Suararakyat.info.Jakarta-Sinergi antara Dewan Pimpinan Pusat Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (DPP FABEM), Yayasan Pemuda Produktif Indonesia (Yupro), dan Literasi Cs Kehidupan menjadi motor penggerak dalam pelaksanaan Seminar Nasional bertema “Lingkungan, Kesehatan, Pendidikan, dan UMKM Jakarta”. Kegiatan ini digelar bersamaan dengan rangkaian acara Pameran Fashion, Bazar UMKM, dan Pameran Lukisan yang berlangsung selama tujuh hari di Jakarta.(8/7/2025)
Seminar ini menjadi wadah strategis dalam menyampaikan berbagai gagasan konstruktif tentang pembangunan berkelanjutan dari berbagai sektor yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Fokus utama kegiatan ini adalah pada edukasi kesehatan, pentingnya pendidikan sejak dini, pemberdayaan UMKM melalui pembinaan dan akses permodalan, serta urgensi menjaga lingkungan di tengah krisis iklim global yang makin terasa dampaknya.
Ketua Umum DPP FABEM, Zainuddin Arsyad, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sebagai rutinitas seremoni, melainkan bagian dari gerakan kolektif membangun kesadaran publik akan pentingnya peran bersama dalam menciptakan masyarakat yang sehat, berpendidikan, produktif, dan peduli lingkungan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Seminar ini berlangsung selama tiga hari dengan menghadirkan narasumber-narasumber kompeten di bidangnya. Kami ingin memberikan ruang diskusi terbuka yang edukatif dan solutif, sekaligus mendorong lahirnya kolaborasi antara pelaku komunitas, pelaku UMKM, dan pemangku kebijakan,” ujar Zainuddin.
Seminar ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional dari berbagai latar belakang akademik, praktisi, dan aktivis sosial yang memberikan pandangan serta solusi atas tantangan nyata yang dihadapi masyarakat saat ini. Di antara para narasumber tersebut adalah:
Prof. Silviana Murni, Rektor STIAMI Jakarta yang juga Penasehat Literasi Cs Kehidupan, membuka wawasan seputar pentingnya pendidikan karakter dan transformasi sosial.
Prof. Owin Jamasy Jamaludin, M.Hum, MM, Ph.D, pengamat pembangunan SDM, menyoroti strategi pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi.
Dr. Dona Fitria, SE, M.Kom.I, dari RUBI (Rumah Ibu Peduli), menyampaikan pentingnya literasi digital dalam mendukung UMKM berbasis keluarga.

Dra. Tuti Sukarni, Ketua Divisi Ikatan Bimbingan dan Konseling Sekolah Se-Indonesia, mengulas peran konselor dalam membentuk generasi muda yang sehat mental.
Alisia Johar, Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia, menyoroti peran budaya dalam pendidikan karakter generasi muda.
Kang Ghozel, pengasuh Ponpes Primmago Depok dan Founder Tes DIA, mengangkat peran pesantren dalam membangun ekonomi produktif berbasis nilai.
Bu Ningrum, Kepala Sekolah SMAN 2 Jakarta Barat dan aktivis pendidikan IBKS.
Ibu Yanti, perwakilan BPOM yang memberikan edukasi tentang keamanan pangan dan obat.
Bapak Dikdik, dari BNN RI, mengangkat isu bahaya narkoba di kalangan generasi muda.
Grace Taliwongso Nelwan, sosok perempuan inspiratif penerima penghargaan “Wanita Pembawa Perubahan”, yang juga menyosialisasikan manfaat kacang koro untuk kesehatan sebagai pangan alternatif.
Aladdin, Founder Literasi Cs Kehidupan, sekaligus penggagas kegiatan ini, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menciptakan gerakan sosial yang berkelanjutan.
Ustadz Gohan Matondang, penulis buku “Bidadari Santri”, yang mengulas spiritualitas dalam pembangunan manusia.
Serta Duta Literasi Musik dan Fashion Cs Kehidupan yang membawa nuansa kreatif dalam kampanye literasi berbasis seni.
Perpaduan Edukasi, Budaya, dan Ekonomi Kerakyatan
Tak hanya seminar, kegiatan ini juga disemarakkan dengan pertunjukan budaya dan seni yang menghadirkan para artis senior dan talenta cilik. Hal ini menunjukkan keseriusan panitia dalam merancang acara yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga menghibur dan membumi di tengah masyarakat.
Bazar UMKM yang menjadi bagian penting dalam kegiatan ini memberikan ruang promosi bagi pelaku usaha kecil menengah untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada publik yang lebih luas. Disediakan juga fasilitas konsultasi bisnis, serta informasi akses dana pinjaman tanpa agunan yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing UMKM lokal.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata bahwa kolaborasi antar komunitas, institusi pendidikan, pelaku usaha, dan aparat pemerintah dapat menghasilkan langkah-langkah positif bagi perubahan sosial yang lebih besar.
Panitia berharap seminar dan pameran ini menjadi langkah awal untuk mewujudkan gerakan nasional yang lebih kuat dan terstruktur dalam menyuarakan isu-isu dasar masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi rakyat, serta pelestarian lingkungan. Dalam waktu ke depan, kegiatan serupa akan terus dikembangkan dan melibatkan lebih banyak komunitas lintas wilayah.
“Semoga apa yang kami inisiasi ini bisa menjadi inspirasi dan pijakan bagi gerakan komunitas lainnya di seluruh Indonesia,” tutup Zainuddin.
(Hs)














