FKGOL Kabupaten Kuningan Jawa Barat Harus Bebas Dari Praktik Bisnis Komersialisasi Pendidikan

- Penulis

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 04:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Kuningan-Menyikapi ramainya pemberitaan terkait praktik penjualan Lembar Kerja Siswa (LKS) dan carut-marut pengelolaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Forum Komunikasi Gabungan Ormas dan LSM (FKGOL) Kabupaten Kuningan menggelar rapat akbar pada Jumat (1/8/2025) di sekretariat FKGOL

Rapat tersebut merupakan langkah strategis dalam rangka menyiapkan audensi bersama Komisi IV DPRD Kabupaten Kuningan guna meminta penjelasan serta tindakan konkret dari para pemangku kebijakan di sektor pendidikan.

Manaf Suharnap Ketua GIBAS Distrik Kabupaten Kuningan salah satu ormas yang tergabung dalam FKGOL dalam hal dan kondisi ini meminta pihak pemerintah daerah kabupaten Kuningan untuk tegas dalam hal dan kondisi ini. Jangan sampai karena ini pemerintah daerah Kuningan dinilai mandul dan tidak berwibawa oleh masyarakat. Inilah langkah sikap keprihatinan kami selaku masyarakat Kuningan yang menginginkan dunia pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat kabupaten Kuningan.Menurut Manap Suharnap

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara Paguyuban Purna Bakti Kades, Dede Keling, yang turut hadir dalam rapat tersebut, menegaskan bahwa kegaduhan yang terjadi di tengah masyarakat akibat penjualan LKS dan ketidaktertiban pengelolaan PKBM perlu segera diakhiri.
“Fungsi sekolah harus dikembalikan sebagai tempat pendidikan yang murni—bukan ladang bisnis yang merugikan siswa dan orang tua. Ini menyangkut masa depan generasi bangsa,” tegas Dede.

Dilengkapi tanggapan tokoh FKGOL lainnya, Bang Asep, menyoroti praktik jual beli LKS yang dinilai sangat membebani wali murid. Ia menyebut, berdasarkan laporan yang diterima FKGOL, harga satu paket LKS bisa mencapai Rp80.000 per siswa. Jika dikalikan dengan jumlah siswa se-Kabupaten Kuningan, jumlahnya bisa mencapai miliaran rupiah.

READ  Pengamat: Rakyat Butuh Negara Melindungi, Bukan Menindas

“Ini jelas melanggar regulasi. Baik pemerintah pusat maupun Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, telah menginstruksikan pelarangan praktik tersebut. Bahkan Dinas Pendidikan Kuningan juga telah menerbitkan surat edaran larangan penjualan LKS,” ujar Asep.

FKGOL menilai, lemahnya pengawasan dan dugaan adanya kepentingan tertentu menjadikan siswa sebagai korban dari sistem pendidikan yang bercampur dengan motif keuntungan ekonomi.

Untuk itu, FKGOL mendorong Komisi IV DPRD Kuningan agar segera memanggil dan melakukan dengar pendapat dengan pihak-pihak terkait, termasuk Kepala Dinas Pendidikan, Kabid SD dan SMP, K3S tingkat kecamatan dan kabupaten, Forum MKKS, FKBM, PGRI, serta unsur Pemerintah Daerah.

“Kami ingin mencari solusi bersama secara terbuka demi menjaga kondusivitas daerah. Jika perlu, dorongan untuk membentuk regulasi daerah (Perda) pelarangan penjualan LKS harus dilakukan demi ketertiban dan kepastian hukum,” jelas Dede.

FKGOL juga menekankan pentingnya menegakkan kedaulatan daerah dalam mengatur sistem pendidikan. Menurut mereka, tanpa keberanian untuk membongkar akar masalah, pendidikan di Kuningan akan terus menjadi alat kepentingan kelompok tertentu.

“Kalau kedaulatan daerah tidak ditegakkan, maka masalah ini tidak akan pernah selesai. Justru masyarakat yang akan terus dirugikan,” pungkas Bang Asep.

(gawaris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Revitalisasi SMP Islam Ciherang Sukabumi Senilai Rp1,5 Miliar Disorot, Dugaan Penggunaan Besi Bekas dan Lemahnya Pengawasan Jadi Sorotan
Cegah Kenakalan Remaja Sejak Dini, Pemdes Cisarua Gelar Sosialisasi di SDN Nyamplung Nagrak
PKBM Bintang Mandiri Tersandung Dugaan Penggelembungan Data, Disdik Sukabumi Saling Lempar Bola 
Lulusan Siap Kerja dan Mandiri, Unindra Perkuat Keterampilan Praktis di Tengah Tingginya Pengangguran Produktif
Kodam Kasuari Sapa Generasi Muda Papua Barat Lewat Sosialisasi Penerimaan Catar Akademi TNI TA 2026
Inovasi SAGU dari Poltekkes Sorong Jadi Harapan Edukasi Gizi Tekan Stunting di Sayosa
Disdik Sukabumi Buka Suara Soal Dugaan Manipulasi Data Siswa PKBM, Tegaskan Akan Lakukan Penelusuran dan Tindak Lanjut Hukum
Fakta Baru Skandal Dugaan Pengelolaan Dinasti dan Manipulasi Data Siswa di PKBM Bintang Mandiri Sukabumi Kian Terkuak
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:09 WIB

Revitalisasi SMP Islam Ciherang Sukabumi Senilai Rp1,5 Miliar Disorot, Dugaan Penggunaan Besi Bekas dan Lemahnya Pengawasan Jadi Sorotan

Jumat, 24 April 2026 - 02:38 WIB

Cegah Kenakalan Remaja Sejak Dini, Pemdes Cisarua Gelar Sosialisasi di SDN Nyamplung Nagrak

Senin, 13 April 2026 - 03:03 WIB

PKBM Bintang Mandiri Tersandung Dugaan Penggelembungan Data, Disdik Sukabumi Saling Lempar Bola 

Jumat, 10 April 2026 - 06:29 WIB

Lulusan Siap Kerja dan Mandiri, Unindra Perkuat Keterampilan Praktis di Tengah Tingginya Pengangguran Produktif

Kamis, 9 April 2026 - 22:43 WIB

Kodam Kasuari Sapa Generasi Muda Papua Barat Lewat Sosialisasi Penerimaan Catar Akademi TNI TA 2026

Berita Terbaru