Marak Lagi PETI di Bungo: Escavator Hantam Alam Desa Batu Kerbau, Warga Desak Aparat Bertindak Tegas Sebelum Lingkungan Hancur Total

- Penulis

Kamis, 2 Oktober 2025 - 03:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Bungo, Jambi-Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) kembali mencuat di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Informasi terbaru menyebutkan, sejumlah alat berat berupa escavator kembali beroperasi di beberapa titik wilayah Desa Batu Kerbau, Kecamatan Pelepat, dan juga menjalar hingga Kecamatan Bathin III Ulu. Aktivitas ilegal ini disebut telah berlangsung beberapa waktu terakhir dan makin marak tanpa hambatan berarti.Rabu (01/9/2025)

Seorang narasumber yang mengetahui langsung kondisi di lapangan mengungkapkan bahwa keberadaan PETI tersebut telah merusak bentang alam secara masif. Hutan dan lahan yang sebelumnya hijau kini berubah menjadi kubangan lumpur besar akibat digali dengan alat berat. “Sebelumnya memang sempat ada tindakan aparat, tetapi hanya berlangsung sementara. Setelah itu, aktivitas kembali berjalan, bahkan lebih besar lagi,” ungkap sumber yang minta di rahasiakan identitasnya

Kehadiran PETI dengan menggunakan escavator bukan hanya menimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga ancaman serius bagi ekosistem sungai, lahan pertanian, dan kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam sekitar. Lumpur dan limbah hasil tambang dikhawatirkan mencemari aliran air yang selama ini digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari.

Melihat kondisi yang kian mengkhawatirkan, sejumlah masyarakat setempat mulai angkat suara. Melalui salah seorang tokoh masyarakat, mereka menyampaikan desakan keras kepada pemerintah daerah dan aparat penegak hukum di Kabupaten Bungo untuk segera turun tangan dengan langkah nyata.

“Kami mohon pemerintah dan aparat jangan hanya diam atau sekadar melakukan operasi formalitas. Kalau terus dibiarkan, alam kami bisa rusak total hanya karena keserakahan segelintir orang yang mencari keuntungan pribadi,” tegas tokoh salah satu tokoh

Desakan ini bukan tanpa alasan. Warga menilai kerusakan lingkungan akibat PETI sudah pada tahap yang membahayakan masa depan generasi mendatang. Mereka berharap aparat dapat melakukan penindakan menyeluruh, bukan hanya sebatas razia sesaat, melainkan langkah berkelanjutan yang benar-benar menghentikan aktivitas tambang ilegal yang merajalela.

Kini, semua mata tertuju pada keseriusan pemerintah daerah, aparat kepolisian, hingga TNI dalam merespons fenomena PETI yang terus menghantui Bungo. Pertanyaan besar pun muncul: apakah negara benar-benar hadir melindungi alam dan rakyatnya, atau justru membiarkan perusakan berjalan atas nama keuntungan sepihak?

(Athia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DUKUNG SWASEMBADA PANGAN PRESIDEN RI, KAPOLSEK BENGKALIS GENCAR DORONG KELOMPOK TANI BUDIDAYA JAGUNG PIPIL.
LAMR Bengkalis Terima Kunjungan Mahasiswa MKWK Polbeng, Bahas Pelestarian Permainan Rakyat Melayu
Dua Remaja Diduga Spesialis Curanmor di Sorong Diamankan, Polisi Ungkap 18 TKP
Kepala Unit BRI Jalan Mesjid Selatpanjang Belum Tanggapi Konfirmasi Media, Transparansi Prosedur Penagihan dan Penjualan Agunan Jadi Sorotan
Jelang Operasi Patuh Dofior 2026, Polda Papua Barat Daya Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas
Jadwal Kapal Pelni Sorong Bulan Juni 2026, Kacab Jhoni Rachman: Cek Rute dan Beli Tiket Resmi Agar Pelayaran Aman Sampai Tujuan
Crosser Cilik Berprestasi, M Dylan Ramadhan Terima Penghargaan pada Upacara HJB ke-544 Tingkat Kecamatan Cijeruk
Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Bengkalis Monitoring Lahan Jagung di Desa Ketamputih Kec. Bengkalis
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 03:13 WIB

DUKUNG SWASEMBADA PANGAN PRESIDEN RI, KAPOLSEK BENGKALIS GENCAR DORONG KELOMPOK TANI BUDIDAYA JAGUNG PIPIL.

Sabtu, 6 Juni 2026 - 03:04 WIB

LAMR Bengkalis Terima Kunjungan Mahasiswa MKWK Polbeng, Bahas Pelestarian Permainan Rakyat Melayu

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:53 WIB

Dua Remaja Diduga Spesialis Curanmor di Sorong Diamankan, Polisi Ungkap 18 TKP

Jumat, 5 Juni 2026 - 07:38 WIB

Kepala Unit BRI Jalan Mesjid Selatpanjang Belum Tanggapi Konfirmasi Media, Transparansi Prosedur Penagihan dan Penjualan Agunan Jadi Sorotan

Jumat, 5 Juni 2026 - 06:37 WIB

Jelang Operasi Patuh Dofior 2026, Polda Papua Barat Daya Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas

Berita Terbaru