SUARARAKYAT.info||Sukabumi – Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Babakanjaya, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (15/10/2025) sore, menyebabkan air meluap dan masuk ke permukiman warga RT 04. Kejadian ini sempat menimbulkan kepanikan di kalangan warga, bahkan beredar video amatir yang menyebut banjir berasal dari Limbah pabrik di sekitar lokasi.
Dalam video tersebut, seorang warga tampak menunjuk ke arah pagar pabrik sambil berteriak bahwa banjir datang dari area industri. “Ini banjir, banjir tuh lihat dari pabrik,” ujar warga dalam rekaman video yang beredar
Menanggapi hal itu, Kepala Desa Babakanjaya, E. Benno, memberikan klarifikasi bahwa air yang menggenangi rumah warga bukan berasal dari limbah pabrik. Ia menjelaskan bahwa air tersebut merupakan aliran hujan dari Jalan Cidahu yang masuk ke area pabrik, kemudian merembes keluar melalui celah-celah pondasi pagar hingga mengalir ke permukiman warga RT 04.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Itu bukan air limbah pabrik. Air dari Jalan Cidahu masuk ke dalam pabrik saat hujan deras, lalu merembes keluar melalui pondasi pagar dan mengalir ke rumah-rumah warga,” ujar Benno saat dikonfirmasi, Kamis (16/10/2025).
Benno menegaskan, tudingan yang menyebut pabrik membuang limbah hingga menyebabkan banjir tidaklah benar. Ia juga menolak anggapan bahwa dirinya pernah mengeluarkan pernyataan terkait kebocoran limbah dari pabrik.
“Informasi itu tidak benar. Saya tidak pernah menyebut ada kebocoran limbah. Yang terjadi hanyalah aliran air hujan yang terjebak dan keluar lewat pagar,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pemerintah Desa Babakanjaya berencana untuk segera melakukan langkah antisipatif bersama pihak pabrik dan instansi terkait. Tujuannya agar sistem drainase dapat diperbaiki dan kejadian serupa tidak terulang saat musim hujan mendatang.
“Kami akan bergerak cepat mencari solusi agar air dari jalan tidak lagi masuk ke area pabrik dan merembes ke permukiman warga,” ujarnya.
Hingga Kamis pagi (16/10), air di wilayah RT 04 dilaporkan telah surut, namun warga berharap adanya penanganan permanen seperti perbaikan saluran air atau peninggian tanggul agar tidak lagi menjadi langganan banjir setiap hujan deras turun.
(Hs)














