Hj. Musdalifah, SP., M.Sc: 45 Tahun Menanam Kebaikan, Memimpin dengan Hati, Menginspirasi Perempuan Bangsa

- Penulis

Jumat, 25 April 2025 - 13:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Jakarta-Dalam dunia kepemimpinan perempuan, nama Hj. Musdalifah, SP., M.Sc bukanlah sosok yang asing. Perempuan kelahiran Sulawesi Selatan ini telah melintasi zaman dengan integritas, dedikasi, dan semangat pengabdian yang tak kunjung padam. Kini, ia memegang berbagai posisi strategis, di antaranya sebagai Ketua Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPW KKSS) Jawa Tengah, Ketua P3SRS, dan baru-baru ini terpilih sebagai Ketua Himpunan Keluarga Massenrempulu (HIKMA) DPW Jawa Tengah untuk masa bakti 2024–2029.

Namun, perjalanan panjang yang dilaluinya bukan tanpa rintangan. Lahir dari keluarga pedagang, Musdalifah adalah satu-satunya anak yang menembus batas tradisi keluarga dan memilih jalur birokrasi dan organisasi. Sejak kecil, ia telah aktif dalam berbagai organisasi, mulai dari ketua senat mahasiswa di kampus swasta, ketua HMI komisariat, hingga ketua Naslatul Lansia. Jiwa kepemimpinannya tumbuh bersama nilai-nilai yang diwariskan oleh orang tuanya—menjadi berguna bagi siapa pun di sekitarnya.(25/4/2025)

Perjalanan Cinta yang Menyatukan Dua Budaya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernikahannya dengan suami tercinta, yang berasal dari Jawa, menjadi bukti bahwa cinta bisa menjembatani perbedaan budaya. “Saya orang Makassar, suami saya Jawa. Kami belajar menyesuaikan. Saya belajar menjadi ‘orang Jawa’,” tutur Musdalifah mengenang. Kini, usia pernikahannya sudah hampir menyentuh 45 tahun, dan menurutnya, kunci keharmonisan rumah tangga adalah saling memahami, tidak mencampur urusan rumah dengan keluarga besar, serta satu komitmen: apapun yang terjadi, mereka harus tetap bersama.

Karier Birokrat dan Aktivis: Dari Kehutanan Hingga BP7 Pusat

Karier Musdalifah di dunia birokrasi dimulai dari Yayasan Wahana Jaya yang bernaung di bawah Departemen Kehutanan. Ia menjadi salah satu dari tiga besar peserta penataran P4 tingkat nasional, yang kemudian mengantarnya ke BP7 pusat di bawah kepemimpinan Sarwo Edhi Wibowo. Di titik ini, Musdalifah menyadari bahwa jalan hidupnya adalah menjadi agen perubahan yang menginspirasi, khususnya bagi kaum perempuan.

Tahun 1994, saat sang suami ditugaskan ke Riau, Musdalifah melanjutkan kiprahnya sebagai ketua pengelola Gedung Wanita di Pekanbaru. Di sana pula, ia mendirikan rumah makan “Angin Mamiri” yang menggabungkan cita rasa Solo dan Makassar, simbol dari persatuannya dengan sang suami.

Wirausaha dan Politik: Perempuan Bisa Apa Saja

Pada tahun 2002, Musdalifah hijrah ke Solo dan mendirikan perusahaan percetakan Alfirdos. Bahkan, ketika Jusuf Kalla mencalonkan diri sebagai presiden pada 2009, perusahaan percetakannya mencetak dua juta pamflet untuk wilayah Jawa dan Bali. “Saya selalu percaya bahwa perempuan bisa apa saja jika diberi kesempatan,” katanya.

READ  Pengamat Desak Polda Kalbar Bertindak Cepat dan Ilmiah Tangani Kasus Oli Ilegal yang Diduga Palsu di Kubu Raya

Meski tidak tertarik terjun dalam politik praktis, Musdalifah pernah menjadi pelopor NasDem di Jawa Tengah, bahkan saat masih berupa ormas. Namun, kesetiaannya pada Golkar sebagai partai yang melekat sejak masa PNS membuatnya memilih tidak aktif dalam partai apa pun saat ini. “Saya tidak mau punya musuh. Politik itu keras, dan saya lebih ingin menjadi penggerak dari belakang layar,” tegasnya.

