SUARARAKYAT.info|| Jakarta- sebuah insiden mengejutkan terjadi di Perumahan Komplek Cluster View, Blok H, RT 03/RW 11, Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan. Kejadian ini melibatkan sekelompok preman kampung yang melakukan aksi pemalakan dengan dalih meminta “uang jago” kepada warga yang sedang merenovasi rumah.
Kejadian bermula saat tim keluarga yang dipimpin oleh Dr. Bernard BBBBI Siagian, SH., M.Akp (Ketua DPP GAKORPAN sekaligus Ketua Tim Investigasi LBH PERS Presisi Polri) bersama Rusman Pinem, S.Sos (Wakil Ketua DPP LBH PERS Presisi Polri) sedang menurunkan material bangunan berupa triplek, semen, dan pasir untuk merenovasi rumah keluarganya. Alih-alih berlangsung lancar, proses tersebut justru diwarnai intimidasi dari segerombolan preman lokal.
Para preman, dengan gaya mabuk dan arogan, mendatangi pekerja bangunan serta meminta uang dengan alasan untuk “minum miras” atau istilah mereka “uang jago”. Bahkan, seorang tukang bernama Rahmad dipaksa memberikan sejumlah uang ketika membawa material menggunakan sepeda motor. Jika menolak, mereka mengancam dengan gaya anarkis, menggedor mobil, hingga mengajak berkelahi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut keterangan Dr. Bernard, aksi tersebut terjadi di tengah suasana perayaan Gebyar Karnaval HUT Kemerdekaan RI ke-80, sehingga membuat warga sekitar semakin resah. Ia menilai bahwa kasus ini bukan hanya sekadar ulah oknum preman, melainkan ada dugaan pembiaran oleh pihak keamanan cluster atau pengembang.
“Security seolah takut atau menutup mata terhadap preman-preman kampung ini. Padahal warga yang membeli rumah di cluster mengharapkan kenyamanan dan keamanan. Ironisnya, yang mereka dapat justru pungli, intimidasi, dan ketakutan,” ungkap Dr. Bernard.rabu (20/8/2025)
Hal senada juga disampaikan Rusman Pinem. Ia mengaku semula hanya berniat membantu keluarganya melakukan renovasi rumah dengan suasana silaturahmi. Namun niat baik itu berujung kericuhan.
“Kami memilih tidak meladeni ajakan berkelahi mereka. Apalagi suasana saat itu sedang meriah dengan perayaan HUT RI. Kalau kita tanggapi dengan emosi, malah bisa menimbulkan dendam. Preman-preman ini sok jagoan, merasa kebal hukum, dan meresahkan pemilik rumah di cluster,” ujar Rusman.
Dari hasil investigasi sementara, hampir semua warga baru yang mendiami Cluster View Jombang mengalami masalah serupa. Mereka mengaku kerap dipalak dengan dalih “uang rokok”, “uang jaga kampung”, hingga “uang jago”. Hal ini membuat sebagian warga merasa terancam dan tidak betah tinggal di kawasan tersebut.
Melalui pernyataan resmi, Dr. Bernard bersama tim investigasi LBH PERS Presisi Polri meminta Kapolda Metro Jaya beserta jajaran Polres Tangsel dan Polsek Ciputat Timur untuk segera turun tangan menindak tegas aksi premanisme dan pungli yang marak di Cluster View Jombang.
“Kami laporkan secara resmi. Polisi harus hadir memberikan perlindungan hukum dan menegakkan keadilan. Jangan biarkan masyarakat dirongrong premanisme. Ini bertentangan dengan visi Polri Presisi yang profesional, proporsional, dan humanis,” tegas Dr. Bernard.
Ia menambahkan, kasus ini bukan hanya soal pemalakan, melainkan menyangkut hak atas rasa aman warga negara, yang dijamin dalam konstitusi. Oleh karena itu, pihaknya mendesak aparat untuk usut tuntas, bongkar jaringan, dan tangkap para pelaku premanisme yang meresahkan masyarakat.
Fenomena premanisme di kawasan hunian baru bukanlah kasus pertama. Banyak warga perumahan di sekitar Tangerang Selatan dan Jabodetabek mengeluhkan praktik serupa, namun sering kali tidak ditangani serius. Hal ini memunculkan pertanyaan publik: apakah ada keterlibatan oknum tertentu yang membiarkan praktik tersebut berlangsung?
Dr. Bernard dan tim menegaskan, perjuangan melawan premanisme adalah bagian dari upaya membangun masyarakat yang aman, adil, dan sejahtera, sesuai dengan cita-cita menuju Indonesia Emas 2045.
“Merdeka bukan hanya sekadar slogan. Kemerdekaan sejati adalah ketika rakyat bebas dari rasa takut, bebas dari intimidasi, dan terlindungi oleh hukum. Premanisme adalah penyakit sosial yang harus diberantas sampai ke akarnya,” pungkas Dr. Bernard.
Sumber: Tim Investigasi Premanisme Dr. Moses Robert Waimuri, SH., M.Th.
Dr. Bernard BBBBI Siagian, SH., M.Akp.
Agip Supendi, SH.
Rusman Pinem, S.Sos.














