SUARARAKYAT || BOGOR — Wadah Komunikasi dan Pelayanan Umat Bersama (WKPUB) menggelar Musyawarah Kerja (Muker) selama dua hari, 10–11 Juli 2026, di Kinasih Resort and Conference, Kabupaten Bogor. Mengusung tema “Dalam Keberagaman Nusantara Meningkatkan Kerukunan dan Keharmonisan”, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh pengurus dan perwakilan komunitas lintas agama untuk menyusun arah kebijakan organisasi, mengevaluasi program kerja, serta memperkuat sinergi dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, inklusif, dan berkeadaban.
Musyawarah kerja tersebut dihadiri oleh perwakilan berbagai komunitas keagamaan yang terdiri dari umat Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu, serta penganut aliran kepercayaan. Hadir pula perwakilan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, unsur Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), tokoh masyarakat, serta sejumlah undangan dari berbagai elemen organisasi kemasyarakatan.
Dalam sambutannya, Ketua Umum WKPUB, Pdt. E.M. Hosea Sudarna, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya lahir sebagai wadah untuk memperkuat persaudaraan sejati di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk. Menurutnya, keberagaman merupakan kekayaan bangsa yang harus terus dijaga melalui sikap saling menghormati, dialog yang konstruktif, serta kerja sama lintas agama dalam berbagai bidang kehidupan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan bahwa implementasi moderasi beragama bukan hanya sebatas slogan, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata melalui pelayanan sosial, pemberdayaan masyarakat, serta kolaborasi yang berorientasi pada kemaslahatan bersama. Menurutnya, tantangan kehidupan masyarakat yang semakin kompleks membutuhkan semangat gotong royong dari seluruh elemen bangsa tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun budaya.
“Moderasi dan pemberdayaan merupakan fondasi penting dalam menjaga persatuan bangsa. Di tengah keberagaman Nusantara, kita memiliki tanggung jawab bersama untuk terus merawat kerukunan sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan, termasuk menyongsong Jakarta sebagai kota global yang terbuka, maju, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan,” ujar Pdt. Hosea.
Dalam forum tersebut, WKPUB juga memaparkan sejumlah program strategis yang akan menjadi fokus organisasi pada periode mendatang. Salah satunya adalah Program AISA yang diarahkan untuk mendukung upaya pencegahan dan penurunan angka stunting di berbagai daerah melalui pendekatan kolaboratif bersama pemerintah dan masyarakat.
Selain itu, WKPUB akan terus mengembangkan berbagai kegiatan bakti sosial yang menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan, termasuk komunitas Suku Samin serta berbagai kelompok rentan lainnya. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepedulian sosial sekaligus memperkuat semangat persaudaraan lintas agama dalam aksi nyata.
Tidak hanya bergerak di bidang sosial, WKPUB juga berkomitmen memperluas kolaborasi dengan pemerintah, lembaga keagamaan, organisasi masyarakat, dan berbagai komunitas dalam rangka mendukung pembangunan sosial yang berkelanjutan. Berbagai kegiatan kemasyarakatan, dialog lintas agama, pelayanan kemanusiaan, hingga pemberdayaan masyarakat akan terus diperkuat sebagai bagian dari visi organisasi.
Sementara itu, perwakilan Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Carlos, menyampaikan apresiasi atas kontribusi WKPUB dalam menjaga kerukunan umat beragama di wilayah Jakarta Timur. Menurutnya, keberadaan organisasi tersebut telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, dan saling menghargai.
Ia menuturkan bahwa Jakarta Timur sebagai wilayah dengan jumlah penduduk terbesar di DKI Jakarta memiliki tingkat keberagaman yang sangat tinggi. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan seperti WKPUB dinilai sangat penting dalam menciptakan stabilitas sosial sekaligus mendukung berbagai program pembangunan, termasuk penanganan stunting dan kegiatan sosial lainnya.
“Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur sangat mengapresiasi kehadiran WKPUB sebagai mitra dalam menjaga kerukunan umat beragama. Kami berharap sinergi ini terus diperkuat melalui berbagai kegiatan sosial sehingga Jakarta Timur menjadi wilayah yang semakin damai, rukun, nyaman, dan menjadi contoh bagi daerah lainnya. Pemerintah akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai program positif yang dijalankan WKPUB,” ungkap Carlos.
Di kesempatan yang sama, Sekretaris Umum WKPUB, Budi Hutamo, menjelaskan bahwa musyawarah kerja merupakan agenda organisasi yang diselenggarakan setiap tiga tahun sekali sebagai forum evaluasi sekaligus penyusunan arah kebijakan baru. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan pada tahun 2023 di Cipanas.
Menurutnya, dalam musyawarah kali ini seluruh peserta akan membahas capaian program sebelumnya, menyusun program kerja lanjutan, melakukan konsolidasi organisasi, serta membahas penunjukan kepengurusan baru yang akan ditetapkan melalui mekanisme persidangan organisasi.
Budi juga menyampaikan bahwa selama 27 tahun berdiri, WKPUB terus berkomitmen menjadi ruang komunikasi yang mempererat hubungan antarumat beragama sekaligus menghadirkan pelayanan nyata bagi masyarakat. Berbagai program kemanusiaan, dialog lintas iman, dan kegiatan sosial telah menjadi bagian dari perjalanan organisasi dalam memperkuat persatuan bangsa.
Selama berlangsungnya musyawarah kerja, para peserta tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Selain menjadi forum pengambilan keputusan organisasi, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi, pertukaran gagasan, serta memperkuat komitmen bersama dalam menjaga nilai-nilai toleransi, persaudaraan, dan kebersamaan.
Melalui Musyawarah Kerja Tahun 2026 ini, WKPUB berharap mampu melahirkan berbagai program yang lebih inovatif, inklusif, dan berdampak luas bagi masyarakat. Organisasi tersebut optimistis bahwa kolaborasi lintas agama, pemerintah, dan masyarakat akan menjadi modal penting dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus mewujudkan Indonesia yang damai, harmonis, dan sejahtera di tengah keberagaman Nusantara.Apabila akan dipublikasikan di media online, berita ini telah menggunakan struktur jurnalistik yang lengkap dengan unsur 5W+1H, kutipan narasumber, latar belakang kegiatan, serta penutup yang sesuai dengan kaidah penulisan berita profesional.
Penulis : Dde/Riz
Editor : Redaksi
Sumber Berita: SUARARAKYAT.info














