Rombongan Gubernur dan Kapolda tiba di halaman Kantor Bupati Kepulauan Meranti menggunakan helikopter. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Bupati AKBP (Purn) H. Asmar, Wakil Bupati Muzamil Baharudin, serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Antusiasme masyarakat terlihat jelas ketika menyambut iring-iringan pejabat di lokasi acara.
Usai penyambutan resmi, Gubernur Abdul Wahid dan Kapolda Hery melanjutkan agenda kunjungan ke Desa Alah Air Kecamatan Tebing Tinggi. Di sana, keduanya meninjau pos keamanan lingkungan (poskamling), menyerahkan bantuan rumah layak huni, serta santunan untuk anak yatim.
Tidak hanya itu, Gubernur juga melakukan penanaman pohon sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan, serta meninjau langsung kondisi Jembatan Panglima Sampul di Alai, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, yang dinilai kurang memadai untuk menopang aktivitas ekonomi warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Gubernur Abdul Wahid menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan di wilayah perbatasan. Menurutnya, Kepulauan Meranti merupakan salah satu daerah dengan tingkat kemiskinan ekstrem yang membutuhkan perhatian serius.
“Kami hadir bersama Kapolda untuk membangun Meranti agar lebih baik. Rumah layak huni, jalan, dan jembatan akan menjadi prioritas, begitu juga pendidikan dan layanan dasar lainnya,” tegas Wahid.
Ia juga memerintahkan Dinas PUPR Provinsi Riau untuk segera menyelesaikan pembangunan Jembatan Panglima Sampul serta jalan penghubung Alai-Mengkikip. Menurutnya, infrastruktur menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.
Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol Hery Heriawan menegaskan dukungan penuh jajaran kepolisian terhadap pembangunan daerah. Ia menyampaikan bahwa program poskamling akan digiatkan kembali untuk menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.
“Kami ingin masyarakat bisa melindungi diri sendiri sekaligus menghidupkan kembali budaya gotong royong dalam menjaga keamanan,” ujarnya.
Sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda turut menyampaikan aspirasi mereka dalam kesempatan itu. Mereka berharap pemerintah dapat lebih serius menangani infrastruktur, layanan kesehatan, dan pendidikan yang hingga kini masih tertinggal di Meranti. Menurut mereka, perhatian nyata dari pemerintah akan membawa dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat pesisir dan nelayan.
Kunjungan Gubernur Riau dan Kapolda Riau ke Meranti pada 10 September 2025 dipandang sebagai titik balik penting. Kehadiran kedua pejabat tersebut diharapkan tidak sekadar seremonial, melainkan menghasilkan langkah konkret yang mampu mengangkat Kepulauan Meranti keluar dari garis kemiskinan dan menuju pembangunan yang lebih merata.
(Tls)














