Tragedi Ciu di Ciburial: Kenakalan Remaja, Luka Keluarga, dan Jalan Damai Restoratif

- Penulis

Selasa, 6 Mei 2025 - 13:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Bogor-Dalam sebuah langkah berani yang mengedepankan nilai-nilai persaudaraan dan keadilan restoratif, sejumlah tokoh nasional dan aparat hukum menyuarakan dukungan terhadap penyelesaian damai kasus kekerasan remaja yang mengguncang Kampung Ciburial, Desa Batulayang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kasus ini bermula dari kenakalan remaja di bawah umur yang dipicu oleh peredaran bebas minuman keras oplosan jenis “ciu”, yang mengakibatkan tragedi melibatkan dua keluarga—Mu M, Saepudin, Bambang, Imas, dan Komar—yang ironisnya masih memiliki ikatan darah dan tinggal sekampung. Konflik internal ini mencuat menjadi kasus hukum yang nyaris menghancurkan tatanan sosial masyarakat kecil di kaki Gunung Gede Pangrango.

Namun, berkat dorongan dari berbagai pihak seperti Jurnalis Senior Dr. Bernard BBBI Siagian, SH., Makp, Pengacara Nasional Dian Wibowo, SH., MH., dan aktivis perempuan Bunda Tiur Simamora (BAI-FRN, DPP GAKORPAN #LBH Pers Presisi Polri), suara akal sehat dan tali silaturahmi kembali dihidupkan. Melalui pendekatan Restorative Justice, para pihak yang berseteru akhirnya memilih jalan damai.Selasa(6/5/2025) 

Kapolres Bogor, AKBP Drs. Rio Wahyu Anggoro, SH., SIK., MH., menyatakan dukungan penuh terhadap pendekatan kekeluargaan ini. “Kami menyambut baik itikad damai kedua belah pihak. Ini menjadi contoh edukatif yang harus kita dorong di tengah maraknya kasus kenakalan remaja akibat pengaruh negatif alkohol dan narkoba,” ujarnya dalam konferensi pers di Mapolres Bogor pagi ini.

Lebih dari sekadar penyelesaian kasus, peristiwa ini menjadi refleksi mendalam bagi para orang tua dan aparat negara dalam menghadapi fenomena degradasi moral anak muda. Anak-anak yang terlibat sempat dititipkan di UPT Dinsos Bogor selama lima bulan dalam kondisi psikologis tertekan, akibat minimnya pengawasan serta efek trauma pasca insiden.

Pengacara Dian Wibowo menegaskan bahwa kasus ini telah diselesaikan secara tuntas. “Kita sudah saling bersalaman, saling memaafkan. Tidak boleh ada lagi suuzon, dengki, apalagi dendam. Mari kembali ke titik nol,” tegasnya.

Lebih jauh, negara pun didorong untuk hadir aktif melalui program rehabilitasi dan pembinaan, seperti model “Pesantren 6 Bulan” ala Kang Deddy Mulyadi. Program ini tak hanya mengobati luka batin, tetapi juga menanamkan kembali nilai-nilai luhur Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, serta semangat bela negara.

Dalam arahan yang dihadiri orang tua dan anak-anak pelaku, Kapolres Bogor menegaskan pentingnya pendidikan karakter, spiritualitas, dan pelatihan keterampilan sebagai jalan pembebasan anak-anak dari jerat pergaulan destruktif. Pemerintah daerah diharapkan dapat mengalokasikan anggaran untuk program pembinaan terpadu dan terstruktur (TSM), demi mencetak generasi muda yang bukan hanya selamat, tetapi mampu menjadi suri teladan bangsa.

“Daripada mereka menjadi sampah masyarakat, lebih baik kita bentuk mereka menjadi patriot sejati: guru, dokter, polisi, TNI, pengusaha, bahkan anggota DPR,” ujar Dr. Bernard dengan nada tegas dalam pernyataan tertulisnya.

Kasus ini adalah cermin. Bagi bangsa. Bagi orang tua. Dan bagi seluruh masyarakat. Bahwa jika kita gagal membina anak-anak hari ini, maka kita akan menuai kekacauan esok hari.

(Dr Bernard)

READ  Kuasa Hukum Feradi WPI Subur Jaya Law Firm Pastikan Restorative Justice Kasus Kecelakaan Kerja di Semarang Berjalan Transparan dan Tuntas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat
DPR Kota Sorong Dorong Penyelesaian Internal Terkait Pemalangan Kantor Distrik Sorong Barat
Babinsa Koramil 1802-02/Sorong Barat Monitoring Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV
Pangdam XVIII/Kasuari Hadiri Rapat Kerja Pemprov Papua Barat : Perkuat Sinergi dan Stabilitas Daerah
Percepatan Konstruksi Jembatan Garuda Tahap IV, Kodim 1802/Sorong Perkuat Struktur Dasar
Bamsoet Raih Penghargaan Wartawan Parlemen Awards 2026 Kategori Legislator Penggerak Profesionalisme Institusi dan Aparat Penegak Hukum
Korupsi APBD Kabupaten Sorong Terbongkar, Kerugian Negara Capai Rp54 Miliar
Dugaan Minim nyaTransparansi Proyek Kopdes Merah Putih, Publik Pertanyakan Penggunaan Anggaran Negara di Lapangan
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 23:51 WIB

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Sabtu, 18 April 2026 - 07:59 WIB

DPR Kota Sorong Dorong Penyelesaian Internal Terkait Pemalangan Kantor Distrik Sorong Barat

Sabtu, 18 April 2026 - 03:45 WIB

Babinsa Koramil 1802-02/Sorong Barat Monitoring Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV

Jumat, 17 April 2026 - 13:03 WIB

Pangdam XVIII/Kasuari Hadiri Rapat Kerja Pemprov Papua Barat : Perkuat Sinergi dan Stabilitas Daerah

Jumat, 17 April 2026 - 03:22 WIB

Percepatan Konstruksi Jembatan Garuda Tahap IV, Kodim 1802/Sorong Perkuat Struktur Dasar

Berita Terbaru