Tak Hadir RDP Soal JKN, Kadis Kesehatan dan Kapus Waisala Dianggap ”Pandang Enteng” Komisi III DPRD SBB

- Penulis

Selasa, 4 Februari 2025 - 03:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.SBB Maluku-Komisi III DPRD SBB mengadakan rapat dengar pendapat dengan, dinas Kesehatan Daerah, dan pihak puskesmas Waisala, guna membahas terkait persoalan pemotongan JKN, namun dalam RDP itu tidak dihadiri oleh kepala dinas Kesehatan SBB dan kepala puskesmas waesala. Pada Jumat (31/1/2025).

Ketidakhadiran kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Puskesmas pada RDP itu dianggap tak menghargai komisi III DPRD SBB selaku mitra kerja, padahal kehadiran Kadis Kesehatan dan Kapus Waesala sangat penting untuk menjelaskan soal pemotongan JKN tersebut.

Sikap yang ditunjukkan Kadis Kesehatan Gariman Kurniawan dan Kapus Waesala Saniaty Tuankotta sudah ”Pandang Enteng” terhadap lembaga legislatif dalam hal ini Komisi III DPRD SBB. Kadis Kesehatan mengutus stafnya untuk mewakili di RPD tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Atas sikap mereka bisa merusak hubungan kemitraan antara lembaga legislatif dan eksekutif khususnya Komisi III dan Dinas Kesehatan Daerah. Mereka merasa paling hebat dan menganggap remeh anggota dewan dalam hal ini Ketua dan seluruh komisi III DPRD SBB.

Dalam keterangan Ketua Komisi III DPRD SBB Andi Nur Akbar yang dikutip dari Globaltimur,com menyampaikan Komisi III mengundang pihak puskesmas Waisala dan pihak Kadis Kesehatan untuk hadir menjelaskan terkait permasalahan yang terjadi di puskesmas Waisala dalam hal ini adalah terkait Jaminan Kesehatan nasional (JKN).

READ  PKS Papua Barat Daya Resmi Lantik Kepengurusan Baru, Siap Bersama Majukan Daerah

”Terkait pemotongan tersebut itu diatur oleh regulasi pada komponen tunjangan yang mana dipotong satu persen dari jasa medisnya,”. Jelas Andi

Andi bilang, pemotongan satu persen itu baru berjalan dari tahun 2023 sementara dari kementerian keuangan itu harus di potong dari tahun 2020 sehingga menjadi temuan yang harus di kembalikan, hal itu juga di benarkan oleh pihak BPJS SBB,”ungkap Andi.

Untuk menyelesaikan masalah JKN Kapitasi dan Non Kapitasi yang ada di puskesmas desa Waisala maupun lainya itu kita harus mendapat kejelasan langsung dari kepala Dinas Kesehatan SBB sehingga tidak menjadi asumsi ataupun kesalahan persepsi publik.

Kami juga akan melihat persoalan JKN bukan saja di puskesmas desa Waisala tetapi puskesmas lain juga karena di khawatirkan hal serupa juga terjadi di puskesmas lain. Tambah-nya

Hal inilah yang harus kita hindari agar pelayanan kesehatan di SBB kedepan jadi lebih baik lagi. Pungkas Andi

 

(TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Mangrove Sedunia 2026 Kapolres Kepulauan Meranti Tegaskan Pelestarian Lingkungan Tanggung Jawab Bersama.
Mahasiswa KKN Universitas Riau Tanam 1.300 Bibit Mangrove di Desa Sebauk Lewat Program SELARAS 2026
Buka Rakernis Intelkam 2026, Kapolda Papua Barat Daya: Intelijen adalah Mata dan Telinga Kesatuan
MANTAP ” 95 Sekolah di Kepulauan Meranti Lolos Program Revitalisasi 2026, 21 Sekolah Masuki Tahap Pelaksanaan
MPR Buru Mengutuk Keras Oknum Mahasiswa Yang Bangun Opini Sesat Terkait Pos PAM Satgas PKH Yonif Raider 733 Masariku Di Gunung Botak
Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Siswi di Namlea Ilat Kian Menyita Perhatian, Keluarga Korban Minta Dugaan Pelanggaran Etik Oknum  Advokat hingga Intimidasi Ikut Diusut
9 Hari TMMD Ke-129 di Kampung Sesor, Pembangunan Melaju Pesat, Semangat Gotong Royong Kian Menguat
Audiensi Bupati Asmar Berbuah Komitmen BNPP RI Kawal Pembangunan Kawasan Perbatasan Meranti
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:42 WIB

Hari Mangrove Sedunia 2026 Kapolres Kepulauan Meranti Tegaskan Pelestarian Lingkungan Tanggung Jawab Bersama.

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:05 WIB

Mahasiswa KKN Universitas Riau Tanam 1.300 Bibit Mangrove di Desa Sebauk Lewat Program SELARAS 2026

Senin, 27 Juli 2026 - 14:56 WIB

Buka Rakernis Intelkam 2026, Kapolda Papua Barat Daya: Intelijen adalah Mata dan Telinga Kesatuan

Senin, 27 Juli 2026 - 14:54 WIB

MANTAP ” 95 Sekolah di Kepulauan Meranti Lolos Program Revitalisasi 2026, 21 Sekolah Masuki Tahap Pelaksanaan

Senin, 27 Juli 2026 - 13:42 WIB

MPR Buru Mengutuk Keras Oknum Mahasiswa Yang Bangun Opini Sesat Terkait Pos PAM Satgas PKH Yonif Raider 733 Masariku Di Gunung Botak

Berita Terbaru