Suara Lantang untuk Emansipasi Perempuan

Pandangan Musdalifah tentang pemberdayaan perempuan sangat jelas dan progresif. “Saya ingin lebih banyak perempuan menjadi anggota dewan. Perempuan lebih cerdas, hanya kurang kesempatan saja,” ucapnya penuh semangat. Ia menyuarakan bahwa perempuan tidak boleh selalu dijadikan cadangan dalam kabinet. “Kenapa tidak menteri perdagangan dijabat perempuan? Jangan cuma wamen. Perempuan itu lebih halus, lebih kreatif, dan bisa diandalkan,” tambahnya.

Nama-nama seperti Retno Marsudi dan Sri Mulyani menjadi inspirasi besar baginya. Ia berharap akan lahir lebih banyak pemimpin perempuan yang membawa hati dalam setiap kebijakan, bukan sekadar otot.

Dukungan untuk UMKM dan Ketahanan Pangan

Sebagai Ketua BPW KKSS Jateng, Musdalifah sangat mendukung UMKM yang dikelola perempuan. Menurutnya, sentuhan tangan perempuan membuat produk UMKM lebih kreatif dan inovatif. “Onde-onde dari dulu isinya gitu-gitu aja, ayo dong digongseng kelapanya biar kriuk. Harus ada inovasi,” ucapnya sambil tertawa.

Ia juga menyuarakan dukungan kuat terhadap program Menteri Pertanian Amran Sulaiman, terutama terkait ketahanan pangan dan Satgas Pangan Khusus. “Cara kerja beliau itu cara kerja orang Bugis, cepat dan taktis. Tapi harus tetap hati-hati karena lawannya tidak hanya orang Bugis,” ujarnya.

Menabur Kebaikan Sampai Ujung Usia

Di penghujung perbincangan, Musdalifah menyampaikan bahwa satu hal yang masih menjadi harapannya adalah agar lebih banyak perempuan menjadi pelopor perubahan di masyarakat. “Sisa umur saya ingin saya pakai untuk menanam kebaikan. Dari 1.000 kebaikan yang ditanam, pasti akan ada yang berbuah. Yang mati pasti ada, tapi buah itulah yang akan mengantar saya ke bau-bau surga.”

Dengan semangat, pengalaman, dan pengabdian yang begitu luas, Hj. Musdalifah menjadi simbol perempuan Indonesia yang teguh, tangguh, dan terus menabur manfaat di setiap langkah.

 

(S Handoko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat
DPR Kota Sorong Dorong Penyelesaian Internal Terkait Pemalangan Kantor Distrik Sorong Barat
Babinsa Koramil 1802-02/Sorong Barat Monitoring Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV
Pangdam XVIII/Kasuari Hadiri Rapat Kerja Pemprov Papua Barat : Perkuat Sinergi dan Stabilitas Daerah
Percepatan Konstruksi Jembatan Garuda Tahap IV, Kodim 1802/Sorong Perkuat Struktur Dasar
Bamsoet Raih Penghargaan Wartawan Parlemen Awards 2026 Kategori Legislator Penggerak Profesionalisme Institusi dan Aparat Penegak Hukum
Korupsi APBD Kabupaten Sorong Terbongkar, Kerugian Negara Capai Rp54 Miliar
Dugaan Minim nyaTransparansi Proyek Kopdes Merah Putih, Publik Pertanyakan Penggunaan Anggaran Negara di Lapangan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 23:51 WIB

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Sabtu, 18 April 2026 - 07:59 WIB

DPR Kota Sorong Dorong Penyelesaian Internal Terkait Pemalangan Kantor Distrik Sorong Barat

Sabtu, 18 April 2026 - 03:45 WIB

Babinsa Koramil 1802-02/Sorong Barat Monitoring Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV

Jumat, 17 April 2026 - 13:03 WIB

Pangdam XVIII/Kasuari Hadiri Rapat Kerja Pemprov Papua Barat : Perkuat Sinergi dan Stabilitas Daerah

Jumat, 17 April 2026 - 03:22 WIB

Percepatan Konstruksi Jembatan Garuda Tahap IV, Kodim 1802/Sorong Perkuat Struktur Dasar

Berita Terbaru

Berita Daerah

Kodim 1802/Sorong Percepat Progres Jembatan Perintis Garuda Tahap IV

Minggu, 19 Apr 2026 - 02:13 WIB