Kolaborasi Bersama Rukun Nelayan Evakuasi Puluhan Perahu Karam Akibat Cuaca Buruk di Jayanti, Nelayan Mendesak Pemerintah Segera Bangun Kolam Labuh yang Layak

- Penulis

Sabtu, 20 September 2025 - 02:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Cianjur-Cuaca buruk yang melanda kawasan pesisir selatan Kabupaten Cianjur sejak kemarin hingga dini hari tadi kembali memakan korban. Puluhan perahu nelayan di Jayanti, Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun, karam akibat hantaman gelombang tinggi, angin kencang, dan hujan deras yang tak kunjung reda.

Dalam kondisi darurat ini, Lanal Bandung melalui Posal Ujung Genteng dan Posmat Cidaun bergerak cepat melakukan evakuasi bersama Satpolairud Polres Cianjur serta kelompok Rukun Nelayan. Operasi penyelamatan tersebut dipimpin langsung oleh AKP Asep bersama jajarannya, didampingi Babinpotmar Posmat Cidaun Kopka AL Irvan dan Serka AL Mustopa. Laporan awal datang dari Humas Rukun Nelayan, Wawas, yang segera diteruskan kepada aparat terkait untuk ditindaklanjuti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kolaborasi ini kami lakukan demi menyelamatkan aset para nelayan yang menjadi tumpuan hidup keluarga mereka. Situasi sangat sulit karena gelombang besar dan angin kencang, namun kami berusaha maksimal agar perahu-perahu yang karam bisa segera dievakuasi,” ungkap Kopka AL Irvan.Sabtu (20/9/2025)

Berdasarkan catatan nelayan, peristiwa karamnya perahu akibat cuaca buruk bukan kali ini saja terjadi. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, tercatat sudah tiga kali kejadian besar. Pada insiden pertama, sebanyak 61 unit perahu nelayan tenggelam, kemudian kejadian kedua menelan kerugian 5 unit perahu, dan kali ini diperkirakan sekitar 20 unit perahu karam.

READ  Siswa Diklapa Cabif TA 2025 Gelar Bakti Masyarakat, Hadirkan Semangat Gotong Royong di Masjid Al-Hafidhiyyah dan Gereja KPJ  Cikembar 

Rukun Nelayan bersama aparat Babinpotmar menyampaikan harapan besar kepada pemerintah pusat maupun daerah agar segera mempercepat pembangunan kolam labuh di Pelabuhan Jayanti, RT 02 RW 10, Desa Cidamar. Saat ini, kolam labuh yang ada dinilai sangat sempit dan tidak memadai menampung jumlah perahu nelayan yang terus bertambah. Akibatnya, banyak perahu harus diparkir di tengah laut hanya dengan tambang seadanya, sehingga rentan hancur ketika diterpa badai.

“Kami sudah punya bukti nyata di lapangan. Perahu-perahu ini karam bukan karena kelalaian nelayan, melainkan karena fasilitas kolam labuh yang sempit dan tidak sesuai dengan kebutuhan. Pemerintah harus mendengar jeritan nelayan Jayanti, karena ini menyangkut keberlangsungan hidup ribuan warga,” tegas Serka AL Mustopa.

Para nelayan Jayanti mendesak agar pembangunan kolam labuh segera dipercepat, bukan hanya sebagai solusi darurat, tetapi juga sebagai bentuk perlindungan negara terhadap masyarakat pesisir yang menggantungkan hidupnya pada laut. Mereka berharap pemerintah tidak lagi menunda-nunda program yang sudah lama dijanjikan, mengingat kerugian materi dan psikologis nelayan terus bertambah setiap kali bencana serupa terjadi.

(Cep Toto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tragedi Maut di Tengah Maraknya PETI Kuantan Singingi, Seorang Penambang Tewas Tenggelam, Pengawasan Aparat Kembali Jadi Sorotan
Warga Sukabumi Apresiasi Polda Jabar Ungkap Dugaan Korupsi Jembatan Cipamuruyan, Hilman: Bukti Penegakan Hukum Berjalan
Pilkades PAW Cibolang Masuki Tahap Akhir, DPMD Tekankan Musyawarah dan Netralitas
Demo 2626 Soroti Gaji ke-13 dan Tukin ASN yang Belum Cair, Desakan Hak Angket terhadap Wali Kota Menguat
Anggaran Ratusan Juta, Pekerjaan Diduga Hanya Puluhan Juta: Proyek SAB Sukabumi TA 2026 Diterpa Sorotan, Transparansi Disperkim Dipertanyakan
Aksi Damai 10 Ribu Relawan SPPG se- Sukabumi, Kritik Narasi Sepihak terhadap Program MBG
Ketua DPD Tani Merdeka Sukabumi Tegaskan MBG Penopang Petani, Serukan Aksi Damai Bermartabat
Tolak Moratorium Dapur MBG, Relawan SPPG Mutiara Pelabuhanratu 1 Desak BGN Tinjau Ulang Kebijakan
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 00:29 WIB

Tragedi Maut di Tengah Maraknya PETI Kuantan Singingi, Seorang Penambang Tewas Tenggelam, Pengawasan Aparat Kembali Jadi Sorotan

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:32 WIB

Warga Sukabumi Apresiasi Polda Jabar Ungkap Dugaan Korupsi Jembatan Cipamuruyan, Hilman: Bukti Penegakan Hukum Berjalan

Senin, 29 Juni 2026 - 14:35 WIB

Pilkades PAW Cibolang Masuki Tahap Akhir, DPMD Tekankan Musyawarah dan Netralitas

Sabtu, 27 Juni 2026 - 02:54 WIB

Demo 2626 Soroti Gaji ke-13 dan Tukin ASN yang Belum Cair, Desakan Hak Angket terhadap Wali Kota Menguat

Jumat, 26 Juni 2026 - 06:31 WIB

Anggaran Ratusan Juta, Pekerjaan Diduga Hanya Puluhan Juta: Proyek SAB Sukabumi TA 2026 Diterpa Sorotan, Transparansi Disperkim Dipertanyakan

Berita Terbaru