Suararakyat info Sukabumi.Bertempat di Aula Rekonfu Polres Sukabumi Kota Jl. Perintis Kemerdekaan No.10 Kel. Gunungparang Kec. Cikole Kota Sukabumi, telah dilaksanakan Rapat Penanganan Geng Motor dan Tawuran Pelajar di Wilayah Sukabumi.
Kasdim 0607/ Kota Sukabumi Mayor Inf Hendra Bagus Arioko menghadiri Rapat Penanganan Geng Motor dan Tawuran Pelajar di wilayah Sukabumi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Fenomena keberadaan kelompok bermotor atau yang sering disebut “geng motor” saat ini masih menjadi perhatian serius di berbagai daerah, termasuk di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota.
“Kegiatan gengmotor untuk saat ini sudah merata di seluruh Indonesia.
Kegiatan gengmotor ini sangat meresahkan masyarakat”. Jelasnya kasdin Mayor Inf Hendra Bagus Arioko
Lanjut Hendra mengatakan, Kuncinya adalah memutus mata rantai, mereka harus diputus agar hasil dari pembinaan nanti tidak sia – sia.

Kami dari Kodim sangat setuju dan mendukung untuk pembinaan mengatasi permasalahan geng motor dengan pendekatan pembinaan melalui Pondok Pesantren Al-Fath
Diharapkan dengan kegiatan ini akan menghasilkan generasi penerus yang bersih dan berguna.
Polres Sukabumi Kota mengatasi permasalahan geng motor dengan merencanakan program yaitu pendekatan pembinaan melalui Pondok Pesantren Al-Fath, bukan hanya penindakan hukum. Pendekatan ini bertujuan mengarahkan .
Bagi anak yang di bawah umur kita akan melakukan pembinaan seperti akan memanggil orang tua dan pihak sekolah, anak anak tersebut akan kita
Pembinaan di pesantren, menekankan pembentukan karakter Islami melalui kebiasaan ibadah seperti dzikir, doa, tadarus, shalat, shaum, shadaqah, dan shalawat. Dengan bimbingan spiritual dan evaluasi rutin, diharapkan mereka dapat berubah dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Bagi gengmotor yang sudah dewasa dan merasakan masyarakat, melakukan tidak pidana akan di proses sesuai hukuman berlalu
Hendra menghimbau kepada orang tua agar ikut serta mengawasi anak anaknya.
Program mengatasi permasalahan geng motor ini Kolaborasi antara kepolisian, TNI, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif. Pungkas kasdin Mayor Inf Hendra Bagus Arioko
(Indra)














