Suararakyat.info.Sukabumi– Dunia pendidikan di Kabupaten Sukabumi kembali diguncang oleh tindakan tak terpuji dari seorang oknum guru. Seorang siswa kelas 10 SMK Bina Anak Bangsa, Kecamatan Simpenan,diduga menjadi korban perundungan di lingkungan sekolah, saat jam pelajaran berlangsung. Mirisnya, tindakan tersebut dilakukan oleh tenaga pendidik yang seharusnya menjadi teladan.
Insiden memilukan ini terungkap ketika salah satu orang tua siswa, Unang, menceritakan bahwa anaknya pulang sekolah dengan kondisi celana seragam biru panjang yang robek tidak wajar.kehadian tersebut pada hari selasa (23/4/2025).
“Awalnya anak saya tidak mau cerita. Tapi setelah saya desak beberapa kali, dia mengaku bahwa celananya dirobek oleh gurunya sendiri dengan menggunakan pisau saat jam pelajaran,” ujarnya dengan nada kecewa.kepada awak media suararakyat.info pada Kamis pagi, (1/5/2025)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keesokan harinya, Unang mendatangi sekolah untuk meminta penjelasan dari pihak terkait. Namun, pihak sekolah justru menyatakan bahwa anaknya tidak memiliki masalah apapun selama di sekolah. “Kalau anaknya tidak ada masalah apapun di sini,” ujar salah satu guru yang menanggapi singkat.
Oknum guru yang disebut-sebut bernama Cecep, akhirnya ditemukan di ruang kepala sekolah. Kepada Unang, ia hanya mampu menyampaikan permintaan maaf atas tindakan yang telah dilakukan.
Tindakan ini menuai kecaman dari berbagai pihak, salah satunya datang dari Azhar Vilyan, pemerhati kebijakan publik Ia menilai kejadian ini sebagai bukti kemunduran moral sebagian tenaga pendidik yang tidak lagi mencerminkan nilai-nilai pendidikan.
“Ini tindakan bodoh yang mencoreng martabat dunia pendidikan. Menggunakan kekerasan, apalagi dengan senjata tajam seperti pisau kepada siswa, sangat tidak bisa ditoleransi. Guru seharusnya menjadi panutan, bukan pelaku kekerasan. Jika ini dibiarkan, kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan akan semakin merosot,” tegas Azhar.ketika di konfirmasi lewat pesan singkat whatsapp pada Kamis (1/5/2025)
Azhar juga mendesak Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat melalui kepala cabang dinas (KCD) wilayah Kabupaten Sukabumi untuk segera turun tangan dan memberikan sanksi tegas kepada pelaku, serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola pembinaan guru di sekolah-sekolah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan setempat terkait tindak lanjut atas kejadian ini. Namun masyarakat menuntut agar kasus ini tidak ditutup-tutupi dan pelaku benar-benar diberi hukuman yang setimpal, demi menjaga marwah pendidikan di Sukabumi.
(Hilman)














