Keluarga Besar Osok Kabanolo Palang TPA Sorong, Tuntut Pengukuran Ulang Dan Kesepakatan Tertulis

- Penulis

Senin, 25 Mei 2026 - 09:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Sorong Papua Barat Daya – Keluarga Besar Osok Kabanolo melakukan aksi pemalangan di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kota Sorong sebagai bentuk protes terhadap dugaan penggunaan lahan di luar batas yang disepakati, Senin (25/5/2026).

Dalam konferensi pers di lokasi TPA, pihak keluarga meminta tuntutan utama mereka adalah pengukuran ulang lahan TPA karena diduga telah terjadi overlap dengan wilayah adat milik keluarga Osok Kabanolo.

Perwakilan keluarga, Lewi Osok, mengatakan aksi pemalangan dilakukan setelah berbagai upaya komunikasi dan penyampaian surat kepada Pemerintah Kota Sorong maupun instansi terkait tidak mendapat tanggapan serius.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lewi Menyampaikan pihak keluarga hanya minta pengukuran ulang TPA karena lokasi pembuangan sampah ini sudah masuk overlap tanah adat kami, Kami sudah beberapa kali menyurati pemerintah untuk pertemuan, tetapi tidak direspons dengan baik. Kami tidak mau lagi hanya janji lisan, kami minta kesepakatan tertulis.

Menurutnya, keluarga tidak akan membuka palang sebelum ada kesepakatan resmi secara tertulis antara pemerintah dan keluarga adat. Ia menilai langkah tersebut penting agar persoalan serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.

Lebih lanjut, Lewi Juga Menjelaskan Kelaurga Datang datang baik-baik, menyurati pemerintah, tetapi tidak ada kepastian. Yang kami minta hanya pengukuran ulang lahan TPA dan kesepakatan tertulis. Kalau sudah ada kesepakatan bersama, baru kami buka palang.

Lewi juga mengungkapkan bahwa persoalan ini sebenarnya telah dibahas sejak aksi pemalangan pertama pada Agustus tahun lalu, Namun hingga kini, hampir satu tahun berjalan, belum ada tindak lanjut konkret dari pemerintah terkait poin-poin tuntutan yang telah diajukan keluarga.

READ  Pemdes Babakan Jaya Ucapkan, Selamat dan Sukses atas Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi 2025-2030

Sementara itu, Geisler Osok menjelaskan bahwa pada 1 Agustus 2025 pihak keluarga sempat bertemu langsung dengan Wali Kota Sorong dan membahas sejumlah poin, termasuk rencana pengukuran ulang lahan TPA pada tahun 2026, Namun janji itu dinilai tidak pernah direalisasikan.

Geisler Menyampaikan Kami sudah tunggu sampai sekarang, tapi tidak ada tindak lanjut, Karena itu kami berharap pemerintah jangan hanya memberi janji lisan, Harus ada hitam di atas putih supaya keluarga punya pegangan yang kuat.

Gaisler mengakui telah berulang kali melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanahan Kota Sorong, termasuk menyampaikan surat resmi kepada DPR Kota Sorong, DPR Provinsi Papua Barat Daya, hingga dinas terkait lainnya, Namun, menurutnya, seluruh surat yang dikirim tidak pernah mendapat respons yang jelas.

“Karena tidak ada tanggapan, akhirnya kami nyatakan sikap melakukan pemalangan. Kami sudah kasih surat pertama, kedua, sampai tembusan ke berbagai pihak, tetapi tetap tidak direspons,” ujarnya.

Geisler menegaskan bahwa keluarga adat merasa selama puluhan tahun telah memberikan toleransi terhadap penggunaan lahan tersebut. Namun, mereka menilai area pembuangan sampah kini sudah berada di luar batas awal lahan yang disepakati.

“Ini sudah sekitar 25 tahun lebih kami biarkan. Tetapi sekarang lokasi pembuangan sudah overlap ke tanah adat kami. Sebenarnya lahannya ada di sebelah, bukan di area yang sekarang dipakai,” katanya.

Keluarga Besar Osok Kabanolo berharap Pemerintah Kota Sorong segera mengambil langkah konkret dengan melakukan pengukuran ulang lahan TPA secara terbuka dan melibatkan pihak keluarga adat agar konflik lahan dapat diselesaikan secara damai dan permanen.

Penulis : Leonardo Alfredo Kara

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Suara Rakyat Info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Settingan Karena Tidak Dibacakan, Rapat Paripurna LKPJ DPR Kota Sorong Menuai Kritik Tajam
Pemprov Papua Barat Daya Gelar FGD, Perkuat Komitmen Lindungi Hutan dan Laut
Imigrasi Sukabumi Perketat Pengawasan TKA di Sektor Tambang, Timpora Libatkan Kecamatan hingga KUA untuk Jaga Stabilitas dan Kelestarian Lingkungan
Pemkot Sorong Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Sosial Melalui FGD Perencanaan Kontigensi Bersama ADRA Indonesia
Bunda PAUD Papua Barat Daya Komitmen Dorong Akses Pendidikan Prasekola untuk Seluruh Anak Usia Dini
Sepihak Pasang Tanda Jual Cepat, Oknum Pegawai Bank BRI Diduga Intimidasi Nasabah.
Forkopimcam Parungkuda Gelar Upacara Hari Kebangkitan Nasional, Usung Tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Bangsa dan Negara”
Imigrasi Sukabumi Perkuat Pengawasan WNA, Hotel dan Penginapan Didorong Aktif Gunakan APOA
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 09:43 WIB

Keluarga Besar Osok Kabanolo Palang TPA Sorong, Tuntut Pengukuran Ulang Dan Kesepakatan Tertulis

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:36 WIB

Diduga Settingan Karena Tidak Dibacakan, Rapat Paripurna LKPJ DPR Kota Sorong Menuai Kritik Tajam

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:45 WIB

Pemprov Papua Barat Daya Gelar FGD, Perkuat Komitmen Lindungi Hutan dan Laut

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:10 WIB

Imigrasi Sukabumi Perketat Pengawasan TKA di Sektor Tambang, Timpora Libatkan Kecamatan hingga KUA untuk Jaga Stabilitas dan Kelestarian Lingkungan

Kamis, 21 Mei 2026 - 07:04 WIB

Pemkot Sorong Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Sosial Melalui FGD Perencanaan Kontigensi Bersama ADRA Indonesia

Berita Terbaru

POLRI

Plt Kabid Humas Polda PBD Hadiri Hut GPI Ke-41

Senin, 25 Mei 2026 - 09:21 WIB