Nyimas Utari: Kisah Prajurit Wanita Mataram yang Berhasil Memenggal Gubernur VOC JP. Coen

- Penulis

Selasa, 9 September 2025 - 09:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat info Depok, Nyimas Utari atau Raden Ayu Utari Sandi Jaya Ningsih, adalah seorang mata-mata atau “telik sandi” Kerajaan Mataram yang berhasil meracuni Gubernur Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC) Jan Pieterszoon Coen pada 20 September 1629. Setelah itu, JP Coen dipenggal dan kepalanya dibawa ke ibu kota Mataram di Kotagede.

Nyimas Utari adalah keponakan Sultan Agung Hanyokrokusumo, raja ketiga Mataram (1593-1645). Pada Mei 1629, Kerajaan Mataram Islam di bawah pimpinan Sultan Agung menyerang Batavia. Tugas Nyimas Utari adalah menjadi mata-mata untuk mengumpulkan informasi. Sultan Agung kemudian menugaskannya untuk membunuh Gubernur Jenderal VOC, Jan Pieterszoon Coen, dengan cara penyamaran. Nyimas Utari menyamar menjadi seorang penyanyi (sinden) di benteng perkumpulan perwira VOC, dengan bantuan Wong Agung Aceh, asisten JP Coen.

Di Batavia, Nyimas Utari bergabung dengan para mata-mata dari Samudra Pasai dan dinikahkan dengan Mahmudin, seorang intelijen dari Samudra Pasai. Pernikahan ini adalah bagian dari strategi Mataram untuk memperkuat jaringan intelijen. Bersama-sama, mereka melakukan penyamaran untuk mendekati Jan Pieterszoon Coen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat tentara Mataram menyerbu Batavia pada tahun 1629, Nyimas Utari memanfaatkan kekacauan itu dengan membunuh istri JP. Coen, Eva, dan anak-anaknya dengan racun. Empat hari kemudian, pada 20 September 1629, Nyimas Utari berhasil mencampurkan racun arsenik ke dalam minuman Coen saat sebuah pertemuan di klub perwira VOC. Coen tewas dalam waktu singkat.

READ  Satgas TMMD 128 dan Warga Bersinergi, Pembangunan Rumah di Manokwari Tunjukkan Kemajuan Pesat

Setelah memastikan kematian JP Coen, Nyimas Utari memenggal kepala JP Coen dan menyerahkannya kepada Wong Agung Aceh. Dalam proses pelarian, Nyimas Utari tewas akibat tembakan meriam dari pasukan VOC yang mengejar mereka. Wong Agung Aceh dan Mahmudin berhasil membawa jenazah Nyimas Utari hingga wilayah Desa Keramat, di tempat itulah Nyimas Utari dimakamkan. Kepala JP Coen kemudian diserahkan kepada Tumenggung Surotani untuk dibawa ke Istana Mataram di Yogyakarta.

Sultan Agung memerintahkan untuk mengawetkan kepala JP Coen dan menguburnya di baris ke-716 tangga menuju makam raja-raja Mataram di Imogiri.

Kisah pembunuhan JP Coen oleh Nyimas Utari menjadi bahan perdebatan di kalangan sejarawan. Beberapa sumber kolonial menyebut bahwa Coen meninggal akibat wabah penyakit, sementara sumber-sumber lokal dan catatan seperti Babad Jawa menceritakan JP Coen dibunuh oleh Nyimas Utari.

Makam Nyimas Utari berada di Desa Keramat, Tapos, Bogor, Jawa Barat.

Sumber trah Mataram

Lambang indra Setiawan., S.H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus DBD Meningkat, RSUD Bengkalis Siaga Penuh: Obat, Darah hingga Ruang Rawat Dipastikan Aman
Hari Mangrove Sedunia 2026 Kapolres Kepulauan Meranti Tegaskan Pelestarian Lingkungan Tanggung Jawab Bersama.
Mahasiswa KKN Universitas Riau Tanam 1.300 Bibit Mangrove di Desa Sebauk Lewat Program SELARAS 2026
Buka Rakernis Intelkam 2026, Kapolda Papua Barat Daya: Intelijen adalah Mata dan Telinga Kesatuan
MANTAP ” 95 Sekolah di Kepulauan Meranti Lolos Program Revitalisasi 2026, 21 Sekolah Masuki Tahap Pelaksanaan
MPR Buru Mengutuk Keras Oknum Mahasiswa Yang Bangun Opini Sesat Terkait Pos PAM Satgas PKH Yonif Raider 733 Masariku Di Gunung Botak
Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Siswi di Namlea Ilat Kian Menyita Perhatian, Keluarga Korban Minta Dugaan Pelanggaran Etik Oknum  Advokat hingga Intimidasi Ikut Diusut
9 Hari TMMD Ke-129 di Kampung Sesor, Pembangunan Melaju Pesat, Semangat Gotong Royong Kian Menguat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 04:05 WIB

Kasus DBD Meningkat, RSUD Bengkalis Siaga Penuh: Obat, Darah hingga Ruang Rawat Dipastikan Aman

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:42 WIB

Hari Mangrove Sedunia 2026 Kapolres Kepulauan Meranti Tegaskan Pelestarian Lingkungan Tanggung Jawab Bersama.

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:05 WIB

Mahasiswa KKN Universitas Riau Tanam 1.300 Bibit Mangrove di Desa Sebauk Lewat Program SELARAS 2026

Senin, 27 Juli 2026 - 14:56 WIB

Buka Rakernis Intelkam 2026, Kapolda Papua Barat Daya: Intelijen adalah Mata dan Telinga Kesatuan

Senin, 27 Juli 2026 - 14:54 WIB

MANTAP ” 95 Sekolah di Kepulauan Meranti Lolos Program Revitalisasi 2026, 21 Sekolah Masuki Tahap Pelaksanaan

Berita Terbaru