Pasar Lembang Ciledug Tanggerang Kumuh dan Jorok: Aparat Diduga Tutup Mata, Uang Siluman Jadi Rahasia Umum?

- Penulis

Senin, 13 Oktober 2025 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Ciledug—Kondisi Pasar Lembang di wilayah Sudimara Barat, Ciledug, kian memprihatinkan. Pasar yang semestinya menjadi pusat ekonomi rakyat justru berubah menjadi kawasan kumuh, jorok, dan berbau busuk. Di sepanjang Jalan Raden Patah, terutama di depan Dian Plaza, tampak deretan pedagang kaki lima (PKL) yang menjajakan dagangan mulai dari buah, sayur, ayam potong, hingga ikan segar. Sayangnya, semua aktivitas itu dilakukan tanpa memperhatikan kebersihan dan sanitasi lingkungan.

Tim investigasi Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Anti Korupsi dan Penyelamat Aset Negara (DPP GAKORPAN) bersama sejumlah tokoh publik, di antaranya Dr. Bernard BBBBI Siagian, SH., M.Akp, Dr. Agip Supendi, SH., MH, Dr. Kristianto Manullang, SH., MH, dan Dr. Moses Waimuri, SH., M.Th, yang juga Ketua Aliansi Papua Bersatu NKRI, serta Rusman Pinem, S.Sos, Ketua Gerakan Solidaritas Nasional Rumah Besar Relawan Prabowo–Gibran 08, turun langsung ke lokasi pada Senin,{13/10/2025).Hasil pengamatan mereka sungguh mencengangkan.

Trotoar dan saluran drainase di sekitar pasar nyaris tak berfungsi karena dipenuhi tumpukan sampah organik dari aktivitas jual-beli. Air hitam menggenang, lalat beterbangan, dan aroma busuk menyengat dari sisa pembusukan bahan makanan. Beberapa titik bahkan ditemukan jentik-jentik nyamuk Aedes aegypti, tikus mati, serta kecoa yang berkeliaran di sekitar lapak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kondisi ini jelas sangat membahayakan kesehatan masyarakat. Seolah-olah tidak ada otoritas yang peduli terhadap sanitasi publik,” ujar Dr. Bernard Siagian kepada tim redaksi.

Ia menilai, pasar ini mencerminkan gagalnya sistem pengawasan dan pembinaan dari pihak pemerintah daerah.

Yang lebih mengejutkan, tim menemukan dugaan praktik “uang siluman” atau pungutan liar yang dilakukan oleh sebagian petugas kebersihan. Berdasarkan keterangan warga dan pedagang sekitar, kru pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bidang Kebersihan Kota Tangerang kerap meminta uang tip agar sampah mereka segera diangkut.

“Kalau tidak kasih uang, sampahnya dibiarkan menumpuk. Padahal mereka sudah digaji UMR oleh pemerintah,” ujar salah satu pedagang yang enggan disebut namanya.

READ  Jejak Gelap Ekspor Nikel Ilegal dari Raja Ampat: 5 Ton Uang Rakyat Mengalir ke China, Siapa Yang Bertanggung Jawab? 

Mobil truk pengangkut sampah dengan kode ‘Saber’ disebut kerap melintas di lokasi Raden Patah, namun kerja mereka diduga selektif dan tidak transparan.

Ironisnya, Satpol PP Kecamatan Ciledug dan Satpol PP Kota Tangerang, termasuk aparatur di Kelurahan Sudimara Barat dan Sudimara Selatan,Diduga seolah tak bergeming terhadap situasi ini.

Padahal keberadaan PKL yang menempati trotoar, sampah yang menggunung, serta bau menyengat telah berlangsung lama dan mengganggu kenyamanan publik.

“Ini bukan lagi persoalan kecil. Ada pembiaran struktural dan ketidakpedulian terhadap tata kelola lingkungan dan kesehatan masyarakat,” tegas Dr. Agip Supendi, SH., MH.

Ia mendesak Wali Kota Tangerang untuk segera mengevaluasi kinerja perangkat daerah terkait, terutama Dinas Lingkungan Hidup dan Satpol PP.

Kondisi pasar yang kumuh ini mencoreng citra Kota Tangerang yang selama ini gencar mengkampanyekan diri sebagai “kota layak huni dan ramah lingkungan.”

Faktanya, realitas di lapangan menunjukkan sebaliknya: pasar tradisional dibiarkan seperti tempat pembuangan sampah terbuka, tanpa pengelolaan yang memadai.

Menurut Dr. Kristianto Manullang, masalah ini tidak hanya menyangkut kebersihan, tetapi juga aspek tata ruang dan penegakan hukum.

“Kalau negara hadir hanya di papan reklame dan baliho, tapi absen di lapangan, itu sama saja menipu rakyat,” ujarnya tajam.

DPP GAKORPAN menegaskan akan menyurati secara resmi Wali Kota Tangerang, Dinas Lingkungan Hidup, serta Inspektorat Kota Tangerang untuk melakukan investigasi mendalam atas dugaan pungli dan pembiaran ini.

Organisasi tersebut juga menyiapkan laporan kepada aparat penegak hukum bila ditemukan indikasi korupsi dalam pengelolaan kebersihan dan retribusi pasar.

“Rakyat tidak butuh slogan hijau atau bersih kalau faktanya penuh busuk dan lalat,” ujar Dr. Moses Waimuri dengan nada kecewa.

Ia menegaskan, pembenahan pasar dan penegakan disiplin aparatur adalah ujian nyata dari komitmen pemerintah terhadap rakyat kecil.

(Tim Investigasi DPP GAKORPAN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Disdik Inhil Pastikan SPMB 2026 Berjalan Transparan dan Gratis, Pendaftaran Tetap Dibantu Sekolah Jika Terkendala Sistem
173 Jemaah Haji Asal Inhil Tiba di Tanah Air, Disambut Langsung Wakil Bupati Yuliantini di Embarkasi Batam
Pimpinan Media Pewarta se-Nusantara: Kritik Harus Mengedepankan Adab dan Etika
DPP ASWIN Gelar Forum Zoom Nasional Investigasi, Dorong Jurnalisme Berkualitas
Dugaan Aliran BBM Puluhan Ribu Liter ke Perusahaan Ebi Mencuat, Warga Minta Transparansi dan Penegakan Hukum Jangan Tutup Mata
Yakub F Ismail : Saat BBM Nonsubsidi Naik di Tengah Rupiah Melemah
Dirjen Imigrasi Tegaskan Reformasi Total, Ajak Jajaran Bangun Kembali Kepercayaan Publik
SENGKARUT MBG: INVESTOR DESAK BGN TEGAKKAN PKS ATAU KEMBALIKAN DANA RP 218 MILIAR
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:54 WIB

173 Jemaah Haji Asal Inhil Tiba di Tanah Air, Disambut Langsung Wakil Bupati Yuliantini di Embarkasi Batam

Senin, 15 Juni 2026 - 23:33 WIB

Pimpinan Media Pewarta se-Nusantara: Kritik Harus Mengedepankan Adab dan Etika

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:58 WIB

DPP ASWIN Gelar Forum Zoom Nasional Investigasi, Dorong Jurnalisme Berkualitas

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:36 WIB

Dugaan Aliran BBM Puluhan Ribu Liter ke Perusahaan Ebi Mencuat, Warga Minta Transparansi dan Penegakan Hukum Jangan Tutup Mata

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:42 WIB

Yakub F Ismail : Saat BBM Nonsubsidi Naik di Tengah Rupiah Melemah

Berita Terbaru