Warga Kuala Sebatu Inhil Mengeluh: Ratusan Hektar Tanah Diduga Diserobot PT SAGM, Janji Plasma Tak Pernah Terealisasi

- Penulis

Selasa, 29 Juli 2025 - 04:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Indragiri Hilir – Konflik agraria kembali mencuat di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Kali ini, warga Desa Kuala Sebatu mengungkapkan dugaan penyerobotan lahan oleh pihak perusahaan perkebunan PT SAGM. Tanah yang selama ini mereka kelola dan usahakan sejak bertahun-tahun, kini diduga telah dikuasai sepihak oleh pihak perusahaan tanpa penyelesaian yang jelas dan tanpa realisasi janji pola kemitraan plasma yang dijanjikan sejak awal.

Dalam wawancara dengan wartawan Suara Rakyat, seorang warga berinisial S menyampaikan bahwa dirinya bersama petani lain telah lama menggarap dan mengelola lahan tersebut secara turun-temurun. Bahkan, pada tahun 2012, dirinya telah mengurus dan memiliki surat tanah sebagai bukti legalitas kepemilikan. Tidak hanya itu, mereka juga melakukan kegiatan budidaya seperti penanaman pohon jabun (jati) dan pembangunan parit kebun secara swadaya bersama warga lain menggunakan alat berat (kobelco) pada tahun 2013.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, ketenangan warga terusik ketika pada tahun yang sama, PT SAGM mulai melakukan aktivitas penggarapan di lahan yang diklaim sebagai milik warga tersebut. “Kami sudah lama bertani di lahan itu. Tanah kami tanami, kami rawat. Tapi sejak perusahaan masuk, hak kami diabaikan. Padahal, surat tanah masih kami pegang,” ujar S.selasa (29/7/2025)

Menurut pengakuan warga, pertemuan antara masyarakat dan pihak perusahaan sempat dilakukan di Pekanbaru bahkan hingga ke Jakarta, namun tidak membuahkan hasil konkret. Janji perusahaan untuk menerapkan pola kemitraan plasma, di mana 40% hasil kebun akan menjadi hak petani dan 60% untuk perusahaan, hingga kini tidak pernah terealisasi. “Satu rupiah pun belum pernah kami terima,” tegas S.

READ  Wow.! Lampu Padam Tak Beraturan Warga Kecamatan Taniwel Resah

Lebih ironis lagi, setiap upaya warga untuk bertemu kembali dengan pihak perusahaan kini kerap dihadapkan dengan sikap menghindar. “Kami datang baik-baik, ingin bicara, tapi mereka justru menutup pintu. Kami merasa dipermainkan,” imbuhnya dengan nada kecewa.

Setelah pemberitaan media Suara Rakyat sebelumnya yang menyorot konflik lahan di wilayah tersebut, masyarakat kini didorong untuk melapor secara resmi ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) guna mengadukan dan mengklarifikasi status hukum tanah mereka. Langkah ini dinilai penting untuk mendesak penyelesaian konflik agraria yang berlarut-larut, sekaligus memastikan perlindungan hukum terhadap petani yang memperjuangkan haknya.

Masyarakat berharap pemerintah, khususnya institusi penegak hukum, turun tangan secara serius dan berpihak kepada rakyat kecil yang selama ini menjadi korban ketimpangan dan dominasi perusahaan besar. “Kami bukan menuntut berlebihan. Kami hanya ingin hak kami kembali. Jangan sampai tanah rakyat diambil, dan rakyat justru dituduh sebagai penyerobot,” tutup S.

Persoalan seperti ini bukan pertama kali terjadi, dan menjadi catatan penting bahwa konflik agraria masih menjadi luka terbuka yang tak kunjung sembuh di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di daerah-daerah sentra perkebunan.

 

(Syahwani)

(Syahwani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KM Dorolonda Raih Pujian Penumpang Soal Kebersihan Kabin dan Toilet: “Kapalnya Bersih, Rasanya Nyaman Sampai Tujuan”
Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Warnai Penanganan Kredit BRI di Meranti, Desakan Audit Internal Menguat
Calung Mekar Budaya Cianjur Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi, Warga Kampung Tarengtong Jaga Warisan Seni Buhun Jawa Barat
Sinergitas Pemdes Kuala Alam Bersama Polsek Bengkalis Dalam Menyukseskan Program Ketahanan Pangan.
PANEN RAYA JAGUNG PIPIL DESA SENGGORO, POLRI HADIR SEBAGAI PEMRAKARSA KEMANDIRINAN EKONOMI LOKAL*
PASCA-BANJIR, BHABINKAMTIBMAS POLSEK BENGKALIS KAWAL PEMULIHAN TANAMAN JAGUNG PIPIL DI DESA KETAM PUTIH*
DUKUNG KETAHANAN PANGAN, KAPOLSEK BENGKALIS GANDENG PEMDES KELEBUK DORONG BUDIDAYA JAGUNG PIPIL
Polsek Bengkalis Aktif Dampingi Petani Jagung Pipil, Dukung Swasembada Pangan Nasional
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:57 WIB

KM Dorolonda Raih Pujian Penumpang Soal Kebersihan Kabin dan Toilet: “Kapalnya Bersih, Rasanya Nyaman Sampai Tujuan”

Minggu, 24 Mei 2026 - 00:23 WIB

Calung Mekar Budaya Cianjur Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi, Warga Kampung Tarengtong Jaga Warisan Seni Buhun Jawa Barat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:05 WIB

Sinergitas Pemdes Kuala Alam Bersama Polsek Bengkalis Dalam Menyukseskan Program Ketahanan Pangan.

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:02 WIB

PANEN RAYA JAGUNG PIPIL DESA SENGGORO, POLRI HADIR SEBAGAI PEMRAKARSA KEMANDIRINAN EKONOMI LOKAL*

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:46 WIB

PASCA-BANJIR, BHABINKAMTIBMAS POLSEK BENGKALIS KAWAL PEMULIHAN TANAMAN JAGUNG PIPIL DI DESA KETAM PUTIH*

Berita Terbaru