SUARARAKYAT.info|| Kabupaten Buru-Perhatian terhadap dunia pendidikan tidak hanya ditunjukkan melalui kebijakan di gedung parlemen, tetapi juga dengan langkah nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Hal inilah yang dilakukan Andriono Latbual, S.H., anggota DPRD Kabupaten Buru dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang tergabung dalam Fraksi PPP.
Dalam 11 bulan masa pengabdiannya sebagai wakil rakyat, Andriono menorehkan komitmen kuat untuk membantu para pelajar dari wilayah pedalaman Kabupaten Buru. Ia menyisihkan sebagian dari gajinya untuk membeli lahan yang akan dijadikan lokasi pembangunan asrama bagi siswa dan mahasiswa pedalaman yang menuntut ilmu di Kota Namlea.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Andriono berkaca dari pengalaman pribadinya saat merantau ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikan. Kala itu, ia harus tinggal di asrama mahasiswa. Dari situlah ia menyadari betapa pentingnya keberadaan asrama sebagai tempat tinggal sekaligus ruang pembentukan karakter dan kedisiplinan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pengalaman saya tinggal di asrama memberikan banyak pelajaran berharga. Asrama bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga lingkungan yang mendukung proses belajar dan perkembangan pribadi,” ungkap Latbual saat ditemui wartawan di kediamannya, Senin (8/9/2025).
Menurutnya, masih banyak siswa dari daerah pelosok seperti Kecamatan Lolonguba, Waelata, dan Danau Rana yang kesulitan mencari tempat tinggal ketika melanjutkan pendidikan di pusat kota Namlea. Tak sedikit dari mereka yang harus tinggal di kos-kosan dengan fasilitas terbatas dan biaya tinggi, yang pada akhirnya membebani keluarga.
“Saya melihat langsung banyak pelajar dari pedalaman yang terpaksa tinggal di kos dengan kondisi seadanya. Ini sangat disayangkan, padahal mereka datang ke kota dengan semangat untuk belajar. Maka dari itu saya terpanggil untuk memikirkan solusi jangka panjang, yaitu pembangunan asrama,” jelasnya.
Sebagai bentuk langkah awal, Andriono telah membuka rumah pribadinya di pusat kota Namlea untuk menampung para pelajar dari pedalaman, sembari menunggu proses pembangunan asrama rampung. Ia menegaskan bahwa pembangunan ini akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan finansialnya.
“Pelajar dari pedalaman memerlukan asrama yang layak untuk memastikan mereka memiliki tempat tinggal yang stabil dan mendukung pendidikan mereka,” tegas Latbual.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa asrama bukan sekadar bangunan, melainkan investasi jangka panjang bagi generasi mendatang. Dengan adanya asrama, para pelajar bisa lebih fokus belajar tanpa harus khawatir soal biaya sewa tempat tinggal maupun kondisi lingkungan yang tidak kondusif.
“Asrama akan menjadi rumah kedua bagi pelajar, tempat di mana mereka dapat tumbuh dan berkembang saat meraih pendidikan di pusat kota Namlea,” katanya penuh harap.
Di akhir keterangannya, Latbual meminta agar perhatian terhadap pendidikan di wilayah pedalaman menjadi prioritas bersama. Ia mengajak pemerintah pusat, pemerintah provinsi Maluku, serta khususnya pemerintah daerah Kabupaten Buru untuk menaruh perhatian lebih serius pada peningkatan kualitas pendidikan di daerah-daerah tertinggal.
“Pendidikan adalah kunci membangun masa depan. Jika anak-anak pedalaman mendapatkan kesempatan yang sama dengan anak-anak di kota, maka mereka akan mampu berprestasi dan berkontribusi positif bagi pembangunan daerah,” pungkasnya.
Narasumber: Andriono Latbual, S.H.Anggota DPRD Kabupaten Buru
(Ken Bupolo)














