di bumi Kuantan Singingi.

Catatan Redaksi:

Sebagai media yang menjunjung tinggi prinsip independensi dan keberimbangan, redaksi membuka ruang hak jawab bagi semua pihak yang berkepentingan terhadap pemberitaan ini sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

(Athia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rajut Silaturahmi di Tanah Melayu, Laskar Se-Riau Serukan Persatuan dan Kebangkitan Budaya
Pemkot Sorong Genjot Program Kebersihan Demi Lingkungan Sehat: Langkah Nyata Wujudkan Kota Bersih dan Nyaman
Panglima Armada III Beri Penghargaan kepada Prajurit Berprestasi
Komadan Kodaeral XIV Laksanakan Pengecekan Ketahanan Pangan
Dinas Sosial Kota Sorong Kunjungi Yayasan Kasih Agape, Siap Perkuat Penanganan ODGJ
Kodim 1802/Sorong Percepat Penguatan Pondasi Jembatan Garuda Tahap IV
Latihan dan Uji Terampil Glagaspur, Prajurit Kodaeral XV Laksanakan Renang Laut, dan Menembak
Progres Jembatan Garuda Tahap IV Capai 23 Persen, Pekerjaan Pondasi Terus Dikebut di Sorong Barat
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 15:40 WIB

Rajut Silaturahmi di Tanah Melayu, Laskar Se-Riau Serukan Persatuan dan Kebangkitan Budaya

Kamis, 16 April 2026 - 08:40 WIB

Pemkot Sorong Genjot Program Kebersihan Demi Lingkungan Sehat: Langkah Nyata Wujudkan Kota Bersih dan Nyaman

Kamis, 16 April 2026 - 08:36 WIB

Panglima Armada III Beri Penghargaan kepada Prajurit Berprestasi

Kamis, 16 April 2026 - 06:55 WIB

Komadan Kodaeral XIV Laksanakan Pengecekan Ketahanan Pangan

Kamis, 16 April 2026 - 06:47 WIB

Dinas Sosial Kota Sorong Kunjungi Yayasan Kasih Agape, Siap Perkuat Penanganan ODGJ

Berita Terbaru