Abrasi Sungai Terjang Kuala Enok, Belasan Bangunan Rusak dan Fasilitas Umum Ambruk, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

- Penulis

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT || KUALA ENOK, INDRAGIRI HILIR – Bencana alam berupa abrasi sungai yang memicu longsor kembali menghantui kawasan pesisir Kabupaten Indragiri Hilir. Dalam satu hari, dua titik pemukiman padat penduduk di Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, mengalami longsor yang mengakibatkan belasan bangunan warga, rumah ibadah, pelabuhan umum hingga badan jalan mengalami kerusakan.

Peristiwa yang terjadi pada Selasa (16/6/2026) tersebut menimbulkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp320 juta. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini menyisakan trauma mendalam bagi warga yang selama ini bermukim di sepanjang bantaran sungai.

Berdasarkan laporan yang dihimpun dari aparat setempat, longsor pertama terjadi sekitar pukul 09.45 WIB di Jalan Merdeka RT 001 RW 001, Kelurahan Kuala Enok. Tanah di bantaran sungai yang selama bertahun-tahun mengalami pengikisan akhirnya tidak mampu lagi menahan beban bangunan yang berdiri di atasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibatnya, sedikitnya enam bangunan terdampak. Lima bangunan mengalami kerusakan ringan, sementara satu bangunan mengalami kerusakan berat akibat pergeseran tanah yang cukup signifikan.

Bangunan yang terdampak terdiri dari toko sembako milik Aming, rumah sekaligus toko sembako milik Riko Hardinata, rumah milik Piakbung, tempat usaha biliar milik Sayuti Setiawan, serta warung kopi milik Ronny Satria Wirawan. Dari seluruh bangunan tersebut, tempat usaha milik Sayuti Setiawan menjadi yang paling parah terdampak karena sebagian konstruksinya nyaris ambruk ke arah sungai.

Selain merusak bangunan milik warga, longsor juga mengancam sebuah rumah ibadah umat Buddha dan area pelabuhan umum yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Retakan tanah terlihat memanjang di beberapa titik yang sebelumnya menjadi akses aktivitas masyarakat.

Peristiwa pertama kali diketahui oleh Aming yang saat itu sedang berada di dalam tokonya. Ia mengaku mendengar suara gemuruh dari belakang bangunan yang terdengar semakin keras.

Saat keluar untuk memeriksa kondisi sekitar, ia terkejut melihat tanah di belakang tokonya bergerak dan perlahan amblas ke arah sungai. Menyadari bahaya yang mengancam, Aming langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

Teriakan tersebut membuat masyarakat berdatangan ke lokasi. Dengan peralatan seadanya, warga bergotong royong menyelamatkan barang-barang dagangan serta perabot rumah tangga yang masih dapat dievakuasi sebelum bangunan mengalami kerusakan lebih parah.

Kerugian akibat longsor di Jalan Merdeka diperkirakan mencapai Rp200 juta.

Belum sempat warga pulih dari kepanikan, sekitar pukul 10.00 WIB atau hanya berselang beberapa menit setelah kejadian pertama, longsor kembali terjadi di lokasi berbeda, tepatnya di Jalan AEC Kampung Jawa RT 001 RW 006, Kelurahan Kuala Enok.

Di lokasi kedua, dampak yang ditimbulkan bahkan lebih luas. Tiga rumah warga mengalami kerusakan berat, sementara lima rumah lainnya mengalami kerusakan ringan. Selain itu, sekitar lima meter badan jalan umum ambruk dan mengalami retakan akibat pergeseran tanah yang terus berlangsung.

READ  Penetapan Calon Ketua Dan Wakil Ketua DPRD Kota Sorong Tahun 2024–2029

Rumah yang mengalami kerusakan berat diketahui milik Nurdin J (79), Jumanto (42), dan M. Rusdi (37). Sementara rumah milik Saidi, Amiruddin, Joko Satriano, Suriyanto, dan Dedi Arizal mengalami kerusakan ringan.

Menurut keterangan warga, peristiwa tersebut bermula ketika Nurdin J berada di dalam rumahnya. Ia mendengar suara papan patah dari bagian belakang rumah yang membuatnya segera keluar untuk memeriksa keadaan.

Betapa terkejutnya ia ketika melihat tanah di bawah bangunan mulai bergerak dan menyebabkan rumahnya perlahan miring ke arah sungai. Menyadari ancaman yang sangat berbahaya, Nurdin langsung berteriak memperingatkan warga sekitar agar segera menyelamatkan diri.

