Suararakyat.info.Jakarta –Pakar Hukum Internasional sekaligus pengamat geopolitik, Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, SH, MH, menyampaikan pernyataan tegas terkait eskalasi konflik di Palestina yang kini telah memasuki fase yang dinilainya sebagai genosida terang-terangan. Dalam wawancara eksklusif bersama media, beliau menegaskan bahwa kejahatan militer yang dilakukan oleh Israel dan sekutunya terhadap rakyat sipil, khususnya anak-anak Palestina, merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip hak asasi manusia.
Menurut Prof. Sutan, dunia internasional kini berada di titik nadir. “Kita telah menyaksikan runtuhnya sistem hukum internasional. Tidak ada lagi perlindungan hukum bagi rakyat Palestina. Ribuan anak-anak terluka, cacat, bahkan meninggal. Ini bukan lagi konflik, ini adalah pembersihan etnis,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan kekhawatiran mendalam bahwa bila situasi ini terus dibiarkan tanpa intervensi nyata, maka dalam hitungan bulan, seluruh generasi muda Palestina bisa saja lenyap. Ia menekankan bahwa upaya penyelamatan tidak lagi cukup dengan diplomasi semata, namun harus mempertimbangkan kesiapan kekuatan militer global, termasuk potensi keterlibatan negara-negara dengan kekuatan nuklir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jangan menunggu hingga senjata nuklir benar-benar digunakan untuk menghentikan genosida. Dunia harus bertindak sekarang,” ujar Prof. Sutan.(27/5/2025)
Dalam konteks nasional, ia juga menyampaikan pesan langsung kepada Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto. Ia meminta agar pemerintah segera meningkatkan kekuatan pertahanan dan persenjataan Indonesia sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan eskalasi konflik yang lebih luas, termasuk ancaman yang bisa berdampak pada kawasan Asia Tenggara.
“Presiden Prabowo harus memperkuat militer dan sistem pertahanan kita. Dunia sedang menuju situasi yang tidak menentu, dan Indonesia tidak boleh terbuai oleh ilusi stabilitas. Israel dan sekutunya, termasuk Amerika Serikat, telah menunjukkan sikap agresif yang sewaktu-waktu bisa mengancam kedaulatan negara lain, termasuk Indonesia,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa banyak masyarakat Indonesia mulai menyadari bahwa perang modern dapat berlangsung hingga satu dekade, dan dampaknya tidak hanya dirasakan di wilayah konflik, tetapi bisa menjalar ke kawasan lain.
“Keselamatan bangsa ini tidak bisa bergantung pada janji damai semu. Kita harus siap menghadapi kondisi terburuk. Jangan sampai kita terlena oleh kekuasaan atau dibutakan oleh janji-janji kekuatan besar yang seolah menjamin keamanan,” pungkas Prof. Sutan.
Ia menutup pernyataannya dengan doa dan harapan agar konflik di Palestina segera berakhir, meskipun dalam realitasnya mungkin dibutuhkan tekanan besar, bahkan kemungkinan keterlibatan kekuatan global untuk memastikan keadilan benar-benar ditegakkan.
Sumber. Prof,Dr, Sutan Nasomal














