Suararakyat.info.Jakarta – Pemerintah terus mendorong penguatan ekonomi desa melalui berbagai inisiatif strategis. Salah satu program unggulan yang kini menjadi sorotan adalah pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih), yang digagas oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Yandri Susanto, menegaskan bahwa peluang bisnis yang dapat dikembangkan melalui koperasi ini sangat beragam dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat desa.
Dalam pernyataannya, Menteri Yandri menjelaskan bahwa Kopdes Merah Putih tidak hanya sekadar wadah simpan-pinjam atau koperasi konsumsi seperti pada umumnya, melainkan memiliki cakupan bisnis multisektor yang mampu menjadi tulang punggung ekonomi lokal. Mulai dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, perdagangan, jasa logistik, hingga usaha mikro dan rumah tangga, seluruhnya dapat dikonsolidasikan melalui Kopdes sebagai bentuk gotong royong ekonomi rakyat desa.
“Potensi bisnis di desa itu luar biasa besar. Kita tidak boleh melihat desa hanya sebagai objek pembangunan, tetapi sebagai subjek yang mampu berdiri mandiri dan mengelola sumber dayanya sendiri. Kopdes Merah Putih inilah yang kita dorong menjadi instrumen utama untuk merealisasikan itu,” ujar Yandri.senin (4/8/2025)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemerintah, melalui Kemendes PDTT, berkomitmen kuat dalam mendampingi, memfasilitasi, serta memberikan akses pembiayaan dan pelatihan manajerial kepada setiap unit Kopdes Merah Putih di seluruh wilayah Indonesia. Dukungan ini dilakukan agar koperasi desa tidak hanya aktif secara administratif, tetapi juga produktif dan berorientasi pasar.
Yandri menyebutkan, salah satu kunci keberhasilan koperasi desa adalah kemampuannya membaca kebutuhan masyarakat setempat dan menjadikannya sebagai peluang bisnis. Misalnya, jika suatu desa memiliki keunggulan komoditas pertanian seperti jagung atau kelapa, maka Kopdes dapat memfasilitasi pengolahan hasil panen, distribusi, hingga pemasaran produk olahan. Hal ini dinilai lebih berdampak ketimbang hanya menjual hasil panen dalam bentuk mentah ke luar daerah.
Tak hanya itu, pengembangan sektor digital desa juga menjadi bagian dari strategi pemerintah. Dengan menggandeng mitra teknologi dan e-commerce, Kopdes Merah Putih didorong agar mampu bertransformasi menjadi koperasi modern yang terhubung dengan pasar nasional bahkan global. “Kita ingin ada Kopdes yang mampu menjual produk unggulan desa ke marketplace, membangun merek lokal yang kuat, bahkan menjadi pemasok reguler ke industri besar,” tambah Menteri Yandri.
Program ini dinilai selaras dengan semangat Nawacita dan cita-cita mewujudkan Indonesia dari pinggiran, melalui pemberdayaan ekonomi rakyat dan penguatan kelembagaan desa. Di tengah ancaman dominasi pasar oleh korporasi besar dan model ekonomi ekstraktif, keberadaan Kopdes Merah Putih diharapkan menjadi kekuatan tanding rakyat kecil yang berbasis solidaritas, efisiensi, dan keadilan ekonomi.
Sebagai penutup, Yandri mengajak seluruh kepala desa, BUMDes, serta tokoh masyarakat untuk aktif menginisiasi dan mengembangkan Kopdes Merah Putih di daerahnya masing-masing. “Kita harus bangkit bersama. Desa kuat, Indonesia hebat. Dengan koperasi yang sehat dan rakyat yang bersatu, kita bisa mewujudkan kedaulatan ekonomi dari desa,” tegasnya.
(Swd)














