Di IPDN Sulut, Wamendagri Bima Arya Tekankan Integritas dan Kompetensi dalam Kepemimpinan

- Penulis

Rabu, 12 Maret 2025 - 23:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Minahasa – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menekankan pentingnya integritas dan kompetensi dalam kepemimpinan saat memberikan kuliah umum di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Sulawesi Utara (Sulut), Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa, Sulut, Rabu (12/3/2025).

Dalam paparannya, Bima mengingatkan para praja bahwa kepemimpinan adalah pilihan sekaligus amanah yang membutuhkan kesiapan dan tanggung jawab.

“Banyak orang bercita-cita tinggi dan besar ingin menjadi pemimpin, termasuk Anda. Tetapi tidak semua sadar seperti apa menjadi pemimpin,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengibaratkan pemimpin laksana seorang konduktor dalam pertunjukan orkestra, yang bertanggung jawab mengatur harmoni, memberikan aba-aba, dan memastikan pertunjukan berjalan sukses. Tujuannya, agar penonton mendapatkan suguhan yang spesial dan menyenangkan.

Ia pun mengenang masa belajarnya di Lee Kuan Yew School of Public Policy, Singapura. Saat itu salah seorang profesornya, yang notabene seorang konduktor, pun mengajarkan keterkaitan antara seni dan politik.

Menurut Bima, layaknya konduktor, ada tiga aspek utama yang harus melekat pada sosok seorang pemimpin, yaitu kompetensi, seni, dan intuisi.

“Satu, konduktor itu harus punya kompetensi, tahu nadanya yang dimainkan di mana. Itu kompetensi. Bagaimana sulitnya memainkan bass, misalnya, atau biola, itu harus paham,” jelasnya.

READ  Pastikan Layanan Kesehatan Berjalan Optimal, Wamendagri Bima Arya Soroti Pentingnya Kepemimpinan di RSUD

Kedua, seni. Menurutnya, kepemimpinan adalah seni menyeimbangkan ketegasan dan kelembutan. Ibarat memegang burung, bila dipegang terlalu erat burung bisa mati, tapi bila terlalu longgar burung justru akan terbang. Karena itu, seorang pemimpin harus piawai menyeimbangkan keduanya agar bawahannya tetap memiliki ruang untuk berkembang.

“Ada waktunya kita santai bersama kepala dinas, ketawa-ketawa, nyanyi-nyanyi, tapi ada waktunya saya keras pada kepala dinas kalau enggak benar ketika bekerja,” tegasnya.

Ketiga, intuisi. Hal ini, kata Bima, menjadi bekal penting bagi seorang pemimpin. Menurutnya, intuisi tidak diajarkan di kelas atau buku, melainkan terasah melalui pengalaman.

“Because leaders are those who know the way, who show the way, who lead the way. Tahu ujungnya di mana, kemudian caranya seperti apa, dan dia harus pimpin itu,” tambahnya.

Terakhir, Bima kembali menekankan bahwa integritas, disiplin, dan konsistensi adalah pilar utama kepemimpinan. Tanpa ketiganya, seseorang bisa mencapai puncak dengan cepat, tetapi juga dapat jatuh dalam sekejap.

“From zero to hero to zero again. Anda bisa dengan susah payah mengasah kompetensi, bergerak cepat untuk naik ke puncak, tapi kalau tidak punya integritas, disiplin, dan konsistensi, Anda akan jatuh,” tandasnya.

 

(Puspen Kemendagri/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tahap Akhir Pembangunan Jembatan Garuda Capai 87% wilayah Kodim Sorong
Hampir selesai, Masyarakat Senang Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV TA. 2026 Wilayah Kodim 1802/Sorong Capai 80%
Media Center Diduga Mati Suri, Kejari Kabupaten  Sukabumi Dituding Tutup Akses Informasi Publik
Made Hiroki Laporkan Dugaan KDRT ke Polisi, Minta Publik Tidak Berspekulasi
Data Korban Insiden Stasiun Bekasi Timur Beredar di Media Sosial, Belum Terverifikasi Resmi dan masih menunggu awak media masih menunggu rilis resmi dari pihak terkait untuk memastikan validitas data korban dalam insiden tersebut
BRI Perkuat Pembiayaan Perumahan, Salurkan KPP Rp258,9 Miliar di Papua
Ditegur Menteri PKP, WaliKota Sorong Pastikan BPHTB dan PBG Gratis Mulai Besok, Ancam Copot Pejabat
Komandan Kodaeral XIV Ajak Perkuat Kolaborasi Dukung Program Ketahanan Pangan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 14:35 WIB

Tahap Akhir Pembangunan Jembatan Garuda Capai 87% wilayah Kodim Sorong

Rabu, 29 April 2026 - 14:33 WIB

Hampir selesai, Masyarakat Senang Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV TA. 2026 Wilayah Kodim 1802/Sorong Capai 80%

Rabu, 29 April 2026 - 05:30 WIB

Media Center Diduga Mati Suri, Kejari Kabupaten  Sukabumi Dituding Tutup Akses Informasi Publik

Selasa, 28 April 2026 - 01:12 WIB

Made Hiroki Laporkan Dugaan KDRT ke Polisi, Minta Publik Tidak Berspekulasi

Selasa, 28 April 2026 - 00:05 WIB

Data Korban Insiden Stasiun Bekasi Timur Beredar di Media Sosial, Belum Terverifikasi Resmi dan masih menunggu awak media masih menunggu rilis resmi dari pihak terkait untuk memastikan validitas data korban dalam insiden tersebut

Berita Terbaru