Suararakyat.info.Jakarta– Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (FH UKI) resmi meluncurkan program penggabungan tiga jenjang pendidikan hukum, yakni Program Sarjana, Magister Hukum, dan Program Doktor Hukum. Acara soft launching yang berlangsung di Jakarta ini dihadiri oleh berbagai tokoh akademisi, termasuk Dekan FH UKI, Prof. Dr. Hendry Jayadi Pandiangan, S.H., M.H., serta Rektor UKI, Prof. Dr. Danishwara K. Harjono, S.H., M.H.Rabu 2/4/2025
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Hendry Jayadi Pandiangan menekankan bahwa pencapaian dunia pendidikan hukum di Indonesia, khususnya di FH UKI, tidak datang dengan mudah. Dengan status akreditasi yang tinggi, FH UKI terus berupaya mencapai visi sebagai kampus unggul dan berdaya saing internasional. “FH UKI Hebat, FH UKI Unggul, dan FH UKI Emas adalah cita-cita yang dicapai dengan doa, perjuangan, serta harapan masa depan Indonesia,” ujar Prof. Hendry.
Ia juga menegaskan pentingnya kerja sama tim dalam mencapai kesuksesan. “Tidak ada istilah aktivasi ‘Superman’, namun dalam pencapaian usaha dan keberhasilan, titik beratnya adalah ‘Superteam’. Kita harus menyingkirkan ego, berpikir strategis, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat demi integritas, dedikasi, dan pengabdian tanpa pamrih,” tambahnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
FH UKI Mencapai Panggung Internasional
FH UKI terus memperluas cakrawala akademiknya dengan berpartisipasi dalam kompetisi hukum internasional. Mahasiswa fakultas ini telah menunjukkan kiprahnya dalam ajang debat hukum internasional, berkolaborasi dengan universitas ternama di Amerika Serikat, termasuk Harvard University. “Ini adalah pencapaian yang luar biasa dan membanggakan bagi Indonesia,” ujar Prof. Hendry.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor UKI, Prof. Dr. Danishwara K. Harjono, turut mendukung upaya FH UKI dalam meningkatkan fasilitas pendidikan hukum. Bersama Ikatan Alumni Fakultas Hukum UKI, termasuk pengacara kondang Dr. Saor Siagian, S.H., M.H., mereka menggagas penggalangan dana untuk pembangunan gedung perkuliahan baru lantai tujuh. “Dunia pendidikan hukum harus terus berkembang, dan FH UKI akan menjadi garda terdepan dalam menghasilkan sarjana hukum berkualitas,” katanya.
Penegakan Supremasi Hukum dan Pelayanan Masyarakat
Selain pencapaian akademik, FH UKI juga berkomitmen dalam penegakan supremasi hukum. Prof. Dr. Hendry Jayadi Pandiangan menegaskan bahwa hukum dan keadilan harus ditegakkan tanpa kompromi. “Fiat Justicia ruat caelum – Hendaklah hukum dan keadilan ditegakkan, meskipun langit runtuh,” katanya mengutip prinsip hukum klasik.
Bersamaan dengan acara ini, FH UKI juga mengumumkan program layanan hukum gratis bagi masyarakat yang membutuhkan. Ketua Pos Bantuan Hukum (POSBAKUM) Pulo Gadung, Bunda Tiur Simamora, mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan ini. “Kami membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan bantuan hukum gratis. Keadilan harus ditegakkan untuk semua kalangan, terutama bagi rakyat miskin dan menengah,” ungkapnya.
Dengan semangat yang tinggi, FH UKI terus bergerak maju demi mewujudkan Indonesia Emas 2045. Sebagai institusi yang berkomitmen pada pendidikan dan pelayanan masyarakat, FH UKI tidak hanya berusaha mencetak lulusan berkualitas, tetapi juga berkontribusi dalam membangun bangsa yang berkeadilan dan berdaya saing global.
Salam Pancasila! UKI Jaya, Jaya, Jaya & Unggul!
(Dr.Bernard)














