Wailata Dilanda Bencana,Polisi di Minta Tangkap Mafia Pengrusakan Gunung Botak

- Penulis

Rabu, 29 Januari 2025 - 07:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.Info.Buru-Desa Debowae dijadikan sarang perkumpulan mafia tambang gunung botak (GB). Kehadiran mereka tentu membawa dampak buruk terhadap kehidupan masyarakat petani persawahan di desa setempat.

Beberapa tahun terakhir ini, sejak keberadaan mereka di tambang GB, Kecamatan Wailata terus mengalami bencana alam seperti kebanjiran.

Lingkungan setempat dianggap rawan bagi masyarakat petani persawahan desa Debowae, Kecamatan Wailata, Kabupaten Buru, diakibatkan para mafia ini terus menggurita melakukan aktivitas penghancuran gunung.”kata Sumber kepada media ini yang enggan namanya dipublikasikan, Rabu (29/1/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Disampaikan sumber, sementara di area pertambangan gunung botak lokasi tanah merah dan kapuran terjadi aktivitas dompeng yang luar biasa adapun masyarakat yang menambang secara manual diaera tersebut juga sering tertimbun tanah akibat longsor situasi ini sudah tentunya menjadi perhatian pihak keamanan bahkan pemerintah daerah Kabupaten setempat.

READ  Warga Babakan Parakansalak, Buktikan Semangat Gotong Royong Lewat Perbaikan Jalan Secara Swadaya

Olehnya itu, perlu adanya perhatian khusus dari aparat kepolisian dalam hal ini Polres Buru dan Polda Maluku untuk bergerak cepat demi keberlangsungan kehidupan masyarakat setempat untuk menangkap dan diproses hukum para mafia pelaku pengrusakan lingkungan di tambang gunung botak,”ujar sumber.

Mereka yang harus ditangkap yakni, Coken, Mas Wawa (jalur ponton 18),Takim (Mako) ,Likun (18), Mariono (17), Hj.Budi (18), Iqbal Bugis (jalur D), Hj. Kembar (jalur B),Hj Laco Bugis (jalur B) dan Sani Pagor Manado (jalur A),”tutur Sumber.

Lokasi yang menjadi pintu masuk wilayah pertambangan tanpa izin (Peti) ini sudah diperkirakan akan menjadi mortir waktu untuk warga sekitar, karna mereka sudah taruma paska gagal panen akibat banjir yang melanda kecamatan wailata dan sekitarnya,”tutup sumber

(TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masjid Rest Area Cisayar Tinggal Rangka: Dana Miliaran Menguap, Pemkab Sukabumi Diduga Tutup Mata
Dapur Program MBG di Garut Terbakar Tengah Malam, Dugaan Kelalaian Standar K3 dan Pengawasan SPPG Menguat
Dapur MBG atau Bom Waktu? Dugaan Pelanggaran Sanitasi di SPPG Tanjung Jaya 2 Garut Picu Kekhawatiran Publik
KORPRI Kepulauan Meranti Dukung Pemkab Selesaikan Tunda Bayar Gaji ASN, TPP, dan PPPK April 2026
MIO Sukabumi Raya Desak Bupati Asep Japar Copot Kadis PU, Dinilai Gagal dan Tak Transparan
LSM ANNAHL Bongkar Kejanggalan: Program Air MBR Sukabumi dan Jejak Rp300 Miliar
Kepala tukang: Pondasi Bak Penampungan Air Bersih Harus Presisi
Dandim 1801/Manokwari Cek Kelayakan Alat Berat di Lokasi TMMD Ke-128
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 01:00 WIB

Masjid Rest Area Cisayar Tinggal Rangka: Dana Miliaran Menguap, Pemkab Sukabumi Diduga Tutup Mata

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:15 WIB

Dapur Program MBG di Garut Terbakar Tengah Malam, Dugaan Kelalaian Standar K3 dan Pengawasan SPPG Menguat

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:11 WIB

Dapur MBG atau Bom Waktu? Dugaan Pelanggaran Sanitasi di SPPG Tanjung Jaya 2 Garut Picu Kekhawatiran Publik

Rabu, 13 Mei 2026 - 06:52 WIB

KORPRI Kepulauan Meranti Dukung Pemkab Selesaikan Tunda Bayar Gaji ASN, TPP, dan PPPK April 2026

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:45 WIB

MIO Sukabumi Raya Desak Bupati Asep Japar Copot Kadis PU, Dinilai Gagal dan Tak Transparan

Berita Terbaru