Pakar Hukum Internasional Prof Sutan Nasional.Desak Presiden Prabowo Tingkatkan Kekuatan Militer Hadapi Ancaman Global dan Dukung Palestina

- Penulis

Selasa, 27 Mei 2025 - 14:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Jakarta –Pakar Hukum Internasional sekaligus pengamat geopolitik, Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, SH, MH, menyampaikan pernyataan tegas terkait eskalasi konflik di Palestina yang kini telah memasuki fase yang dinilainya sebagai genosida terang-terangan. Dalam wawancara eksklusif bersama media, beliau menegaskan bahwa kejahatan militer yang dilakukan oleh Israel dan sekutunya terhadap rakyat sipil, khususnya anak-anak Palestina, merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip hak asasi manusia.

Menurut Prof. Sutan, dunia internasional kini berada di titik nadir. “Kita telah menyaksikan runtuhnya sistem hukum internasional. Tidak ada lagi perlindungan hukum bagi rakyat Palestina. Ribuan anak-anak terluka, cacat, bahkan meninggal. Ini bukan lagi konflik, ini adalah pembersihan etnis,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan kekhawatiran mendalam bahwa bila situasi ini terus dibiarkan tanpa intervensi nyata, maka dalam hitungan bulan, seluruh generasi muda Palestina bisa saja lenyap. Ia menekankan bahwa upaya penyelamatan tidak lagi cukup dengan diplomasi semata, namun harus mempertimbangkan kesiapan kekuatan militer global, termasuk potensi keterlibatan negara-negara dengan kekuatan nuklir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jangan menunggu hingga senjata nuklir benar-benar digunakan untuk menghentikan genosida. Dunia harus bertindak sekarang,” ujar Prof. Sutan.(27/5/2025)

Dalam konteks nasional, ia juga menyampaikan pesan langsung kepada Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto. Ia meminta agar pemerintah segera meningkatkan kekuatan pertahanan dan persenjataan Indonesia sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan eskalasi konflik yang lebih luas, termasuk ancaman yang bisa berdampak pada kawasan Asia Tenggara.

READ  Papua Barat Daya Terima Penghargaan Nasional Posyandu, Komitmen Dukung Indonesia Emas 2045

“Presiden Prabowo harus memperkuat militer dan sistem pertahanan kita. Dunia sedang menuju situasi yang tidak menentu, dan Indonesia tidak boleh terbuai oleh ilusi stabilitas. Israel dan sekutunya, termasuk Amerika Serikat, telah menunjukkan sikap agresif yang sewaktu-waktu bisa mengancam kedaulatan negara lain, termasuk Indonesia,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa banyak masyarakat Indonesia mulai menyadari bahwa perang modern dapat berlangsung hingga satu dekade, dan dampaknya tidak hanya dirasakan di wilayah konflik, tetapi bisa menjalar ke kawasan lain.

“Keselamatan bangsa ini tidak bisa bergantung pada janji damai semu. Kita harus siap menghadapi kondisi terburuk. Jangan sampai kita terlena oleh kekuasaan atau dibutakan oleh janji-janji kekuatan besar yang seolah menjamin keamanan,” pungkas Prof. Sutan.

Ia menutup pernyataannya dengan doa dan harapan agar konflik di Palestina segera berakhir, meskipun dalam realitasnya mungkin dibutuhkan tekanan besar, bahkan kemungkinan keterlibatan kekuatan global untuk memastikan keadilan benar-benar ditegakkan.

 

Sumber. Prof,Dr, Sutan Nasomal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Yakub F Ismail,Di Balik Gencatan: Implikasinya bagi Indonesia
Aceng Syamsul Hadie: Segera Keluar dari BoP (Board of Peace) Sekarang, Jangan Biarkan Indonesia Dijadikan Alat Legitimasi Penjajahan
Pemerintah Kerajaan Maroko Tegaskan Keamanan Teluk adalah Harga Mati bagi Maroko
Finlandia Dukung Otonomi di Bawah Kedaulatan Maroko sebagai Solusi Sahara Maroko
Aceng Syamsul Hadie: Segera Keluar dari BoP ala Trump, Indonesia Jangan Jadi Kaki Tangan Blok Geopolitik Barat
Aceng Syamsul Hadie: Perjanjian Dagang AS – Indonesia, Stabilitas Tarif atau Menggadaikan Kedaulatan..?!
Budaya Leluhur Bangkit di Pesta Rakyat Kecamatan Pasan Tahun 2026
Menenun Perdamaian Dunia dari Davos: Kepemimpinan Visioner HM Raja Mohammed VI dan Pengesahan Piagam “Board of Peace”
Berita ini 1 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 01:00 WIB

Yakub F Ismail,Di Balik Gencatan: Implikasinya bagi Indonesia

Senin, 9 Maret 2026 - 02:42 WIB

Aceng Syamsul Hadie: Segera Keluar dari BoP (Board of Peace) Sekarang, Jangan Biarkan Indonesia Dijadikan Alat Legitimasi Penjajahan

Senin, 2 Maret 2026 - 23:41 WIB

Pemerintah Kerajaan Maroko Tegaskan Keamanan Teluk adalah Harga Mati bagi Maroko

Senin, 2 Maret 2026 - 23:37 WIB

Finlandia Dukung Otonomi di Bawah Kedaulatan Maroko sebagai Solusi Sahara Maroko

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:20 WIB

Aceng Syamsul Hadie: Segera Keluar dari BoP ala Trump, Indonesia Jangan Jadi Kaki Tangan Blok Geopolitik Barat

Berita Terbaru

TNI

Kodaeral XIV Hadiri Peringatan Hari Kartini di Sorong

Selasa, 21 Apr 2026 - 14:51 WIB