SUARARAKYAT.info || SUKABUMI — Mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), mendapatkan penguatan perspektif praktis dalam kuliah umum yang menghadirkan anggota Komisi II DPR RI, Heri Gunawan, sebagai dosen praktisi.
Kuliah yang digelar di Gedung B Kampus UMMI, Sabtu (2/5/2026), merupakan bagian dari mata kuliah Sistem Administrasi Negara yang diampu oleh Dr. Dian Purwanti.
Mengusung tema Implementasi Checks and Balances DPR terhadap Tata Kelola Pemerintahan, kegiatan ini menyoroti peran strategis lembaga legislatif dalam memastikan akuntabilitas penyelenggaraan negara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam paparannya, Heri Gunawan menegaskan bahwa kementerian pada dasarnya merupakan pelaksana program Presiden yang dijabarkan melalui kebijakan sektoral. Karena itu, menurut dia, peran DPR menjadi krusial dalam menjaga keseimbangan kekuasaan melalui fungsi pengawasan, penganggaran, dan legislasi.
“Fungsi DPR dimulai dari memastikan setiap kebijakan dan program pemerintah berjalan sesuai dengan tujuan negara. Di situlah mekanisme checks and balances bekerja,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses pembahasan anggaran hingga evaluasi program kementerian dilakukan secara ketat guna menjamin efektivitas serta akuntabilitas penggunaan anggaran negara.
Tak berhenti pada tataran normatif, Heri juga mengulas dinamika empiris dalam proses pengambilan kebijakan, termasuk tarik-menarik kepentingan politik yang kerap mewarnai setiap keputusan strategis.
Menurutnya, pemahaman terhadap realitas tersebut penting agar mahasiswa tidak hanya melihat kebijakan dari perspektif ideal, tetapi juga memahami konteks praktik di lapangan.
Selain itu, legislator yang tengah menempuh Program Doktor di Universitas Brawijaya tersebut mendorong mahasiswa untuk mengembangkan nalar kritis yang berbasis pada validitas data.
“Kritis itu penting, tetapi harus ditopang oleh data yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Melalui kuliah umum ini, mahasiswa diharapkan mampu memperkuat kapasitas analitis serta memahami secara utuh mekanisme tata kelola pemerintahan.
Dengan demikian, mereka dapat berperan sebagai agen perubahan yang tidak hanya responsif, tetapi juga objektif dalam membaca dan merumuskan kebijakan publik di masa depan.
Penulis : Prim RK
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Suararakyat.info















KORUPTOR Money laundry diundang jadi dosen studium generale di UMMI? Hebat… Hebat‼️ Bahkan sang KORUPTOR bisa lepas bebas dari jeratan hukum dan malah menempuh pendidikan doktoral di UNIBRAW. Hebat‼️Hebat‼️
Bajingannya HUKUM di IndonesiaL‼️