Sekjend PPRI Kecam Arogansi Satpam Disperkim Kabupaten Tangerang

- Penulis

Sabtu, 13 September 2025 - 01:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Tangerang-Sekretaris Jenderal Perkumpulan Pemimpin Redaksi Independen (PPRI), Didi Sukardi, mengecam keras tindakan arogan yang dilakukan oleh oknum Satpam Kantor Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Tangerang, Banten, terhadap Zaki, awak media dari Gakorpannews. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (11/9) siang.

Menurut Didi, tindakan pengusiran terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik bukan hanya bentuk pelecehan profesi, melainkan juga cermin buruknya pelayanan publik di institusi pemerintah.

“Kalau Satpam saja sudah sok kuasa, bagaimana dengan oknumnya pejabat?” ujarnya dengan nada satir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan, peran wartawan diatur jelas dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Dengan demikian, upaya menghalangi tugas wartawan sama saja dengan melawan hukum.

“Jangan-jangan Satpam itu lupa, tugasnya mengamankan gedung, bukan mengamankan aib dinas,” sindirnya.

Didi juga menilai, kasus seperti ini semakin menunjukkan betapa sebagian aparatur pemerintah belum siap menghadapi keterbukaan informasi.

“Kantor publik itu bukan rumah pribadi. Kalau mau eksklusif, bikin saja kantor di pulau kosong, jangan di tengah masyarakat,” tegasnya.

Ia pun meminta Bupati Tangerang turun tangan memberikan teguran serius kepada dinas terkait. “Kalau Bupati diam saja, publik bisa menilai, jangan-jangan arogansi itu memang budaya resmi di lingkungan Pemkab,” katanya.

Lebih jauh, Didi mendesak Bupati untuk mencopot Kepala Disperkim yang dinilai tidak becus membina anak buahnya.

READ  Koordinator Bid Isu Fabem Maluku Menyayangkan Kritikan DPD KNPI Maluku: Tuduhan Tanpa Bukti dan Sikap Tidak Konstruktif

“Kalau sampai Satpam tidak tahu etika menghadapi wartawan, itu bukan cuma salah Satpam, tapi juga bukti Kepala Dinas gagal mendidik stafnya. Kalau tak mampu mengendalikan internal, sebaiknya mundur saja daripada mempermalukan Pemkab,” tegasnya.

Selain itu, Didi mengingatkan pentingnya pembinaan terhadap tenaga keamanan di kantor-kantor pemerintah. Menurutnya, Satpam harus mengerti bahwa wartawan adalah mitra, bukan musuh.

“Jangan sampai Satpam galak kepada masyarakat dan lebih galak dari polisi terhadap maling, sementara seragamnya dibeli dari uang masyarakat,” ujarnya lagi dengan nada menyindir.

PPRI, lanjutnya, akan terus mengawal kasus ini dan siap memberikan advokasi jika dibutuhkan. “Kami tidak akan membiarkan jurnalis diperlakukan seperti penjual asongan yang bisa diusir seenaknya,” kata Didi.

Ia berharap kasus ini menjadi pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang. “Wartawan itu menjalankan tugas untuk publik. Kalau pemerintah alergi diberitakan, sebaiknya jangan bekerja di ranah publik. Jadi pengusaha mie ayam saja, kan tidak ada wartawan yang datang meliput dapurnya,” pungkasnya.

Tidak begitu jelas suara dalam rekaman video yang beredar, namun jelas terlihat, Zaki diseret paksa dengan lontaran bahasa keras dan lantang sambil memaksa Zaki keluar dari kantor yang dibangun oleh uang rakyat tersebut.

“Saya bebas mau ngomong dan berkata kotor, bego, tolol atau apa kek, apa urusan lo’ itu hak saya,” ujar oknum security tersebut.

(Ppri/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Disdik Inhil Pastikan SPMB 2026 Berjalan Transparan dan Gratis, Pendaftaran Tetap Dibantu Sekolah Jika Terkendala Sistem
173 Jemaah Haji Asal Inhil Tiba di Tanah Air, Disambut Langsung Wakil Bupati Yuliantini di Embarkasi Batam
Pimpinan Media Pewarta se-Nusantara: Kritik Harus Mengedepankan Adab dan Etika
DPP ASWIN Gelar Forum Zoom Nasional Investigasi, Dorong Jurnalisme Berkualitas
Dugaan Aliran BBM Puluhan Ribu Liter ke Perusahaan Ebi Mencuat, Warga Minta Transparansi dan Penegakan Hukum Jangan Tutup Mata
Yakub F Ismail : Saat BBM Nonsubsidi Naik di Tengah Rupiah Melemah
Dirjen Imigrasi Tegaskan Reformasi Total, Ajak Jajaran Bangun Kembali Kepercayaan Publik
SENGKARUT MBG: INVESTOR DESAK BGN TEGAKKAN PKS ATAU KEMBALIKAN DANA RP 218 MILIAR
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:32 WIB

Disdik Inhil Pastikan SPMB 2026 Berjalan Transparan dan Gratis, Pendaftaran Tetap Dibantu Sekolah Jika Terkendala Sistem

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:54 WIB

173 Jemaah Haji Asal Inhil Tiba di Tanah Air, Disambut Langsung Wakil Bupati Yuliantini di Embarkasi Batam

Senin, 15 Juni 2026 - 23:33 WIB

Pimpinan Media Pewarta se-Nusantara: Kritik Harus Mengedepankan Adab dan Etika

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:58 WIB

DPP ASWIN Gelar Forum Zoom Nasional Investigasi, Dorong Jurnalisme Berkualitas

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:36 WIB

Dugaan Aliran BBM Puluhan Ribu Liter ke Perusahaan Ebi Mencuat, Warga Minta Transparansi dan Penegakan Hukum Jangan Tutup Mata

Berita Terbaru