Menuju Swasembada Pangan: Indonesia Siap Hentikan Impor Jagung pada 2026

- Penulis

Jumat, 13 Juni 2025 - 12:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Jakarta-Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk menghentikan impor jagung mulai tahun 2026. Kebijakan ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan panjang menuju kemandirian pangan nasional, sekaligus menjadi bukti bahwa sektor pertanian Indonesia kian menunjukkan ketangguhannya.

Langkah ini tak hanya mencerminkan keberhasilan strategi peningkatan produksi dalam negeri, namun juga menyiratkan arah baru kebijakan pangan nasional yang lebih berpihak pada petani lokal. Jagung, sebagai salah satu komoditas strategis nasional, memegang peranan vital dalam mendukung ketahanan pangan, industri pakan ternak, hingga perekonomian rakyat.

“Produksi jagung kita terus meningkat dalam lima tahun terakhir, berkat kerja keras petani, dukungan infrastruktur pertanian, dan kebijakan pemerintah yang konsisten. Dengan tren ini, kita optimis mampu memenuhi kebutuhan jagung nasional secara mandiri mulai tahun depan,” ujar Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam pernyataan resmi di Jakarta.(13/6/2025)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, Indonesia berhasil meningkatkan produksi jagung hingga lebih dari 20 juta ton pada 2024, dengan proyeksi pertumbuhan yang stabil hingga akhir 2025. Beberapa daerah sentra produksi seperti Gorontalo, Lampung, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan mencatat surplus yang signifikan.

Selain menjadi bahan baku utama industri pakan ternak, jagung juga merupakan sumber pangan bergizi tinggi. Kandungan serat, vitamin B kompleks, serta antioksidan seperti lutein dan zeaxanthin menjadikan jagung sebagai makanan yang baik untuk kesehatan pencernaan, menjaga kadar gula darah, dan meningkatkan imunitas tubuh.

READ  Menuju Swasembada Gula 2026: Kementerian Pertanian Dorong Enam Strategi Kunci Demi Kesejahteraan Petani dan Ketahanan Pangan Nasional

Langkah penghentian impor juga diyakini akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani jagung. Harga jual yang lebih stabil dan permintaan domestik yang tinggi akan memperkuat posisi petani dalam rantai pasok. Pemerintah pun tengah menyiapkan berbagai skema perlindungan harga, bantuan sarana produksi, serta akses pembiayaan agar petani bisa menikmati hasil jerih payah mereka secara maksimal.

Namun, sejumlah pihak mengingatkan pentingnya pengawasan distribusi dan infrastruktur logistik agar kebijakan ini benar-benar memberi manfaat menyeluruh, tidak hanya pada level produksi, tetapi juga distribusi dan konsumsi masyarakat.

“Ini bukan hanya soal berhenti impor. Ini soal membangun sistem pangan nasional yang adil, sehat, dan berkelanjutan,” kata seorang pengamat pertanian dari Universitas Gadjah Mada.

Dengan semangat gotong royong dan keberpihakan pada petani, Indonesia kini berada di ambang capaian besar: swasembada jagung. Tahun 2026 pun akan menjadi babak baru dalam sejarah pertanian nasional sebuah momentum yang mencerminkan harapan, kerja kolektif, dan cita-cita kedaulatan pangan yang semakin nyata.

 

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kesbangpol Papua Barat Daya Dorong Penguatan Kelembagaan Adat dan Percepatan Perdasus Pengendalian Penduduk
Bupati Inhil: Bujang Dara 2026 Harus Jadi Duta Pariwisata, Budaya, dan Inspirasi Generasi Muda
Ketua BKMT Inhil Hadiri Syukuran Jamaah Haji, Suasana Penuh Kebersamaan
Enam Desa di Pelangiran Jadi Percontohan Reforma Agraria, Bupati Herman Pastikan Lahan untuk Rakyat Kecil
Mahasiswa Sorong Desak Evaluasi Kebijakan Pemerintah, Tolak MBG, Soroti Harga BBM dan Pemborosan APBN
DPC ASWIN Meranti dan Prokopim Perkuat Sinergi Melalui Konsolidasi dan Silaturahmi Jurnalistik
Sekda Tantawi Jauhari Ajak ASN Hadiri Doa Akhir Tahun Hijriah, Tekankan Percepatan APBD 2027
Belasan Siswa MA Sabilal Muhtadin Ujian di Teras Tanpa Alas, Pengakuan Siswi dan Keterangan Guru Berbeda, Hak Anak Jadi Sorotan Publik
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 06:23 WIB

Kesbangpol Papua Barat Daya Dorong Penguatan Kelembagaan Adat dan Percepatan Perdasus Pengendalian Penduduk

Sabtu, 20 Juni 2026 - 02:12 WIB

Bupati Inhil: Bujang Dara 2026 Harus Jadi Duta Pariwisata, Budaya, dan Inspirasi Generasi Muda

Sabtu, 20 Juni 2026 - 02:07 WIB

Ketua BKMT Inhil Hadiri Syukuran Jamaah Haji, Suasana Penuh Kebersamaan

Kamis, 18 Juni 2026 - 23:46 WIB

Enam Desa di Pelangiran Jadi Percontohan Reforma Agraria, Bupati Herman Pastikan Lahan untuk Rakyat Kecil

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:19 WIB

Mahasiswa Sorong Desak Evaluasi Kebijakan Pemerintah, Tolak MBG, Soroti Harga BBM dan Pemborosan APBN

Berita Terbaru