Akhmad Sumarling: Gagas Konsep Tambang Rakyat Untuk Kesejahteraan Masyarakat Sekitar

- Penulis

Sabtu, 17 Mei 2025 - 00:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Jakarta-Potensi kekayaan alam yang dimiliki Propinsi Sulawesi Tengah seperti Nikel, Emas, Tembaga dan beberapa mineral sangat besar.Anehnya masyarakat belum ada peningkatan kesejahteraan ekonomi khususnya wilayah pedesaan yang berada di Kota Palu.

Melalui PT Sulteng Mineral Sejahtera (SMS) membuat konsep/gagasan tambang rakyat dengan menyertakan peran masyarakat dalam pemanfaatan potensi mineral sehingga bisa menjadi Pilot Project untuk sektor tambang .Nantinya masyarakat akan menjadi pelaku, pemilik ijin dan penerima manfaat.

“Pilot Project untuk kerjasama kemitraan antara masyarakat desa yang memiliki mineral dengan perusahaan kami untuk pertama kalinya akan dibangun di Kabupaten Toli-Toli, Sulteng,” ujar Akhmad Sumarling, SE selaku Dirut PT SMS kepada SUARARAKYAT.INFO, di Jakarta, Jumat (16/05/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Permasalahan yang sering muncul dalam tata kelola tambang rakyat tambah Akhmad Sumarling adalah lambatnya perizinan/regulasi dan setengah hati pemerintah untuk melakukan pendampingan terjun langsung ke wilayah tambang.

“Pemerintah diharapkan hadir dalam proses produksi jangan hanya memberikan ijin artinya jangan setengah hati.Karena tugas pemerintah mensejahterakan masyarakat,”imbuhnya.

READ  Kota Sorong Siaga Tsunami, BMKG: Belum Ada Perubahan Signifikan, Warga Diimbau Jauhi Pantai

Dikatakan Akhmad esensi dalam Pilot Project ini selain mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan Ilegal Mining juga menyiapkan badan hukum berupa koperasi.

“Bayangkan saja membuat koperasi saja mereka tidak punya modal kemudian menyiapkan dokumen ijin pertambangan rakyat sesuai dengan UU ini salah satu bentuk perusahaan membantu masyarakat,”urainya.

Pada dasarnya dalam manajemen tambang masyarakat menjadi pelaku, pengusaha adalah mitra/modal jadi tidak ada lagi tambang ilegal.

“Masyarakat sebetul tidak mau menambang ilegal karena melanggar hukum.Pengusaha/investor hadir untuk memberikan solusi berupa infrastruktur, skill dan SDM kemudian pemerintah hadir jemput bola dalam hal pendampingan berupa ruang perizinan yang cepat,”terangnya.

Akhmad juga menyebut dalam UU sudah jelas kekayaan alam bumj, air dan isinya dikuasai oleh negara namun harus digunakan untuk kesejahteraan rakyat.

“Jadi kalau pemerintah membuat UU, Kepres, Kepmen dan Inpres tidak untuk kepentingan rakyat artinya melanggar UU.Intinya mau atau tidak pemerintah membuat aturan sesuai kebutuhan/kesejahteraan masyarakat,”tandasnya.

 

(han)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat
DPR Kota Sorong Dorong Penyelesaian Internal Terkait Pemalangan Kantor Distrik Sorong Barat
Babinsa Koramil 1802-02/Sorong Barat Monitoring Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV
Pangdam XVIII/Kasuari Hadiri Rapat Kerja Pemprov Papua Barat : Perkuat Sinergi dan Stabilitas Daerah
Percepatan Konstruksi Jembatan Garuda Tahap IV, Kodim 1802/Sorong Perkuat Struktur Dasar
Bamsoet Raih Penghargaan Wartawan Parlemen Awards 2026 Kategori Legislator Penggerak Profesionalisme Institusi dan Aparat Penegak Hukum
Korupsi APBD Kabupaten Sorong Terbongkar, Kerugian Negara Capai Rp54 Miliar
Dugaan Minim nyaTransparansi Proyek Kopdes Merah Putih, Publik Pertanyakan Penggunaan Anggaran Negara di Lapangan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 23:51 WIB

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Sabtu, 18 April 2026 - 07:59 WIB

DPR Kota Sorong Dorong Penyelesaian Internal Terkait Pemalangan Kantor Distrik Sorong Barat

Sabtu, 18 April 2026 - 03:45 WIB

Babinsa Koramil 1802-02/Sorong Barat Monitoring Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV

Jumat, 17 April 2026 - 13:03 WIB

Pangdam XVIII/Kasuari Hadiri Rapat Kerja Pemprov Papua Barat : Perkuat Sinergi dan Stabilitas Daerah

Jumat, 17 April 2026 - 03:22 WIB

Percepatan Konstruksi Jembatan Garuda Tahap IV, Kodim 1802/Sorong Perkuat Struktur Dasar

Berita Terbaru