Suararakyat.info.Jakarta– Dalam suasana haru penuh makna, Dr. Bernard, Ketua DPP GAKORPAN dan LBH PERS Presisi, bersama dengan Bunda Tiur Purba Simamora, ibunda mertua dari tokoh fenomenal pejuang adat Papua, menyampaikan pesan kebangsaan dan harapan besar bagi kemajuan Tanah Papua dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta.
Kegiatan ini menjadi momen monumental mengenang jasa dan perjuangan Radja Besar Papua Bersatu, Prof. Dr. (C) Wallock Kayu Hubi—sosok yang telah mengabdikan hidupnya untuk menyatukan masyarakat adat Papua dan memperjuangkan keadilan atas hak-hak tanah adat yang selama puluhan tahun belum terselesaikan.(8/4/2025)
Jejak Sejarah Lembah Baliem dan Boven Digoel
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lembah Baliem, Puncak Cartenz, dan Merauke Boven Digoel menjadi saksi bisu perjuangan para tokoh bangsa, termasuk sang Founding Father, Bung Karno. Di tempat inilah Bung Karno menjalani masa pengasingan, merajut semangat perjuangan bersama tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan. Peninggalan sejarah itu masih berdiri dalam bentuk prasasti dan cerita yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat adat Papua.

Namun, kini kompleksitas sejarah tersebut nyaris terlupakan. Selama 28 tahun masa reformasi bergulir, nilai-nilai luhur dan mercusuar perjuangan itu mulai meredup, seiring dengan semakin jauhnya perhatian pusat terhadap pembangunan akar rumput di Papua.
Kebangkitan Semangat Melalui Generasi Muda
Dalam momentum ini, hadir pula Chico Kayu Hubi, putra dari mendiang Radja Kayu Hubi, yang dikenal sebagai Duta Kebudayaan Papua Go International—pernah dilatih oleh tokoh-tokoh nasional seperti Raffi Ahmad, Deddy Corbuzier, dan Uya Kuya. Kini, Chico tengah dipersiapkan untuk memimpin GAKORPAN di Papua sekaligus menjadi Kaperwil (Kepala Perwakilan Wilayah) Media GAKORPAN NEWS PAPUA. Penobatannya merupakan simbol keberlanjutan perjuangan dan harapan besar masyarakat Papua akan masa depan yang sejahtera dan mandiri.
Menagih Keadilan dan Pengakuan atas Tanah Adat
Salah satu pesan yang ditekankan dalam konferensi ini adalah permohonan keadilan terhadap hak tanah adat di Wamena yang selama 30 tahun digunakan untuk pembangunan Bandara Internasional Wamena, namun belum mendapatkan ganti rugi yang layak dari pemerintah pusat sejak masa Presiden SBY. Almarhum Radja Kayu Hubi sempat menitipkan pesan ini kepada Bunda Tiur agar terus disuarakan hingga keadilan benar-benar ditegakkan.
Program ASTA CITA dan Masa Depan Papua
Mereka juga menyatakan dukungan penuh terhadap program pembangunan nasional ASTA CITA yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Lewat peran aktif LSM dan Media GAKORPAN di Papua, mereka ingin menjadikan Lembah Baliem, Wamena, dan wilayah adat lainnya sebagai pusat peradaban baru yang berlandaskan budaya lokal dan semangat nasionalisme Pancasila.
Bunda Tiur Simamora, Srikandi perjuangan 45 dan aktivis pemberdayaan perempuan, menutup wawancaranya dengan mata berkaca-kaca, mengenang perjuangan Radja Kayu Hubi yang wafat dalam pelukan ibu pertiwi. Beliau berharap Chico dapat menjadi “jembatan lilin yang rela habis terbakar demi menerangi jalan rakyat Papua”, dan menjadi motor penggerak pembangunan berkelanjutan di tanah leluhur.
Papua Bersatu untuk Indonesia Emas 2045
Dengan segala potensi kekayaan alam, budaya, dan semangat perjuangan rakyatnya, Papua diyakini akan menjadi kunci penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Harapan besar itu kini berada di tangan generasi muda seperti Chico Kayu Hubi, didampingi oleh para tokoh nasional dan adat yang terus menjaga bara semangat perjuangan di ujung timur Nusantara.
“**Bangkitlah Tan
(Dr.Bernard)














