SUARARAKYAT.info|| Jakarta – Upaya pemerintah dalam menstabilkan harga beras di pasaran mulai menunjukkan hasil nyata. Melalui operasi pasar besar-besaran yang digelar bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Perum Bulog, harga beras di sejumlah daerah mengalami penurunan drastis.
Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah daerah yang mengalami kenaikan harga beras kini menyusut signifikan. Sebaliknya, wilayah dengan harga yang sudah terkendali terus meningkat, menandakan intervensi pemerintah berjalan efektif.kamis (11/9/2025)
Tidak hanya berhenti pada operasi pasar, Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat langkah tersebut melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar serentak di 7.285 kecamatan. Melalui GPM ini, masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga yang lebih terjangkau.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Kementan, langkah ini merupakan strategi jangka pendek sekaligus jangka panjang untuk menahan gejolak harga yang kerap membebani masyarakat berpenghasilan rendah. Pemerintah berkomitmen melanjutkan intervensi hingga harga beras benar-benar stabil di seluruh zona, baik di kota besar maupun pedesaan.
Selain menjaga daya beli masyarakat, kebijakan ini juga dirancang agar tetap memperhatikan kesejahteraan petani. Kementan menegaskan, penurunan harga tidak boleh membuat petani merugi, sehingga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan produsen menjadi perhatian utama.
Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, pemerintah optimistis harga beras dapat terus terkendali hingga akhir tahun. Stabilitas harga pangan, khususnya beras sebagai kebutuhan pokok utama, diharapkan mampu mengurangi beban rumah tangga sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.
(Swd)