Tidak lama kemudian, bagian dapur rumah miliknya runtuh setelah tanah penyangga di bawah bangunan amblas akibat abrasi yang telah berlangsung cukup lama. Warga sekitar kembali bergerak cepat membantu proses evakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan.

Kerugian akibat longsor di Jalan AEC Kampung Jawa diperkirakan mencapai Rp120 juta.

Dari hasil pendataan sementara, total terdapat 14 bangunan milik warga yang terdampak, terdiri dari rumah tinggal dan tempat usaha. Selain itu, satu rumah ibadah umat Buddha, satu pelabuhan umum, serta sekitar lima meter badan jalan mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.

Pihak berwenang menduga abrasi sungai menjadi penyebab utama terjadinya longsor di kedua lokasi. Pengikisan bantaran sungai yang berlangsung selama bertahun-tahun diduga telah melemahkan struktur tanah di kawasan pemukiman. Kondisi air sungai yang sedang surut saat kejadian diyakini turut mempercepat terjadinya pergeseran tanah.

Hingga saat ini, Pemerintah Kecamatan Tanah Merah bersama Polsek Tanah Merah, Koramil 02 Tanah Merah, serta masyarakat setempat masih melakukan pendataan terhadap warga terdampak dan membantu proses evakuasi barang-barang yang tersisa.

Warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat untuk sementara mengungsi ke rumah kerabat dan tetangga terdekat sambil menunggu langkah penanganan lebih lanjut dari pemerintah daerah.

Sebagai tindakan darurat, aparat telah memasang garis polisi di sekitar lokasi longsor guna menghindari jatuhnya korban akibat longsor susulan. Petugas juga mendirikan posko bantuan, melakukan pendataan korban dan saksi, serta mengimbau masyarakat agar menjauhi area yang mengalami retakan tanah.

Peristiwa ini kembali menjadi alarm serius bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terkait pentingnya penanganan abrasi sungai secara menyeluruh. Tanpa langkah mitigasi yang cepat dan berkelanjutan, kawasan permukiman di sepanjang bantaran sungai Kuala Enok berpotensi menghadapi ancaman yang lebih besar di masa mendatang.

Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat segera mengambil langkah konkret melalui pembangunan pengaman tebing, normalisasi kawasan rawan abrasi, serta program penanggulangan bencana yang mampu melindungi keselamatan warga dan menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Penulis : Syahwani

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wabup Yuliantini Buka Ngobrol Pintar Bersama Dewan Pendidikan, Perkuat Sinergi Majukan Pendidikan Inhil
Ekspose Percepatan Pembangunan dan Manajemen Talenta ASN, Bupati Inhil Dorong Pengembangan Karier Berbasis Kompetensi
Pelamar Kerja Laporkan Dugaan Ketidaktransparanan Rekrutmen PT Bina Mitra Artha ke Dinas Tenaga Kerja Meranti
DPC ASWIN Meranti dan Prokopim Perkuat Sinergi Melalui Konsolidasi dan Silaturahmi Jurnalistik
Menyambut 1448 Hijriah, Bupati Herman Ajak Masyarakat Inhil Perkuat Muhasabah dan Spiritualitas
Bupati Inhil Melalui Staf Ahli Sambut Kepulangan Jamaah Haji Kloter 11, Harapkan Kemabruran Haji Membawa Manfaat Bagi Sesama
Pemkab Meranti Bantah Framing Pemberitaan Temuan BPK, Sebut Proses TPTGR Sedang Berjalan
Distribusi BBM Nelayan Inhil Dalam Sorotan, Kabid Perikanan Tegaskan Tak Ada Extra dan Barcode untuk Kapal 5 GT ke Atas
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:29 WIB

Abrasi Sungai Terjang Kuala Enok, Belasan Bangunan Rusak dan Fasilitas Umum Ambruk, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:22 WIB

Wabup Yuliantini Buka Ngobrol Pintar Bersama Dewan Pendidikan, Perkuat Sinergi Majukan Pendidikan Inhil

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:18 WIB

Ekspose Percepatan Pembangunan dan Manajemen Talenta ASN, Bupati Inhil Dorong Pengembangan Karier Berbasis Kompetensi

Rabu, 17 Juni 2026 - 05:55 WIB

Pelamar Kerja Laporkan Dugaan Ketidaktransparanan Rekrutmen PT Bina Mitra Artha ke Dinas Tenaga Kerja Meranti

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:28 WIB

DPC ASWIN Meranti dan Prokopim Perkuat Sinergi Melalui Konsolidasi dan Silaturahmi Jurnalistik

Berita Terbaru