SUARARAKYAT.info||Sukabumi- keadilan akhirnya didengar. Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, secara langsung turun tangan menangani kasus dugaan perundungan (bullying) berat yang menimpa seorang siswa di salah satu sekolah swasta di Kota Sukabumi.
Peristiwa yang telah menggerus mental korban selama lebih dari satu tahun itu kini mendapat perhatian serius dari pemimpin tertinggi di kota ini.
Di Rumah Dinas Wali Kota Sukabumi, Jumat sore yang penuh haru itu (5/9/2025), Wali Kota Ayep mengundang korban dan orang tuanya. Pertemuan itu menjadi titik balik dari perjuangan panjang seorang ayah yang selama ini merasa berjuang sendirian melawan sistem.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dudi, ayah korban, tak mampu menyembunyikan emosinya saat berbicara di hadapan media usai pertemuan.
“Alhamdulillah, sesuai dengan harapan, saya bisa bertemu Pak Wali Kota Sukabumi. Tentunya harapan saya adalah adanya keadilan untuk anak saya dan penyembuhan bagi kondisi mentalnya,” ujar dengan mata berkaca-kaca

Menurutnya, bentuk terapi terbaik bagi anaknya adalah dengan melihat para pelaku dihukum sesuai dengan perbuatan mereka.
“Melihat mereka menerima akibat dari apa yang mereka lakukan itu pasti akan menyembuhkan mental anak saya yang telah dirusak selama satu tahun,” ucapnya menahan amarah.
Dudi juga menyoroti dugaan adanya rekayasa kasus oleh oknum di sejumlah dinas terkait serta belum adanya tindak lanjut terhadap sekolah yang telah diputus bersalah oleh pengadilan.
“Saya berharap Komisi III DPRD Kota Sukabumi menindaklanjuti pernyataannya pada tahun 2023 lalu yang menyebut izin sekolah akan dicabut jika terbukti bersalah. Putusan pengadilan sudah keluar sejak Januari 2024, tapi hingga kini belum ada tindakan nyata,” ungkapnya.
Ia juga meminta agar oknum dinas yang diduga terlibat dalam upaya mengkriminalisasi dirinya saat memperjuangkan keadilan untuk anaknya diproses sesuai aturan yang berlaku, bahkan jika perlu, secara hukum.
“Menurut saya itu sangat menyakitkan. Mereka justru mendukung kriminalisasi terhadap saya saat sedang mencari keadilan bagi anak saya,” Tandasnya.
(Prim RK)














