Suararakyat.info.Semarang-kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kota Semarang kembali mencuat ke publik. Kali ini, sorotan tertuju pada proyek pengadaan sarana dan rehabilitasi sekolah dasar (sursi SD) senilai Rp18 miliar yang dikelola Dinas Pendidikan Kota Semarang.
Dalam proses penyelidikan yang sedang berlangsung, muncul kabar bahwa sejumlah rekanan dan pelaksana proyek merupakan “titipan bapake”, istilah yang mengindikasikan adanya intervensi dari figur kuat di balik pemerintahan Kota Semarang. Dugaan ini semakin kuat seiring beredarnya dokumen lelang dan penunjukan langsung yang disebut-sebut sarat kepentingan.
Sumber internal menyebutkan bahwa beberapa pihak yang ditunjuk tidak memiliki rekam jejak teknis yang memadai, namun tetap diloloskan atas permintaan pihak tertentu. “Sudah menjadi rahasia umum, kalau tidak ada ‘titipan’, jangan harap bisa pegang proyek,” ujar salah satu narasumber yang enggan disebutkan namanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Proyek yang menyentuh angka miliaran ini sedianya bertujuan untuk memperbaiki fasilitas pendidikan dasar. Namun kuat dugaan, anggaran tersebut dipakai sebagian untuk mengakomodasi kepentingan oknum elite.
Aktivis antikorupsi mendesak Kejaksaan dan KPK turun tangan. “Jika benar ada intervensi dan praktik percaloan proyek, ini bukan hanya penyalahgunaan jabatan, tapi juga merusak masa depan pendidikan di kota ini,” tegas Ketua LSM Kawal Anggaran Rakyat, Darto Suripto.(18/6/2025)
Hingga kini, pihak Dinas Pendidikan Kota Semarang belum memberikan klarifikasi resmi. Masyarakat berharap transparansi segera ditegakkan demi memastikan proyek-proyek pendidikan benar-benar bermanfaat untuk siswa, bukan elite.
Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi:Redaksi Suararakyat.online Jawa Tengah
Jl. Plongkowati No. 16, Krobokan, Semarang Barat
WA: 0812-3304-7697
Email: redaksi@suararakyat.info














