Suararakyat.info.Jakarta– Di tengah hiruk-pikuk opini publik dan dinamika sosial yang bergolak di media sosial, muncul kembali sosok legendaris yang tak asing dalam sejarah keras ibu kota: H. Hercules Rosario Marshal. Figur ini tidak hanya dikenal sebagai tokoh kontroversial dari masa lalu, tetapi kini juga sebagai pemimpin ormas DPP GRIB Jaya yang telah bertransformasi secara spiritual, sosial, dan ideologis.
Hercules, seorang tokoh asal Timor Timur yang pernah menjadi bagian dari operasi militer TNI melawan gerakan separatis Fretilin, dikenal dengan latar belakang kehidupan kerasnya di Jakarta, khususnya di kawasan Bongkaran, Tanah Abang. Keberaniannya, temperamennya, dan kekerasan jalanan membentuk dirinya sebagai sosok disegani atau bahkan ditakuti oleh kawan dan lawan.
Namun seiring waktu, perubahan besar mewarnai perjalanan hidupnya. Setelah mengalami luka serius dalam konflik bersenjata dan menjalani kehidupan sebagai preman ibukota, Hercules memilih jalan baru: ia menjadi seorang mualaf, menunaikan ibadah haji, dan kini giat menjalankan aktivitas sosial serta keagamaan. Ia bahkan dikenal dermawan, rutin memberikan santunan kepada ribuan fakir miskin, anak yatim, dan kaum marginal di DKI Jakarta setiap malam Jumat.
Sebagai Ketua Umum DPP GRIB Jaya, Hercules dikenal membina mantan preman menjadi warga produktif. Tanpa menjadikan ormasnya sebagai alat peminta-minta, ia membangun organisasi itu dari nol, lewat kerja keras dan dana pribadi, dengan tujuan mengangkat harkat dan martabat kaum kecil. Kini, ia juga menetap di Indramayu, Jawa Barat, mengembangkan usaha pertanian dan penggilingan beras bersama keluarganya.
Dalam beberapa waktu terakhir, namanya kembali mencuat karena potongan video viral yang menimbulkan kontroversi. Hercules dituding menghujat seorang jenderal dengan ucapan “bau tanah” –sebuah kesalahan lisan yang kemudian ia klarifikasi dan minta maaf secara terbuka. Dengan rendah hati, ia mengakui kekhilafannya, menunjukkan sisi kedewasaan dan komitmennya terhadap nilai-nilai damai dan persatuan bangsa.
Mewakili suara solidaritas nasional, tokoh seperti Dr. Bernard BBBI Siagian, SH., MA.KP (Ketua DPP GAKORPAN), Bunda Tiur Simamora, dan Rusman Pinem dari POSBAKUM & LBH PERS Presisi Polri menyuarakan dukungan moril terhadap Hercules. Mereka mengajak masyarakat untuk mengedepankan semangat persatuan, menolak ujaran kebencian, dan menyudahi persekusi terhadap sesama anak bangsa.
“Tuhan saja Maha Pengampun. Mengapa kita manusia kerap kali enggan memaafkan satu sama lain? Padahal, kita semua eksponen bangsa, anak-anak Ibu Pertiwi yang wajib saling merangkul,” ujar Dr. Bernard dalam pernyataan terbuka.Rabu (14/5/2025)
Cerita kehidupan H. Hercules Rosario Marshal bukan sekadar kisah kerasnya jalanan, melainkan tentang metamorfosis manusia dari kelamnya masa lalu menuju cahaya pengabdian. Kisah ini menjadi cermin bagi bangsa Indonesia: bahwa di tengah keterpurukan, perubahan itu mungkin. Bahwa bahkan dari “lembah hitam” sekalipun, seseorang bisa bangkit dan memberi terang bagi sekelilingnya.
Kini, saat Indonesia bersiap menuju visi besar Indonesia Emas 2045 di bawah kepemimpinan Presiden H. Prabowo Subianto, seruan untuk berdamai, bersatu, dan membangun bersama menjadi panggilan nurani bagi seluruh anak bangsa. Semangat Pancasila, UUD 1945, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi panduan, bukan sekadar jargon.
Sumber: Dr. Bernard














